Garudapost.id Sumut
Langkat – Aliansi Menjemput Keadilan (AMK) menggelar acara silaturahmi akbar bersama ratusan warga di Dusun 8, Desa Air Hitam, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, pada Senin (28/09/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penguatan barisan warga dari 10 kecamatan di Langkat yang menjadi korban banjir tahun 2025 lalu namun belum mendapatkan keadilan.
Acara dibuka dengan khidmat melalui persembahan lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Mars AMK bersama seluruh warga yang hadir. Silaturahmi akbar ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum AMK, Sekretaris, Wakil Ketua, jajaran Ketua Kecamatan, tokoh masyarakat, serta ratusan warga simpatisan yang menyatakan bergabung dengan aliansi.
Dalam kata sambutannya, Ketua Umum AMK, Sauli, menegaskan bahwa AMK hadir sebagai wadah perjuangan rakyat sekaligus kontrol sosial untuk mendata para korban banjir yang hak-haknya terabaikan. Sauli juga memberikan informasi krusial terkait perkembangan dana bantuan dari pemerintah pusat yang didapat saat berkoordinasi ke Jakarta beberapa waktu lalu.
“Di posko nasional kemarin, Kementerian Sosial memprediksikan bahwasanya pencairan (dana bantuan) akan dilakukan dalam waktu dua bulan lagi, terhitung dari bulan Agustus lalu. Makanya kita akan tunggu dan kawal pencairannya di bulan sepuluh (Oktober) ini,” ujar Sauli di hadapan ratusan pasang mata yang hadir.
Hal senada dipertegas oleh Sekretaris AMK, Roy. Ia menjelaskan bahwa pencairan dana korban banjir tahap kedua dijadwalkan terealisasi pada bulan Oktober ini. Roy mengajak 25.000 Kepala Keluarga (KK) yang telah resmi bergabung dalam aliansi untuk bersiap mengambil tindakan nyata jika janji pencairan tersebut kembali meleset. Selain mengawal tahap kedua, AMK juga berkomitmen penuh untuk memperjuangkan warga korban banjir tahap ketiga yang hingga kini belum terdata.
Roy menekankan pentingnya persatuan dan solidaritas dari seluruh elemen masyarakat agar perjuangan ini membuahkan hasil. Menurutnya, pengurus aliansi tidak akan memiliki kekuatan tanpa adanya dukungan penuh dari basis masa di akar rumput.
“Karena aliansi memperjuangkan, tahap tiga akan diperjuangkan. Bukan aliansinya (saja) yang berjuang, kalau aliansinya cuma tiga, empat, atau lima orang ini, tidak ada apa-apanya Bu, Pak, kalau tidak ada dukungan dari orang-orang Ibu dan Bapak semuanya. Makanya kita harus bersatu, kuatkan barisan biar kami pengurus bisa maju bergerak di depan,” tegas Roy membakar semangat warga.
Antusiasme warga terlihat jelas saat acara memasuki sesi tanya jawab. Banyak warga memanfaatkan momen ini untuk berkonsultasi mengenai pendataan serta kejelasan hak-hak mereka yang belum terpenuhi sejak bencana banjir melanda.
Rangkaian acara silaturahmi akbar ini ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Al Ustadz Fahlevi Batubara, dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai simbol soliditas dan komitmen bersama dalam menjemput keadilan.
Penulis : B.Panjaitan
Editor : S Tarigan



















