SINGKAWANG, Garudapost.id – Tim wartawan menemukan sebuah lokasi yang diduga beroperasi sebagai tempat pembelahan kayu balok menjadi produk kayu olahan dalam berbagai ukuran yang di duga tempat tersebut beroperasi secara tidak resmi di wilayah Singkawang Timur. Hingga saat ini, temuan ini belum dilaporkan ke kepolisian maupun dinas terkait, karena pers masih melakukan pengumpulan data lebih lanjut untuk memastikan bukti yang kuat.

Lokasi yang berada di sebuah lahan terbuka dengan bangunan sederhana berada di dalam sebuah gang di Singkawang Timur, terlihat sudah beroperasi setidaknya selama beberapa tahun terakhir. Selama beberapa hari melakukan pantauan diam-diam, wartawan mencatat adanya aktivitas pengolahan kayu setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.

Dari pengamatan jarak aman, terlihat tumpukan kayu balok mentah dengan diameter besar yang diduga berasal dari jenis kayu keras lokal. Beberapa orang yang diduga sebagai pekerja terlihat sedang menggunakan mesin gergaji besar untuk membelah balok menjadi papan komersial, balok konstruksi, dan bahan kayu lainnya yang disimpan di lokasi tersebut. Tidak ada tanda-tanda izin usaha atau surat izin pengolahan kayu yang terpasang di area tersebut.
“Saat ini kami masih dalam tahap mengumpulkan lebih detail, seperti frekuensi masuknya kayu mentah dan keluarnya produk jadi, “kami juga sudah informasi mengantongi nama pengelola tempat tersebut” Tujuan kami adalah memiliki data yang komprehensif sebelum melaporkannya agar proses penindakan dapat berjalan efektif,” ujar salah satu wartawan yang terlibat dalam penyelidikan, yang tidak ingin disebutkan namanya.

Pengamatan juga menunjukkan bahwa truk tanpa plat nomor jelas sering terlihat masuk keluar dari lokasi tersebut, terutama pada pagi dan sore hari. Selain itu, tidak ditemukannya sarana pengolahan limbah kayu yang memenuhi standar, sehingga limbah kayu dan bongkahan kayu yang tidak terpakai hanya ditumpukan di sekitar lokasi, berpotensi menimbulkan masalah lingkungan dan kebakaran.
Wartawan juga berhasil berkomunikasi secara diam-diam dengan salah satu warga sekitar, yang menyampaikan bahwa aktivitas tersebut sudah menjadi perhatian mereka. “Kami khawatir karena lokasi ini tidak jauh dari pemukiman, dan suara mesinnya cukup mengganggu. Selain itu, kami juga ragu dengan asal-usul kayu yang diproses di sana,” ujar warga tersebut dengan syarat tidak disebutkan namanya.
Tim wartawan menyatakan bahwa dalam beberapa hari ke depan akan terus mengumpulkan data dan bukti, kemudian akan melaporkan temuan ini secara resmi kepada Kepolisian Resor Singkawang dan Dinas Lingkungan Hidup serta Kehutanan Kota Singkawang untuk ditindaklanjuti sesuai peraturan yang berlaku.
Penulis : Zaldi Aswan
Sumber Berita: Investigasi

















