MANOKWARI, Garudapost.id—Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari memperkuat upaya penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak dan Campak Rubella melalui sosialisasi kepada pemerintah distrik, kepala kampung, kader kesehatan, dan tenaga pendidik PAUD di Distrik Tanah Rubuh, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Puskesmas Tanah Rubuh tersebut menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi respons KLB yang dijadwalkan pada 5–17 Oktober 2026.
Program tersebut menyasar anak usia 9 bulan hingga sebelum 5 tahun sebagai kelompok sasaran imunisasi.
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Distrik Tanah Rubuh, Salmon Sayori. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Puskesmas Tanah Rubuh, Mikael K. Osok, S.Kep., Ners., M.Kep., bersama staf, serta perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat dan Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari.
Narasumber utama dari Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari adalah Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit, Marthen L. Rantetampang, SKM., M.Si.
Materi yang disampaikan mencakup pengenalan penyakit Campak dan Rubella, perkembangan situasi Campak di Kabupaten Manokwari, serta alasan pentingnya penanggulangan melalui langkah KLB.
Pembahasan juga menitikberatkan pada pelaksanaan imunisasi massal ORI sebagai salah satu upaya memutus rantai penularan. Peserta diberikan pemahaman mengenai sasaran, jadwal pelaksanaan, serta pentingnya dukungan masyarakat agar anak-anak yang memenuhi kriteria sasaran dapat memperoleh imunisasi.
Dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, kegiatan dihadiri Kepala Seksi Promosi Kesehatan bersama staf bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.
Sementara dari Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari turut hadir Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit, Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi, serta Penanggung Jawab Surveilans Kabupaten Manokwari.
Salah satu poin penting yang dibahas adalah peran setiap unsur masyarakat dalam mengenali dan melaporkan dugaan kasus Campak atau Rubella.
Pemerintah distrik, kepala kampung, kader, dan guru PAUD diharapkan membantu mengenali gejala, menyampaikan informasi kepada masyarakat, serta segera berkoordinasi dengan petugas kesehatan apabila menemukan anak dengan gejala yang mengarah pada penyakit tersebut.
Keterlibatan berbagai unsur dinilai penting karena penanggulangan KLB tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan.
Dukungan pemerintah kampung, kader, lembaga pendidikan, dan keluarga juga diperlukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta mendorong partisipasi dalam pelaksanaan imunisasi.
Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari menargetkan cakupan imunisasi Campak dan Rubella melalui ORI mencapai 95 persen.
Target tersebut diharapkan dapat didukung melalui penyebaran informasi yang tepat, pendataan sasaran, koordinasi lintas sektor, serta keterlibatan masyarakat selama periode pelaksanaan imunisasi.
Melalui sosialisasi ini, pemerintah berharap seluruh pihak di Distrik Tanah Rubuh dapat mengambil peran dalam mendukung pelaksanaan ORI pada 5–17 Oktober 2026.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan imunisasi sekaligus memperkuat perlindungan anak dari risiko Campak dan Rubella di Kabupaten Manokwari.(*)
Penulis : Dominikus Lokobal
Editor : Julianus Sorabut
Sumber Berita: https//:Garudapost.id



















