Viral dan langka, Pisang Berbuah Lebih dari Satu

Selasa, 19 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Gunungkidul (DIY), garudapost.id

Kapanewon Ngawen viral usai tanaman pisang milik seorang petani mampu berbuah hingga empat tandan dan memiliki tinggi pohon berbeda dengan pohon pisang pada umumnya.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih yang berkesempatan meninjau langsung keberadaan pisang dengan dengan varietas unik yang terletak di Padukuhan Wonongso, Kalurahan Tancep ini mengatakan pemerintah berencana untuk segera membudidayakan dan menangkarkan tanaman ini secara lebih luas.

“Mungkin kedepan kita bisa memberikan nama khusus untuk varietas ini agar dapat menjadi ikon baru bagi Kapanewon Ngawen, khususnya Kalurahan Tancep,” kata Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih saat meninjau langsung ke kebun milik Pringadi. Senin, (18/5/2026).

“‎Endah” berharap dengan ditemukannya pisang varietas unik ini nantinya bisa memperkuat posisi Kabupaten Gunungkidul sebagai pemasok utama kebutuhan pisang di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta
Bupati juga berpesan agar masyarakat tidak berhenti menanam demi ketahanan pangan mandiri.

“Makan apa yang kita tanam, dan tanam apa yang kita makan,” pungkas Bupati Endah.

‎Sementara itu pemilik pohon pisang varietas unik, Pirngadi mengatakan selain berbuah lebih dari satu tandan, keunikan lainnya yaitu varietas tersebut terbukti tahan terhadap serangan virus yang selama ini meresahkan petani pisang di wilayah tersebut.

Fenomena ini bermula sekitar 1,5 tahun yang lalu, ketika pohon pisang tersebut mulai menunjukkan keunikannya. Satu batang pohon pisang ini memiliki kemampuan untuk menumbuhkan anakan yang tumbuh kembar, yang kemudian saat dewasa menghasilkan jumlah tandan buah yang bervariasi mulai dari dua, tiga, hingga empat tandan sekaligus.

‎“Bibit pisang ini awalnya berasal dari Sambirejo, yang merupakan hasil program KKN dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Padukuhan Wonongso sendiri kala itu berfungsi sebagai daerah penyangga untuk program budidaya pisang tersebut,” kata Pringadi.

Menurut tinjauan di lapangan, fenomena ini dikategorikan sebagai bentuk mutasi genetika yang terjadi secara alami. Saat ini, budidaya pisang tersebut telah memasuki keturunan atau masa panen yang ketujuh kalinya, dengan karakteristik buah yang tetap konsisten.

‎Keunggulan utama dari varietas ini, selain kemampuannya berbuah banyak, adalah daya tahan yang luar biasa terhadap penyakit. Pringadi menjelaskan, disaat pohon pisang lain di sekitarnya habis terserang virus atau yang oleh warga lokal disebut sebagai penyakit “bombrong”, pisang milik Pringadi ini tetap tumbuh sehat. Bahkan, bibit ini tetap mampu bertahan meskipun ditanam di lahan bekas tanaman yang sebelumnya terjangkit virus.

“Secara fisik, pisang ini termasuk dalam jenis Ambon, namun memiliki perbedaan dengan Ambon Jawa pada umumnya,” ujar Pringadi.

‎Kulit buahnya cenderung berwarna agak kehijau-hijauan dengan rasa yang manis. Ukuran buahnya pun tergolong besar, dimana satu pohon yang dipanen pernah terjual dengan harga mencapai Rp130.000. Meski memiliki nilai ekonomi tinggi, Pringadi mengaku lebih sering mengonsumsi buah tersebut bersama keluarga dan membagikannya kepada tetangga sekitar.

Facebook Comments Box

Penulis : Red jateng

Editor : Red jateng

Berita Terkait

Miris , warga beli urug sendiri guna bahu jalan biar rata.
Arahkan Kendaraan Besar Masuk Tol, Satlantas Polres Pemalang Meminimalisir Angka Kecelakaan
Bhabinkamtibmas Desa Kampung Toyapakeh Laksanakan Pendataan Penduduk Pendatang
Pelayanan Humanis, Polantas Menyapa Masyarakat di Unit SIM Polres Badung
Bahu Membahu, Satgas TMMD dan Masyarakat Percepat Pembangunan Talud Irigasi
Anggota DPR -RI Rizal Bawazier : Aturan Truk Sumbu 3 Masuk Tol Harus Dilaksanakan
Anggota Kamsel Satuan Lalu Lintas Polres Karangasem Laksanakan Penerangan keliling di Pasar Timur Amlapura
Reses Dr. Kiki Handoko di Desa Sumbul Dinilai Hanya Seremonial, Warga Kecewa
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:19

Miris , warga beli urug sendiri guna bahu jalan biar rata.

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:07

Viral dan langka, Pisang Berbuah Lebih dari Satu

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:32

Arahkan Kendaraan Besar Masuk Tol, Satlantas Polres Pemalang Meminimalisir Angka Kecelakaan

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:58

Pelayanan Humanis, Polantas Menyapa Masyarakat di Unit SIM Polres Badung

Selasa, 19 Mei 2026 - 08:56

Bahu Membahu, Satgas TMMD dan Masyarakat Percepat Pembangunan Talud Irigasi

Berita Terbaru

Papua Barat

Polda Papua Barat Gelar Operasional TW I Tahun 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:52

Uncategorized

Miris , warga beli urug sendiri guna bahu jalan biar rata.

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:19

Uncategorized

Viral dan langka, Pisang Berbuah Lebih dari Satu

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:07