Tak Hanya di Pasar, Satgas Pangan Pusat- Bapanas dan Satgas Daerah Sidak Harga Beras hingga Penggilingan di Bali

Jumat, 11 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DENPASAR – Pengawasan harga dan mutu beras di Bali terus diperketat. Kali ini, Satgas Pangan Pusat bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Satgas Pangan Daerah turun langsung ke lapangan untuk memastikan harga beras tetap terkendali, mutu terjaga, serta penyalurannya berjalan sesuai ketentuan pemerintah.

Pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pedagang di pasar tradisional, ritel modern, distributor, hingga penggilingan padi. Langkah ini menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan, khususnya beras yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat.

Pada Kamis (10/9/2026), tim gabungan melaksanakan Inspeksi Mendadak (Sidak) di sejumlah titik di wilayah Denpasar. Kegiatan tersebut menyasar Toko Kamila di Pasar Kreneng, Supermarket Bintang di Jalan Hayam Wuruk, distributor UD. Sari Limo di Jalan Gatot Subroto, serta penggilingan padi UD. Sari Bulan Utama di Jalan Cargo Sari, Denpasar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 Wita tersebut dipimpin langsung oleh Kombes Pol. Jon Wesly Arianto, S.I.K., M.I.Kom. dari Satgas Pangan Mabes Polri.

Di setiap lokasi, petugas melakukan pengecekan secara detail terhadap kondisi harga dan mutu beras sekaligus memantau perkembangan harga di tingkat rantai perdagangan. Apabila ditemukan harga yang perlu disesuaikan, petugas mendorong pelaku usaha untuk melakukan penyesuaian harga jual agar tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Pengawasan tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga mengedepankan pendekatan dialogis. Petugas menyerap langsung berbagai aspirasi dan kendala yang dihadapi para pedagang, distributor, hingga pengusaha beras dalam menjalankan usahanya.

Berbagai masukan tersebut selanjutnya akan dihimpun dan dilaporkan kepada pemerintah di tingkat pusat sebagai bahan evaluasi sekaligus referensi dalam menentukan kebijakan pangan yang lebih tepat, efektif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K. menegaskan bahwa keterlibatan Satgas Pangan Pusat, Bapanas, dan Satgas Pangan Daerah menunjukkan bahwa pengawasan pangan dilakukan secara terpadu dan berkesinambungan.

“Pengawasan ini bukan sekedar melihat angka harga di lapangan, tetapi memastikan masyarakat mendapatkan beras dengan harga yang wajar dan mutu yang sesuai. Karena itu, Satgas Pangan bersama Bapanas turun langsung dari pasar hingga distributor dan penggilingan untuk melihat kondisi secara nyata,” tegas Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K.

Menurutnya, kehadiran petugas di lapangan juga menjadi ruang untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi para pelaku usaha beras.

“Kami juga mendengarkan aspirasi pedagang, distributor maupun pengusaha beras. Setiap persoalan yang ditemukan dan masukan yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi untuk dilaporkan ke tingkat pusat. Harapannya, kebijakan yang diambil nantinya benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

Perwira lulusan Akpol 1998 ini menambahkan, Polri bersama Bapanas dan seluruh pemangku kepentingan terkait akan terus menjaga keseimbangan antara kepentingan masyarakat sebagai konsumen dan keberlangsungan usaha para pelaku perdagangan beras.

“Prinsipnya sederhana, masyarakat harus mendapatkan pangan yang aman, bermutu dan terjangkau, sementara para pedagang dan pelaku usaha juga harus mendapatkan kepastian dalam menjalankan usahanya. Pengawasan ini kita lakukan untuk menjaga keseimbangan tersebut,” jelasnya.

Ia memastikan Satgas Pangan Polda Bali akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan Satgas Pangan Pusat serta Bapanas guna mengantisipasi potensi gejolak harga maupun persoalan distribusi beras di wilayah Bali.

“Kami ingin memastikan tidak ada pihak yang dirugikan. Masyarakat terlindungi, distribusi berjalan, harga terkendali, dan pelaku usaha dapat menjalankan aktivitasnya secara sehat sesuai aturan. Inilah bentuk nyata negara hadir untuk menjaga kebutuhan pangan masyarakat,” pungkas Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Beras Jadi Perhatian, Satgas Pengawasan Harga dan Mutu Beras Sidak ke Pasar dan Distributor
Polsek Tabanan Respon Cepat Pengaduan Masyarakat Melalui Call Center 110
Posyandu Kemala Bhayangkari Polres Tabanan Pantau Kesehatan dan Tumbuh Kembang Anak
Polres Badung Perkuat Literasi Digital Personel Bersama AMSI Bali
Arus Lalin di Simpang Short Cut Canggu Tibubeneng Padat Personel Polsek Kuta Utara Siaga Atur Lalin
Polsek Mengwi Tingkatkan Sabuk Kamtibmas Jelang Pilkel Desa Baha
Patroli malam bersama Linmas Kelurahan Sading, sinergi jaga keamanan lingkungan
Polri Perkuat Koordinasi PPNS melalui Rakor Korwas PPNS 2026
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 16:52

Beras Jadi Perhatian, Satgas Pengawasan Harga dan Mutu Beras Sidak ke Pasar dan Distributor

Jumat, 11 September 2026 - 15:47

Polsek Tabanan Respon Cepat Pengaduan Masyarakat Melalui Call Center 110

Jumat, 11 September 2026 - 15:09

Posyandu Kemala Bhayangkari Polres Tabanan Pantau Kesehatan dan Tumbuh Kembang Anak

Jumat, 11 September 2026 - 13:57

Polres Badung Perkuat Literasi Digital Personel Bersama AMSI Bali

Jumat, 11 September 2026 - 07:10

Arus Lalin di Simpang Short Cut Canggu Tibubeneng Padat Personel Polsek Kuta Utara Siaga Atur Lalin

Berita Terbaru