GARUDAPOST.ID, Kota Gorontalo — Setelah 56 tahun memberikan pelayanan kesehatan, RSIA Sitti Khadijah Asyiah Kota Gorontalo tengah mempersiapkan transformasi menjadi Rumah Sakit Umum (RSU). Perubahan tersebut menjadi langkah untuk memperluas cakupan pelayanan, dari yang selama ini berfokus pada kesehatan ibu dan anak menjadi layanan kesehatan yang lebih luas bagi masyarakat.
Rencana tersebut menjadi bagian dari perkembangan rumah sakit yang telah mengawali kiprahnya sebagai Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA). Pada masa itu, BKIA diprakarsai oleh ibu-ibu Asyiah dan diinisiasi oleh dr. Asnawi Kumali, SpOG (alm.). Seiring waktu, BKIA berkembang menjadi Rumah Bersalin sebelum bertransformasi menjadi Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA).
Dalam kunjungan tersebut, tim media disambut Direktur Utama, dr. Rusli A. Katili, MARS. Selain membahas perkembangan layanan, turut ditanyakan mengenai persoalan yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.
Menanggapi hal tersebut, dr. Rusli A. Katili, MARS menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah menjadi ranah pihak berwenang.
“Itu sudah menjadi urusan pihak kepolisian, tidak perlu dibahas,” ujarnya singkat.
Selama 56 tahun, berbagai pengembangan dilakukan pada aspek pelayanan, fasilitas, dan sumber daya manusia. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya menyesuaikan layanan dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Kini, persiapan menuju status RSU menjadi fokus pengembangan berikutnya. Dengan perubahan tersebut, cakupan layanan diharapkan dapat menjangkau kebutuhan kesehatan masyarakat secara lebih menyeluruh, tidak terbatas pada pelayanan ibu dan anak.
Dengan dukungan tenaga kesehatan, fasilitas yang terus dikembangkan, serta kepercayaan masyarakat, rumah sakit ini memasuki usia ke-56 dengan agenda baru untuk memperluas peran dalam pelayanan kesehatan di Kota Gorontalo.
(Bersambung…)
Narasumber:RSIA
Penulis : RK
Editor : RK
Sumber Berita: Direktur Utama RSIA

























