Bekasi – Garudapost.id – Sekitar 600 hektar lahan persawahan di Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, mengalami kekeringan akibat minimnya pasokan air hingga Oktober 2026. Kondisi tersebut menyulitkan petani dalam mengelola lahan dan melanjutkan musim tanam.
Menanggapi situasi tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum mengoperasikan tiga unit pompa untuk mengalirkan air dari Stasiun Pompa Kiwing ke area persawahan melalui tiga jalur selang.
Langkah ini diambil setelah tim melakukan peninjauan langsung ke lokasi dan menemukan kondisi kekeringan yang cukup parah. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, telah memerintahkan penanganan cepat sekaligus memastikan data di lapangan akurat agar bantuan dapat segera diberikan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BBWS Citarum, Abdu Ghoni Majdi, menjelaskan bahwa upaya tersebut dilakukan agar para petani dapat kembali mengolah lahan pertanian mereka.
“Penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat dan konkret agar petani dapat kembali bertani,” ujarnya.
Selain memanfaatkan air dari Kali Kiwing, pemerintah juga menyiapkan pompa bergerak berkapasitas 500 liter per detik yang mengambil sumber air dari Sungai Citarum. Selain itu, dua unit pompa bantuan dari BBWS Ciliwung-Cisadane dengan kapasitas masing-masing 80 liter per detik turut disiagakan untuk mendukung suplai air ke lahan pertanian.
BBWS Citarum akan terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah guna memastikan penanganan kekeringan berjalan optimal.
Para petani diimbau untuk tetap waspada dan menggunakan air secara hemat. Jika kondisi kekeringan semakin meluas, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti secepatnya.
Penulis : Asep Dadang
Editor : Redaksi Jabar



















