Garudapost.id, Kota Gorontalo — Konsolidasi internal Partai Golkar kembali diperkuat melalui Musyawarah Kecamatan (Muscam) Partai Golkar Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo, Minggu (4/10/2026).
Forum tersebut tidak sekadar menjadi agenda organisasi untuk menentukan kepengurusan di tingkat kecamatan. Muscam juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarkader, menyamakan arah perjuangan, sekaligus membangun optimisme menghadapi agenda politik Partai Golkar ke depan.
Suasana kegiatan yang dihadiri jajaran pengurus dan kader Partai Golkar itu mendapat perhatian khusus dari Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie.
Menurut Idah, atmosfer yang ia rasakan sejak tiba di lokasi menunjukkan kuatnya kebersamaan kader Golkar di Kecamatan Sipatana.
Ia bahkan menggambarkan pelaksanaan Muscam tersebut memiliki nuansa seperti agenda Musyawarah Daerah (Musda) tingkat Kota Gorontalo.
“Ini Muscam yang keempat di Kecamatan Sipatana. Tetapi ketika saya masuk, suasananya terasa seperti Musda DPD Partai Golkar Kota Gorontalo. Saya melihat semangat yang luar biasa, kekompakan dan keyakinan untuk meraih kemenangan,” ujar Idah dalam sambutannya.
Wakil Gubernur Gorontalo itu menilai kekuatan Partai Golkar di Kota Gorontalo tidak terlepas dari keberadaan kader yang selama ini tetap aktif hingga tingkat paling bawah.
Bagi Idah, struktur partai akan semakin kuat apabila kader di akar rumput terus diberikan ruang untuk bergerak dan berkontribusi.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan DPD Partai Golkar Kota Gorontalo di bawah Ketua Meyke M. Camaru.
Idah menyebut Meyke merupakan salah satu figur yang memiliki semangat untuk membawa Partai Golkar semakin berkembang di Kota Gorontalo.
“Di Kota Gorontalo kita memiliki Ibu Meyke M. Camaru sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Gorontalo. Beliau juga kita kenal sebagai calon Wali Kota Gorontalo. Ini tentu menjadi sebuah semangat. Karena itu, mengapa tidak kita memberikan dukungan kepada Ibu Meyke,” katanya.
Lebih jauh, Idah menegaskan bahwa Muscam memiliki posisi penting dalam perjalanan organisasi. Menurutnya, pergantian atau penetapan kepengurusan bukanlah satu-satunya tujuan dari kegiatan tersebut.
Muscam, kata dia, harus mampu menghasilkan kesamaan pandangan di antara seluruh kader sehingga mesin organisasi dapat bergerak dalam satu arah.
“Yang kita lakukan melalui Muscam bukan semata-mata mencari siapa yang akan memimpin Partai Golkar di Kecamatan Sipatana. Yang lebih penting adalah bagaimana forum ini menjadi tempat untuk membangun kesamaan persepsi dan memperkuat seluruh kekuatan Partai Golkar,” jelasnya.
Semangat konsolidasi itu semakin terasa karena Muscam Sipatana turut dirangkai dengan peluncuran rangkaian peringatan HUT ke-62 Partai Golkar.
Momentum tersebut diharapkan menjadi pemantik bagi kader untuk kembali memperkuat komunikasi, kebersamaan, serta kerja-kerja politik di tengah masyarakat.
Idah berharap memasuki usia ke-62, seluruh jajaran Partai Golkar di Kota Gorontalo mampu menjaga kekompakan dan tidak kehilangan semangat untuk memenangkan berbagai agenda politik mendatang.
“Kita berharap setelah peluncuran peringatan HUT ke-62 ini, konsolidasi dan kebersamaan seluruh kader Partai Golkar di Kota Gorontalo semakin baik. Kita harus percaya bahwa ke depan kita mampu meraih kemenangan besar,” tegasnya.
Namun bagi Idah, kemenangan politik bukan semata-mata tentang kepentingan partai. Ia menekankan bahwa kekuatan politik yang dibangun Partai Golkar harus pada akhirnya memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Bukan hanya kemenangan untuk Golkar, tetapi kemenangan yang memberikan manfaat dan menjadi kemenangan bagi seluruh rakyat,” pungkas Idah.Saya juga sengaja mengubah struktur berita: tidak lagi dimulai dari kutipan “Muscam rasa Musda”, tetapi dari konteks konsolidasi, kemudian suasana acara, pandangan Idah soal kader, Meyke M. Camaru, fungsi Muscam, hingga HUT Golkar.
Penulis : Ruslan
Editor : Ruslan
Sumber Berita: Humas



















