
garudost.id MANOKWARI,PAPUA BARAT Cakupan imunisasi campak dan rubela (MR) dalam penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di Kabupaten Manokwari mencapai 91 persen hingga Senin (12/10/2026). Berdasarkan dashboard cakupan imunisasi, sebanyak 6.975 dosis telah diberikan dari sasaran 7.667 anak. Capaian ini mendekati target minimal 95 persen, tetapi percepatan pelayanan masih diperlukan agar perlindungan kesehatan anak menjangkau seluruh wilayah.
Pelaksanaan imunisasi melalui Outbreak Response Immunization (ORI) berlangsung serentak di 16 puskesmas pada 5–17 Oktober 2026. Program ini menyasar anak usia 9 bulan hingga kurang dari 5 tahun sebagai bagian dari upaya penanggulangan KLB Campak di Kabupaten Manokwari.
Meski cakupan kabupaten telah mencapai 91 persen, pemerataan pelayanan masih menjadi tantangan. Dashboard mencatat 88 dari 186 kampung dan kelurahan telah mencapai cakupan minimal 95 persen. Artinya, masih ada 98 kampung dan kelurahan yang belum tercatat mencapai target tersebut.
Berdasarkan laporan perkembangan imunisasi per 12 Oktober 2026, tujuh puskesmas telah mencapai cakupan minimal 95 persen, yakni Puskesmas Masni, Sowi IV, Warmare, Mokwam, Pasir Putih, Nuni, dan Wosi. Capaian tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan ORI di Kabupaten Manokwari.
Data per puskesmas menunjukkan capaian tertinggi tercatat di Puskesmas Pasir Putih sebesar 152 persen, disusul Masni 151,6 persen, Sowi IV 142 persen, Mokwam 128,7 persen, Warmare 127,3 persen, Wosi 107,6 persen, dan Nuni 105,3 persen. Persentase di atas 100 persen perlu dicermati berdasarkan kesesuaian data sasaran dan pencatatan dosis di masing-masing wilayah.
Sementara itu, beberapa puskesmas masih mencatat cakupan rendah. Puskesmas Sidey mencapai 32,9 persen, Amban 47,4 persen, Pulau Mansinam 60,4 persen, dan Sanggeng 61,9 persen. Puskesmas Sanggeng juga mencatat 762 anak belum diimunisasi berdasarkan dashboard, sedangkan Amban mencatat 274 anak dan Sidey 186 anak.
Perbedaan capaian tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan program tidak cukup dinilai dari persentase kabupaten secara keseluruhan. Wilayah dengan cakupan rendah membutuhkan perhatian khusus agar anak-anak yang belum mendapatkan pelayanan dapat dijangkau. Pendataan yang akurat dan komunikasi dengan orang tua menjadi bagian penting dalam mendukung pemerataan imunisasi.
Untuk mengejar target minimal 95 persen, percepatan pelayanan perlu dilanjutkan hingga akhir jadwal ORI pada 17 Oktober 2026. Puskesmas bersama pemerintah kampung dan kelurahan, kader kesehatan, serta unsur masyarakat perlu memperkuat pendataan dan penjangkauan sasaran. Pemutakhiran data juga diperlukan untuk memastikan setiap dosis tercatat dengan benar.
Memasuki hari ketujuh pelaksanaan, capaian 91 persen menjadi perkembangan penting dalam penanggulangan KLB Campak di Kabupaten Manokwari. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan wilayah yang belum mencapai target mendapatkan perhatian dan anak-anak yang belum diimunisasi dapat dijangkau. Pemerataan pelayanan menjadi kunci untuk memperkuat perlindungan kesehatan anak di seluruh Kabupaten Manokwari.
Penulis: Domlok


















