PANGKEP — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan terjadi di sejumlah titik di Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, sejak 11 Oktober 2026. Hingga Minggu (18/10/2026), penyebab pasti kebakaran tersebut belum diketahui.
Lurah Kassi, Kecamatan Balocci, Andi Cenrara, mengatakan kebakaran terjadi secara bersamaan di beberapa lokasi. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala bagi tim gabungan dalam melakukan upaya penanganan.
Menurut keterangannya, sebaran kebakaran mencakup wilayah Kassi, Tonasa, Balocci Baru, dan Balleangin. Api juga dilaporkan meluas hingga ke area di belakang gereja di Kelurahan Tonasa I.
“Bapak, kalau diperhatikan, kebakarannya meluas sampai di belakang gereja Kelurahan Tonasa I. Yang kita lihat sekarang itu magrib kemarin, dengan titik awal di belakang KDKMP Kelurahan Kassi, kemudian melebar ke belakang,” ujar Andi Cenrara saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Ia menjelaskan, tim gabungan menghadapi kondisi medan yang cukup berat dan berisiko selama proses penanganan. Dalam keterangannya, ia menyebut empat titik kebakaran baru berhasil ditangani pada hari tersebut setelah petugas melakukan upaya penanganan sejak pagi hingga malam.
Sejumlah unsur dilaporkan terlibat dalam penanganan karhutla tersebut, antara lain petugas pemadam kebakaran, Manggala Agni, pihak taman nasional, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan, personel TNI dari Koramil, personel Polri dari Polsek, serta pemerintah kecamatan.
“Bapak, sudah seminggu wilayah kami mengalami karhutla di beberapa titik lokasi berbeda. Teman-teman dari tim pemadam, Manggala Agni, Taman Nasional, BPBD, relawan, personel Koramil, Polsek, dan pemerintah kecamatan mengupayakan segala sesuatu sesuai dengan SOP,” ungkapnya.
Andi Cenrara menambahkan, pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru maupun kemungkinan meluasnya kebakaran ke wilayah lain.
Selain menghadapi kebakaran di sejumlah titik, tim gabungan juga harus memperhatikan kondisi medan di sekitar lokasi. Salah satu area penanganan berada di dekat tebing tinggi dengan material yang dilaporkan rawan pecah dan jatuh menggelinding ke bagian bawah.
Kondisi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat maupun petugas yang melakukan penanganan di lapangan.
Berdasarkan keterangan yang diterima, tim gabungan telah meninggalkan lokasi setelah melakukan proses pendinginan di area bawah tebing. Hal itu dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi material di bagian atas yang masih berpotensi pecah dan jatuh.
“Struktur material di atas rawan pecah dan jatuh menggelinding, membahayakan masyarakat dan tim pemadam. Tebingnya tinggi,” demikian keterangan yang disampaikan melalui pesan WhatsApp.
Lokasi kebakaran tersebut juga disebut berada di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bulusaraung, yang secara administratif masuk wilayah Kelurahan Kassi, Kecamatan Balocci.
Saat dikonfirmasi mengenai pemantauan di lokasi, Andi Cenrara menyampaikan bahwa pada malam sebelumnya kawasan tersebut dijaga oleh petugas KPH.
“Semalamji itu, Pak, dijagai sama teman-teman dari KPH,” ujarnya.
Kebakaran yang terjadi di sejumlah titik tersebut turut menjadi perhatian warga setempat. Salah seorang warga mengaku belum pernah menyaksikan kejadian serupa selama tinggal di wilayah tersebut.
“Selama saya tinggal di sini, baru ada kejadian seperti ini,” ujar warga tersebut.
Terkait penyebab kebakaran, warga tersebut juga menyatakan belum mengetahui secara pasti pemicu terjadinya peristiwa tersebut. Penyebab kebakaran hingga kini masih memerlukan penelusuran dan keterangan lebih lanjut dari instansi berwenang.
Pemerintah setempat bersama tim gabungan terus melakukan penanganan dan pemantauan sesuai prosedur operasional standar (SOP), dengan mempertimbangkan kondisi medan serta potensi bahaya di sekitar lokasi.
Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Luas lahan yang terbakar, total kerugian, serta dampak terhadap kawasan hutan juga belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia.



















