Transparansi Jadi Prioritas: Disdikbud Tanah Datar Buka Buku, Kelola RP3,4 MILIAR Dana TKD Untuk Sekolah Dampak Bencana

Jumat, 23 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANAH DATAR, garudapos.id — Cahaya transparansi kini menyinari pengelolaan anggaran pendidikan di Kabupaten Tanah Datar. Tak ada lagi yang tersembunyi dari pandangan publik. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan secara resmi membuka rincian pengelolaan Dana Pengembalian Transfer Keuangan Daerah (TKD) dalam pemaparan terbuka yang berlangsung penuh keterbukaan di Aula Disdikbud Tanah Datar, Jumat (23/10/2026).

 

Langkah ini bukan sekadar prosedur biasa. Ini adalah bukti nyata bahwa uang rakyat harus diketahui, diawasi, dan dipertanggungjawabkan kepada rakyat. Setiap Organisasi Perangkat Daerah yang menerima dana TKD kini wajib memaparkan secara terbuka, berapa yang diterima, untuk apa digunakan, dan sejauh mana penyerapannya — di hadapan media dan masyarakat luas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Sekretaris Disdikbud Tanah Datar, Mulkhairi, memaparkan dengan jelas: “Kami menerima Dana TKD di DPA Induk sebesar ±Rp2,80 miliar. Dan melalui perubahan anggaran, bertambah lagi ±Rp600 juta. Total mendekati Rp3,4 miliar.” Anggaran utamanya telah mengalir nyata ke lokasi-lokasi sekolah yang terdampak bencana, untuk perbaikan fisik yang sangat dibutuhkan warga sekolah.

 

Artinya: bukan angka di atas kertas semata. Rp2,8 miliar dari DPA induk sudah berwujud pekerjaan fisik yang terlihat di lapangan, menambal kerusakan, memperbaiki ruang kelas, memulihkan tempat belajar yang sempat terganggu. Sisa Rp600 juta dari perubahan anggaran akan menyusul untuk melengkapi kebutuhan yang belum terpenuhi.

 

Kepala Dinas Kominfo Tanah Datar, Dedy Triwidono, menegaskan: “Keterbukaan bukan pilihan, tapi keharusan. Seluruh OPD wajib terbuka kepada awak media, agar informasi yang sampai ke tangan masyarakat adalah data yang akurat, utuh, dan dapat dipercaya.” Pesan sederhana namun bermakna dalam: publik berhak tahu setiap rupiah yang keluar dari kas daerah.

 

Inilah wajib pemerintahan yang sehat, di mana kepercayaan dibangun di atas kejujuran, dan anggaran dipublikasikan tanpa ragu. Semoga semangat terbuka ini terus dijunjung tinggi, sehingga masyarakat Tanah Datar dapat melihat dengan jelas: ke mana dana pergi, dan apa yang telah dihasilkan untuk mereka.***

Facebook Comments Box

Penulis : Roni Leriang

Berita Terkait

Kepala SMPN 8 Karawang Ajak Santri Perkuat Iman dan Semangat Perjuangan di Hari Santri Nasional
Dede Supriyanto, M.Pd. Raih Gelar Magister, Bukti Komitmen dalam Pengembangan Pendidikan
Jembatan Panti Akan Rampung Tepat Waktu Meski Cuaca Kerap Tak Bersahabat Dan Kendala LaLin Buka Tutup
Bupati Eka Putra Apresiasi Bersama Sukseskan Pacu Kuda,Dan Donatur Bersatu Sukseskan Pacu Kuda Bupati Cup
SMPN 8 Karawang Barat Gelar Lomba Videografi dan Desain Poster
Ribuan Warga Hadir, Kasi Propam dan Kasat Reskrim Berbaur di Tengah Keramaian
FIM-WP Mnukwar Sahkan 20 Kader Baru Lewat Pendidikan Politik
Mahasiswa Yahukimo di Manokwari Sampaikan Lima Tuntutan, Soroti Pengungsian dan Dana Bantuan Studi
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:13

Transparansi Jadi Prioritas: Disdikbud Tanah Datar Buka Buku, Kelola RP3,4 MILIAR Dana TKD Untuk Sekolah Dampak Bencana

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:54

Kepala SMPN 8 Karawang Ajak Santri Perkuat Iman dan Semangat Perjuangan di Hari Santri Nasional

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:34

Dede Supriyanto, M.Pd. Raih Gelar Magister, Bukti Komitmen dalam Pengembangan Pendidikan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:43

Jembatan Panti Akan Rampung Tepat Waktu Meski Cuaca Kerap Tak Bersahabat Dan Kendala LaLin Buka Tutup

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:51

Bupati Eka Putra Apresiasi Bersama Sukseskan Pacu Kuda,Dan Donatur Bersatu Sukseskan Pacu Kuda Bupati Cup

Berita Terbaru