Tanah Datar, garudapos.id — Nama Kabupaten Tanah Datar kini terukir megah di panggung olahraga Sumatera Barat. Dua putra-putri terbaik dari SMA Negeri 2 Batusangkar membuktikan bahwa bakat dan kegigihan dari Luhak Nan Tuo tak kalah dari mana pun. Arsyad Rahman Fathurillah telah mengantongi medali perunggu, sementara Arumi Indriyanti melaju gagah ke babak final — siap memperebutkan medali tertinggi, membawa harapan dan doa seluruh warga Tanah Datar di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat.
Kisah kebanggaan ini bermula dari kerja keras yang tak kenal lelah. Bersama 11 rekan lainnya, keduanya terpilih mewakili kontingen Sumatera Barat setelah menembus seleksi ketat — bukti bahwa SMA 2 Batusangkar bukan sekadar tempat belajar, melainkan wadah yang melahirkan atlet tangguh. Di bawah bimbingan Guru Olahraga Fauzan, persiapan dilakukan secara menyeluruh: menjaga fisik, mengasah mental, dan menyatukan semangat kebersamaan demi satu tujuan — mengharumkan nama daerah yang dicintai.
“Anak-anak ini tidak hanya membawa nama sekolah — mereka membawa nama baik seluruh Tanah Datar,” ujar Kepala Sekolah SMA 2 Batusangkar, Sumintarto Nurwahyudi, S.Pd., M.M., saat menerima awak media di ruang kerjanya, Selasa (06/10/2026). “Bertandinglah dengan jujur, sopan, dan sekuat tenaga. Kemenangan memang diidamkan, namun cara meraihnya jauh lebih berharga. Pulanglah dengan kebanggaan bahwa kalian telah berjuang sebaik mungkin untuk daerah ini,” pesannya tulus mengiringi langkah mereka.
Arsyad Rahman Fathurillah, siswa kelas XI F3 cabang Sambo, menjadi yang pertama membuka pesta prestasi. Dengan ketenangan dan ketangkasan yang mengagumkan, ia mengalahkan lawan-lawannya hingga meraih medali perunggu, Bagi SMA 2 Batusangkar sekaligus nama Tanah Datar di ajang ini. Tak kalah mengesankan, Arumi Indriyanti, siswi kelas XI F4 cabang Pencak Silat, melaju tanpa ragu ke babak final yang akan digelar. Satu per satu lawan ditaklukkan, menegaskan bahwa keperkasaan silat Minangkabau masih mengalir kuat di darahnya.
Kini seluruh mata warga Tanah Datar tertuju pada langkah Arumi. Satu medali sudah di tangan, satu lagi sedang diperjuangkan di garis finis. “Mereka adalah bukti bahwa di tanah yang subur ini, lahir anak-anak yang mampu berdiri tegak di panggung terluas,” ujar Fauzan selaku pembina. “Apapun hasilnya, mereka sudah menjadi pemenang di hati kami semua. Tetaplah berjuang, Arumi — Tanah Datar menyemangatimu!” serunya penuh keyakinan.
Prestasi ini bukan milik dua orang saja — ini milik seluruh warga Tanah Datar. Dari Bukit Barisan hingga Lembah Ombilin, doa menyatu mengiringi langkah mereka. Semoga semangat yang dibawa dari Batusangkar terus menyala di arena pertandingan. Arsyad telah membuktikan, Arumi sedang melangkah — dan nama Tanah Datar akan terus terukir tinggi, di atas panggung olahraga maupun di pentas yang lebih besar lagi.***
Penulis : Roni Leriang
Editor : M.Roni



















