Bang Yd Bayar Uang Sekolah Erika Mendrofa di SMA Swasta Pemda 2 Gunungsitoli.

Selasa, 31 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunungsitoli, Sumatera Utara.

Garudapost.id – Di tengah banyaknya anak-anak Indonesia yang terancam putus sekolah karena keterbatasan ekonomi, sebuah kisah haru datang dari Kota Gunungsitoli.
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Rakyat Kota Gunungsitoli datang langsung ke SMA Pemda 2 Gunungsitoli, Senin (30/3/2026), untuk membantu seorang siswi berprestasi bernama Erika Mendrofa, yang sempat terancam putus sekolah karena kondisi ekonomi keluarganya.

Erika bukan anak biasa.
Ia dikenal sebagai anak yang pintar, rajin belajar, dan berprestasi sejak SD hingga SMA. Bahkan, Erika termasuk kerap meraih juara-Juara di sekolah, termasuk menjadi juara umum.
Namun seperti banyak kisah anak-anak hebat lainnya di negeri ini,
prestasi saja terkadang belum cukup untuk membuat mereka tetap bertahan di bangku sekolah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di balik semangat belajarnya, Erika menyimpan kenyataan pahit:
ia hampir kehilangan kesempatan untuk melanjutkan sekolah hanya karena biaya. Dan di titik itulah, kepedulian hadir. “Apakah Kita Akan Diam?”

Tokoh muda yang akrab disapa Bang YD, yaitu Bang Yusman Dawolo, menyatakan bahwa dirinya tidak ingin tinggal diam melihat anak-anak pintar harus menyerah pada keadaan.

“Apakah kita akan diam saat anak-anak pintar harus berhenti sekolah hanya karena biaya? Apakah kita rela melihat cita-cita kematian mereka hanya karena keadaan?” Pesan Bang YD

Menurut Bang YD, setiap anak, apa pun latar belakang keluarganya, mempunyai hak yang sama untuk belajar, tumbuh, dan memiliki masa depan yang layak.

“Bang YD tidak akan diam, karena setiap anak, apa pun latar belakang keluarganya, berhak untuk belajar, bertumbuh, dan memiliki masa depan yang layak,” tegasnya.

Bagi Bang YD, membantu pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu bukan sekedar memberi uang sekolah. Lebih dari itu, ini adalah tentang menyelamatkan harapan, menjaga martabat keluarga kecil, dan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

“Satu anak yang tetap bersekolah hari ini, bisa menjadi cahaya bagi banyak orang di masa depan. Ketika anak ini berhasil, maka dia bisa membantu adik-adiknya sekolah dan membahagiakan kedua ibu bapaknya,” tambahnya.

Beasiswa Hingga Tamat SMA
Dalam kunjungan itu, Bang YD melalui DPD Gerakan Rakyat Kota Gunungsitoli memberikan bantuan beasiswa pendidikan kepada Erika Mendrofa hingga tamat SMA.

Kabar menggembirakan ini disampaikan langsung di lingkungan sekolah, didampingi oleh sejumlah pengurus Gerakan Rakyat Kota Gunungsitoli, di antaranya: Ibu Yustina Halawa (Bendahara), Famoni S. Zebua (Sekretaris), Faozanolo Zebua, Nadia Suprina Cui, Sho Lastrinda Yessy, Valentina Daeli,
dan jajaran lainnya.

Kehadiran mereka tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa satu pesan besar:
anak-anak hebat dari keluarga kurang mampu tidak boleh berjalan sendirian.

Tangis Syukur Erika: “Semoga Tuhan Membalas Semua Kebaikannya”

Momen itu pun menjadi sangat emosional bagi Erika Mendrofa.
Siswi yang meraih penghargaan tersebut mengaku sangat bersyukur dan terharu atas perhatian yang diberikan oleh DPD Gerakan Rakyat Kota Gunungsitoli dan Bang YD.

“Terima kasih kepada Gerakan Rakyat, terima kasih kepada Bang YD, atas dukungan penuh untuk menyekolahkan saya sampai tamat di bangku SMA Pemda 2 Gunungsitoli. Tidak ada ketidakseimbangan dari saya, semoga Tuhan Yang Maha Esa membalas semua kebaikannya dan seluruh anggota keluarga mendapatkan kebahagiaan,” ungkap Erika penuh haru.

Ucapan Erika sontak menyentuh banyak hati. Sebab dibalik kalimat sederhana itu, ada satu kenyataan yang sangat dalam:
betapa banyak anak pintar di luar sana yang sesungguhnya hanya membutuhkan satu kesempatan untuk tetap bertahan.

“Tetap Semangat, Raih Cita-Citamu”
Perwakilan Gerakan Rakyat Kota Gunungsitoli, Faozanolo Zebua, juga menyampaikan bahwa bantuan ini adalah bentuk nyata kepedulian terhadap pendidikan anak bangsa.

“Hari ini kami dari Gerakan Rakyat datang ke SMA Pemda Gunungsitoli untuk memberikan bantuan beasiswa dari Bang YD kepada Erika. Kami berharap Erika tetap semangat belajar, mencapai cita-citamu, sehingga ke depan Erika bisa berhasil,” ujarnya.

Pesan itu sederhana, namun sangat berarti, terutama bagi anak-anak muda yang sedang berjuang mengejar mimpi di tengah keterbatasan.

Kisah Erika Adalah Wajah Indonesia Hari Ini
Kisah Erika bukanlah kisah tunggal. Hari ini, masih banyak anak-anak Indonesia yang cerdas, rajin, dan penuh semangat belajar, tetapi berada di ambang putus sekolah karena orang tua mereka tidak mampu. Mereka tidak kekurangan mimpi. Mereka tidak kekurangan semangat. Mereka hanya kekurangan kesempatan.

Dan di situlah masyarakat diuji:
apakah kita akan peduli, atau memilih diam? Bagi banyak ibu, kisah seperti Erika terasa sangat dekat di hati. Karena tidak ada yang lebih menyayat selain melihat seorang anak yang mempunyai masa depan cerah, tetapi hampir kehilangan semuanya hanya karena biaya sekolah.

Bagi anak-anak muda, kisah Erika adalah pengingat bahwa masih banyak teman sebaya mereka yang sedang berjuang bukan hanya untuk lulus, tetapi untuk tetap bisa sekolah.

Anak Pintar Tidak Boleh Kalah Karena Orang Tua Tidak Mampu

Apa yang dilakukan Bang YD dan Gerakan Rakyat Kota Gunungsitoli hari ini menjadi pesan kuat bagi banyak orang: anak pintar tidak boleh kalah hanya karena lahir dari keluarga yang tidak mampu.

Sebab ketika satu anak menyelamatkan pendidikannya,
yang sebenarnya menyelamatkan bukan hanya satu orang. Tetapi juga: satu keluarga, satu masa depan, satu harapan, dan mungkin, satu generasi.

Di tengah kerasnya kehidupan hari ini, tindakan kecil yang tepat waktu bisa menjadi alasan seorang anak tetap berdiri, tetap belajar, dan tetap percaya bahwa masa lalu masih layak diperjuangkan.

Dan bagi Erika Mendrofa,
hari itu mungkin akan selalu ia kenang sebagai hari ketika harapannya yang hampir padam…
dinyalakan kembali.

Penulis : (Yarmend)

Editor : Armend

Berita Terkait

Kuwu Apud Dapat Nomor Urut 2,di Pilkades Kertasari Warga nyatakan Dukungannya.
Minggon Perdana Camat Baru Pakisjaya, Ferry Muharam Serap Aspirasi Petani Terdampak Kekeringan
Rapat Minggon Desa Karyasari Bahas Banjir hingga Stunting 29 Anak Tercatat dan Publik Disiapkan 
Kebakaran Kamar Akibat Puntung Rokok Di Desa Sindangwangi Renggut Nyawa Lansia
TOHA — TULUS, OPTIMIS, HARMONIS, AMANAH: SIAP WUJUDKAN DESA AMANSARI MAJU, ADIL, DAN SEJAHTERA PERIODE 2026-2034
KPM di Limau Gadang Mengaku Takut dan Bingung, Dugaan Persoalan Bansos PKH hingga Ancaman Penghapusan Berita Jadi Sorotan
PJT II dan BBWS Citarum Normalisasi Irigasi di Jayakerta
Transparan Tanpa Intervensi! 210 Bakal Calon Kades di Karawang Jalani Tes CAT di Unsika
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 02:40

Kuwu Apud Dapat Nomor Urut 2,di Pilkades Kertasari Warga nyatakan Dukungannya.

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:22

Minggon Perdana Camat Baru Pakisjaya, Ferry Muharam Serap Aspirasi Petani Terdampak Kekeringan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:03

Rapat Minggon Desa Karyasari Bahas Banjir hingga Stunting 29 Anak Tercatat dan Publik Disiapkan 

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:02

Kebakaran Kamar Akibat Puntung Rokok Di Desa Sindangwangi Renggut Nyawa Lansia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:44

TOHA — TULUS, OPTIMIS, HARMONIS, AMANAH: SIAP WUJUDKAN DESA AMANSARI MAJU, ADIL, DAN SEJAHTERA PERIODE 2026-2034

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:59