Bupati Deli Serdang Lantik 29 Pejabat dan Kepala Sekolah, Tekankan Evaluasi Kinerja dan Integritas

Jumat, 8 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Garudapost.id// Sumut

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

LUBUK PAKAM – Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, melantik 29 pejabat administrator, pejabat fungsional, serta kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang. Pelantikan berlangsung di Aula Cendana Lantai I Kantor Bupati Deli Serdang, Kamis (7/5/2026).

 

Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Bupati Deli Serdang oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Deli Serdang, M. Yusuf. Adapun keputusan yang dibacakan yakni Nomor 100.3.3.2/369/KPTS/2026, Nomor 100.3.3.2/370/KPTS/2026, Nomor 100.3.3.2/375/KPTS/2026, dan Nomor 100.3.3.2/376/KPTS/2026.

 

Dalam keputusan tersebut, salah satunya dilakukan pemberhentian dengan hormat terhadap Sdr. Kamaruzzaman, S.Pd dari jabatan Kepala Bidang BPHTB, Retribusi Daerah dan Dana Bagi Hasil Pajak Pemerintah Provinsi pada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Deli Serdang.

 

Selain itu, turut dilakukan pengangkatan sejumlah pejabat baru, di antaranya Mehamat Arif Fianta, sebagai Pengawas Koperasi Ahli Muda pada Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Deli Serdang, serta Liza Widyawati Saragih, sebagai Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Ahli Pertama pada UPT Puskesmas Mulyorejo Kecamatan Sunggal.

 

 

Pada sektor pendidikan, Bupati juga melantik sejumlah kepala sekolah, di antaranya Nuratini, sebagai Kepala UPT SPF SD Negeri 104288 Batu Gingging Kecamatan Bangun Purba dan Isnora Damanik, sebagai Kepala UPT SPF SMP Negeri 1 Labuhan Deli.

 

Dalam arahannya, Bupati Deli Serdang menegaskan bahwa pelantikan dan pergeseran jabatan dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja. Ia menyebutkan bahwa pejabat maupun kepala sekolah yang tidak mampu menunjukkan hasil kerja akan dievaluasi, bahkan dapat dicopot dari jabatannya.

 

“Hari ini saya tunaikan janji saya. Yang enam bulan tidak bisa bekerja saya geser. Kepala sekolah yang tidak mampu melakukan perbaikan juga saya geser posisinya,” tegas Bupati.

 

Bupati juga menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Deli Serdang membutuhkan aparatur yang memiliki dedikasi, integritas, dan semangat juang tinggi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

 

“Deli Serdang membutuhkan pejabat yang mempunyai dedikasi, integritas, dan semangat juang tinggi. Tidak ada tempat bagi pejabat yang hanya berlindung di balik jabatan tanpa memberikan dampak bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Secara khusus kepada 26 kepala sekolah yang baru dilantik, Bupati meminta agar segera menunjukkan perubahan nyata di sekolah masing-masing dalam enam bulan ke depan. Kepala sekolah, menurutnya, harus menjadi sosok visioner yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan serta menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi siswa.

 

Ia juga menegaskan pentingnya pengelolaan dana BOS yang transparan dan tepat sasaran, serta tidak akan memberikan toleransi terhadap penyalahgunaan anggaran pendidikan.

 

“Tidak ada tempat bagi yang menyalahgunakan dana pendidikan untuk kepentingan pribadi. Saya ingin sekolah menjadi rumah kedua yang nyaman bagi anak-anak dan mampu melahirkan generasi berkualitas,” ungkapnya.

 

Selain itu, Bupati meminta seluruh pejabat dan kepala sekolah untuk bekerja selaras dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Deli Serdang yang tertuang dalam RPJMD 2025–2030, serta fokus pada program pembangunan daerah.

 

Mengakhiri arahannya, Bupati berharap seluruh pejabat yang dilantik dapat menunjukkan peningkatan kinerja nyata demi mewujudkan pelayanan publik dan kualitas pendidikan yang lebih baik di Kabupaten Deli Serdang.

Penulis : (S Tarigan)

Editor : ARMAN (PIMRED) SUMUT

Berita Terkait

Kuwu Apud Dapat Nomor Urut 2,di Pilkades Kertasari Warga nyatakan Dukungannya.
Polsek Patumbak Cek Lokasi Dugaan Judi Dadu Putar di Warung Pak Kulit, Hasil Nihil
Minggon Perdana Camat Baru Pakisjaya, Ferry Muharam Serap Aspirasi Petani Terdampak Kekeringan
Rapat Minggon Desa Karyasari Bahas Banjir hingga Stunting 29 Anak Tercatat dan Publik Disiapkan 
Tanah Galian Menggunung di Depan Rumah Warga, Akses dan Kenyamanan Terganggu
Drainase Rp2,5 Miliar di STM Hilir Diduga Tak Sesuai Spesifikasi
Kebakaran Kamar Akibat Puntung Rokok Di Desa Sindangwangi Renggut Nyawa Lansia
60% Sekolah Dikunjungi Bermasalah Administrasi, Kadisdis Tanah Datar Ungkap Kendala Dana BOSP
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 02:40

Kuwu Apud Dapat Nomor Urut 2,di Pilkades Kertasari Warga nyatakan Dukungannya.

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:48

Polsek Patumbak Cek Lokasi Dugaan Judi Dadu Putar di Warung Pak Kulit, Hasil Nihil

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:22

Minggon Perdana Camat Baru Pakisjaya, Ferry Muharam Serap Aspirasi Petani Terdampak Kekeringan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:03

Rapat Minggon Desa Karyasari Bahas Banjir hingga Stunting 29 Anak Tercatat dan Publik Disiapkan 

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:55

Tanah Galian Menggunung di Depan Rumah Warga, Akses dan Kenyamanan Terganggu

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:59