TANAH DATAR, garudapos.id — Di balik derap kuda yang memecah udara dan sorak penonton yang bergema di Gelanggang Dang Tuanku, tersimpan satu hal yang tak kalah berharga: kebersamaan. Pacu Kuda Open Race dan Tradisional Piala Bupati Cap bukan hanya milik panitia atau pemerintah, ini adalah milik seluruh masyarakat yang bahu-membahu mewujudkannya.
Kemeriahan yang terlihat pada pembukaan 18–19 Oktober 2026 ini adalah buah dari dukungan luas yang datang dari berbagai penjuru. Ketua Pelaksana, Bayu Gaskin, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih sedalam-dalamnya kepada seluruh donatur dan pihak yang telah berkontribusi menyukseskan ajang kebanggaan masyarakat ini. “Setiap nama yang tercatat adalah bukti cinta masyarakat terhadap budaya leluhur,” ucapnya tulus.
Secara khusus, rasa terima kasih yang hangat disampaikan kepada Bupati Tanah Datar, Eka Putra, S.E., M.M., atas dukungan dan perhatiannya terhadap pelestarian budaya tradisi ini. Apresiasi juga ditujukan kepada Bank Nagari yang telah menjadi sponsor utama penyelenggaraan ini, serta kepada Direktur Bank Nagari, Gusti Chandra, atas dukungannya. Kehadiran dukungan tersebut menjadi pendorong semangat bagi panitia untuk bekerja lebih giat demi menghadirkan acara terbaik bagi seluruh masyarakat Tanah Datar.
Partisipasi menyebar luas dari berbagai kalangan
Bank Nagari, Ir. M. Shadiq Pasadigoe, S.H., M.M., Kopi Rangkiang, BPRN, RS Ali Hanafiah Batusangkar, R.M. Guguak Ancak, Bofet Chanta, Pondok Flora, ESI, Rahma Budi, Berkah Ilahi, Restoran Kubang, SPBU Kiambang, SPBU Parak Jua, PDAM, Bungo Padi, RS. Fadhila, PT. Pandora, Central Busana Batusangkar, PT. Adytia Surya, Desrinal, PT. PASINDO, Ketua PORDASI Sumbar, PT. Citra Ina Feedmill, Ketua KONI Tanah Datar, dan PT. Amanah Insanillahia (AMIA).
Tak berhenti di situ, apresiasi juga ditujukan kepada Pemerintah Daerah, unsur Forkopimda, PORDASI Sumatera Barat, seluruh OPD terkait, Niniak Mamak Tigo Nagari, serta Wali Nagari Baringin. Kepada seluruh panitia yang bekerja tanpa kenal lelah, petugas di lapangan, serta masyarakat yang hadir memeriahkan, Bayu menegaskan: keberhasilan alek pacu kuda adalah buah dari kerja sama yang erat. Semua elemen memiliki peran yang sama pentingnya.
Di tengah kemeriahan, pesan kesehatan dan keselamatan tetap menjadi perhatian utama. Pengunjung diimbau tetap menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang belum sepenuhnya bersih, serta selalu waspada terhadap barang bawaan masing-masing. Ketertiban dan kekompakan bersama adalah kunci agar acara berjalan aman dan lancar.
Pacu Kuda Open Race dan Tradisional Piala Bupati Cap. Semoga ajang ini tidak hanya menghadirkan persaingan menarik di lintasan, tetapi juga semakin mempererat tali persaudaraan sekaligus menjaga warisan budaya Minangkabau untuk generasi mendatang.***
Penulis : Roni Leriang



















