Bupati Mesuji Resmikan Pembukaan Sekolah Yayasan Insan Pratama Cendekia Islamic Boarding School

Kamis, 18 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mesuji – Bupati Mesuji Hj. Elfianah menghadiri dan sekaligus meresmikan pembukaan Sekolah Yayasan Insan Pratama Cendekia Islamic Boarding School sekaligus menggelar pengajian akbar dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 Hijriah.

 

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan tersebut dengan mengusung tema “Membentuk Generasi Qur’ani, Berakhlak Mulia dan Berwawasan Global” yang berlangsung di Desa Margo Bakti, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji, pad Rabu (17/06/2026).

 

 

 

Selain membuka dan meresmikan Sekolah Yayasan Insan Pratama Cendekia Islamic Boarding School , juga melakukan penandatanganan prasasti sebagai tanda resmi berdirinya IPC Islamic Boarding School. Acara tersebut berlangsung dengan meriah dan khidmad yang di hadiri ribuan masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Mesuji.

 

 

Komedian Nasional Ajis Gagap hadir bersama penceramah yang memberikan tausiyah kepada masyarakat, dan kehadiran mereka mendapat sambutan hangat dari para jamaah yang hadir dilokasi acara tersebut.

 

 

Ketua Yayasan Insan Pratama Cendekia, Wahyu Riadi, dalam sammbutannya mengucapkan rasa syukur kepada. Allah SWT, atas berdirinya Sekolah Yayasan Insan Pratama Cendekia Islamic Boarding School, semoga bisa menjadi pusat pendidikan Islam dan untuk pembinaan karakter bagi generasi muda di Kabupaten Mesuji.

 

 

Menurutnya, dengan berdirinya Pondok Pesantren tersebut, merupakan sebuah ikhtiar bersama-sama dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga kuat dalam keimanan, berakhlakul karimah, serta memiliki wawasan yang luas untuk menghadapi tantangan zaman,” tuturnya.

 

 

Merasa syukur dan Alhamdulillah, dengan ridho Allah SWT, hari ini kita semua bisa menyaksikan peresmian Sekolah Yayasan Insan Pratama Islamic Cendekia School. Kami berharap lembaga ini dapat. Menjadi tempat lahirnya generasi Qur’ani yang mencintai Al-Qur’an, dan berbakti kepada orang tua, dan menghormati guru, serta mampu memberikan manfaat bangsa dan negara,” tuturnya Wahyu Riadi.

 

 

Ia juga mwnjelaskan, bahwa perkembangan teknologi dan arus globalisasi saat ini bisa membawa berbagai dampak yang perlu di sikapi dengan baik dan bijak. Oleh karena itu, pendidikan agama menjadi salah satu benteng utama dalam membentuk karakter anak-anak agar bisa berpegang teguh pada nilai-nilai agama Islam.

 

 

Wahyu Riadi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama untuk mendukung pondok pesantren tersebut, untuk melahirkan generasi penerus yang beriman dan berakhlak mulia, dan mempunyai masadepan yang lebih baik.

 

 

 

Semoga Sekolah Yayasan Insan Pratama Islamic Cendekia School bisa menjadi amal jariah bagi seluruh pihak yang telah berkontribusi serta menjadi cahaya ilmu yang terus menerangi generasi penerus bangsa,” pungkasnya. (Juari)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

PWLB dan AJP Pererat Silaturahmi, Sepakat Perkuat Soliditas Insan Pers di Lampung Barat
Yogi Mandala Putra Apresiasi Program Seragam Gratis: Lampung Barat Berkembang Selangkah Demi Selangkah
Program Seragam Gratis Berlanjut, Bambang Irawan Dorong Semangat Belajar Siswa
Alfi Yulizon Bantuan Beras 30 Kg Per KK Tersalurkan Merata ke 580 Keluarga Sukananti
Dukung Imbauan Kapolres Lampung Barat, PWLB Minta Rekan Media Tidak Memaksakan Peliputan di Lapangan
Ketua Umum PWLB Apresiasi Program Seragam Sekolah Gratis Pemkab Lampung Barat
Yogi Mandala Putra Bersama Warga Gotong Royong Perbaiki Jalan Sukaraja
Perkuat Kontrol Sosial, PWLB Jalin Sinergi dengan Inspektorat Lampung Barat
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:50

PWLB dan AJP Pererat Silaturahmi, Sepakat Perkuat Soliditas Insan Pers di Lampung Barat

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:30

Yogi Mandala Putra Apresiasi Program Seragam Gratis: Lampung Barat Berkembang Selangkah Demi Selangkah

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:34

Program Seragam Gratis Berlanjut, Bambang Irawan Dorong Semangat Belajar Siswa

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:38

Alfi Yulizon Bantuan Beras 30 Kg Per KK Tersalurkan Merata ke 580 Keluarga Sukananti

Senin, 7 September 2026 - 09:04

Dukung Imbauan Kapolres Lampung Barat, PWLB Minta Rekan Media Tidak Memaksakan Peliputan di Lapangan

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:59