Bupati Tapteng Lakukan Peletakan Batu Pertama 36 Unit Hunian Tetap Korban Bencana Bantuan Caritas Indonesia

Sabtu, 6 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUDAPOST.ID

TAPANULI TENGAH – Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, SH, MH, pada Rabu 3 Juni 2026, bertempat di Desa Lubuk Ampolu, Kecamatan Badiri, melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Terpadu bagi masyarakat korban bencana alam, Acara diawali dengan ibadah pemberkatan yang dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Sibolga, Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Caritas Indonesia dan Keuskupan Sibolga yang telah menginisiasi program kemanusiaan ini.

 

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, kami mengucapkan terima kasih kepada Caritas Indonesia, Keuskupan Sibolga, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi sejak proses penyiapan lahan hingga mulainya pembangunan hunian tetap ini,” ujar Masinton.

Masinton menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan fondasi keimanan dan wujud nyata kepedulian antarsesama. Sebagai bentuk komitmen gotong royong, Pemkab Tapteng memastikan akan mengawal seluruh proses legalitas lahan serta memfasilitasi kebutuhan infrastruktur pendukung.

 

“Pemerintah akan menyiapkan legalitas lahan dan pemenuhan fasilitas Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU), termasuk jaringan listrik dan air bersih. Caritas Indonesia tidak hanya membangun Huntap di Desa Lubuk Ampolu, tetapi juga di wilayah Pasaribu Tobing dan Tukka, selain bantuan air bersih yang sudah disalurkan sebelumnya. Semoga pembangunan ini cepat selesai agar para penerima manfaat bisa segera menempatinya,” tambah Masinton.

 

Sementara itu Uskup Keuskupan Sibolga, Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga, dalam pemberkatannya mendoakan agar seluruh proses pembangunan berjalan dengan lancar tanpa hambatan.

“Semoga Tuhan memberkati pekerjaan pembangunan rumah hunian tetap bagi saudara-saudari kita yang terkena dampak musibah bencana alam pada 25 November 2025 lalu. Apa yang kita harapkan dan cita-citakan bersama dapat berjalan dengan lancar,” ungkap Mgr. Fransiskus.

Sementara itu, Direktur Program EA 23/2025 Sibolga, Pastor Walter Manurung, menjelaskan bahwa program ini merupakan bukti nyata bahwa gereja dan pemerintah terus bergerak mendampingi korban banjir dan longsor di Tapanuli Tengah.

 

“Pembangunan 36 unit hunian tetap di lokasi ini adalah bukti koordinasi yang solid antara Keuskupan Sibolga dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah. Kita terus menjunjung tinggi semangat kemanusiaan demi melayani masyarakat yang membutuhkan,” jelas Pastor Walter.

 

Rasa haru dan syukur disampaikan oleh Adrianus Laoly, salah seorang perwakilan warga penerima manfaat asal Pagaran Honas dan Lubuk Ampolu. Ia menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada Caritas Indonesia, Keuskupan Sibolga, dan jajaran Pemkab Tapteng.

 

“Ini adalah kerinduan besar kami. Terima kasih atas rumah yang diberikan dan terima kasih kepada Pemerintah yang terus mendampingi kami sejak masa-masa sulit pasca-bencana. Setelah kami menempati rumah ini nantinya, kami tetap mengharapkan bimbingan dan pendampingan dari Pemerintah agar kehidupan ekonomi dan sosial kami bisa kembali membaik,” tutur Adrianus.

 

Kegiatan peletakan batu pertama ini menandai dimulainya babak baru pemulihan pascabencana di Kabupaten Tapanuli Tengah, yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor demi kesejahteraan masyarakat.

 

Turut hadir pada Kegiatan ini Dandim 0211/TT Letkol Inf Bayu Hanuranto Wicaksono, Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah, para Asisten, Pimpinan OPD, Camat Badiri, mewakili dari Kapolsek Pinangsori, Kepala Desa Lubuk Ampolu, seluruh jajaran Keuskupan Sibolga, Para Penerima Manfaat serta masyarakat.

(Edi)

Berita Terkait

Siswa SMA Negeri 1 Namorambe Trauma Dikejar Warga, Sekolah Siap Lapor ke Berwajib
Kapolres Langkat Pimpin Kegiatan Green Policing, Ajak Personel Peduli Lingkungan melalui Gotong Royong dan Penanaman Pohon
Kapolsek Sunggal Sholat Jumat Berjamaah Hingga Jumat Curhat, Bangun Dialog Langsung Dengan Masyarakat Sunggal
Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo Subianto Arus Petikemas Pelindo Tumbuh 6,85%, Konektivitas Maritim Nasional Semakin Kuat
Perkuat Kapasitas Kehumasan, Diskominfo Toba Ikuti Workshop Komunikasi Pemerintah se-Sumut
SMA Negeri 5 Binjai Berbenah, Plt. Kepsek Rumpia Ginting Benahi Fasilitas dan Perketat Disiplin Guru
Polda Sumut Ungkap Pembunuhan Berencana Wadan Koti PP Deli Serdang, Dua Tersangka Diamankan
Polres Langkat Gandeng Disnaker, Program Poliran Buka Peluang Kerja Bagi Masyarakat
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:06

Siswa SMA Negeri 1 Namorambe Trauma Dikejar Warga, Sekolah Siap Lapor ke Berwajib

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:10

Kapolres Langkat Pimpin Kegiatan Green Policing, Ajak Personel Peduli Lingkungan melalui Gotong Royong dan Penanaman Pohon

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:36

Kapolsek Sunggal Sholat Jumat Berjamaah Hingga Jumat Curhat, Bangun Dialog Langsung Dengan Masyarakat Sunggal

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:30

Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo Subianto Arus Petikemas Pelindo Tumbuh 6,85%, Konektivitas Maritim Nasional Semakin Kuat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:09

Perkuat Kapasitas Kehumasan, Diskominfo Toba Ikuti Workshop Komunikasi Pemerintah se-Sumut

Berita Terbaru