Cakupan Imunisasi Campak di Manokwari Capai 98,6 Persen, 80 Wilayah Belum Penuhi Target

Rabu, 14 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MANOKWARI, Garudapost.id – Cakupan imunisasi campak dan rubela (Measles-Rubella/MR) dalam upaya penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, mencapai 98,6 persen hingga Selasa (13/10/2026).

Meski melampaui target minimal 95 persen, pemerataan imunisasi di sejumlah kampung dan kelurahan masih menjadi tantangan.

Berdasarkan data dashboard Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, sebanyak 7.556 dosis imunisasi tercatat telah diberikan dari total sasaran 7.667 anak berusia 9 bulan hingga di bawah 5 tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program Outbreak Response Immunization (ORI) dilaksanakan secara serentak melalui 16 puskesmas pada 5–17 Oktober 2026. Memasuki hari kedelapan dari 12 hari kerja pelaksanaan, capaian tingkat kabupaten telah melampaui target yang ditetapkan.

Namun, tingginya angka cakupan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan pemerataan pelayanan imunisasi di seluruh wilayah.

Data Dinas Kesehatan menunjukkan sembilan puskesmas telah mencapai cakupan minimal 95 persen, yakni Puskesmas Macuan, Masni, Nuni, Pasir Putih, SP IV Prafi, Sowi IV, Warmare, Wosi, dan Mokwam.

Sejumlah puskesmas bahkan mencatat cakupan melebihi 100 persen, di antaranya Pasir Putih sebesar 156,3 persen, Sowi IV 142 persen, Mokwam 135,2 persen, Warmare 133,6 persen, dan SP IV Prafi 118,7 persen.

Capaian di atas 100 persen tersebut memerlukan verifikasi lebih lanjut, terutama terkait kesesuaian data sasaran dengan jumlah pelayanan imunisasi yang tercatat.

Sementara itu, tujuh puskesmas lainnya masih berada di bawah target minimal. Puskesmas Sidey mencatat cakupan terendah sebesar 33,9 persen, disusul Amban 58,3 persen, Pulau Mansinam 60,4 persen, Sanggeng 61,9 persen, Tanah Rubuh 80,4 persen, Maripi 88,7 persen, dan Mowbja 94,9 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan capaian imunisasi di tingkat kabupaten masih perlu diikuti dengan peningkatan pelayanan pada wilayah yang belum memenuhi target.

Pada tingkat kampung dan kelurahan, sebanyak 106 dari 186 wilayah telah mencapai cakupan imunisasi minimal 95 persen. Dengan demikian, masih terdapat 80 wilayah yang belum mencapai target tersebut.

Selain itu, dashboard Dinas Kesehatan mencatat 1.284 anak dalam kategori belum diimunisasi serta 202 dosis ORI yang belum teridentifikasi secara tepat berdasarkan nama kampung atau puskesmas.

Data tersebut memerlukan pemeriksaan dan pencocokan lebih lanjut guna memastikan keakuratan pencatatan, pemetaan sasaran, serta perkembangan pelayanan imunisasi di lapangan.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Mince Wilil, SKM., M.Kes., merupakan pejabat teknis yang membidangi pemantauan pelaksanaan imunisasi dan surveilans penyakit di wilayah tersebut.

Dalam upaya penanggulangan KLB campak, pemerataan pelayanan menjadi perhatian penting mengingat campak merupakan penyakit menular yang dapat menyebar dengan cepat, terutama pada kelompok anak yang belum memperoleh perlindungan imunisasi memadai.

Karena itu, pencapaian target kabupaten perlu diimbangi dengan penjangkauan anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi, khususnya di wilayah dengan cakupan rendah.

Penguatan koordinasi antara Dinas Kesehatan, puskesmas, pemerintah kampung dan kelurahan, kader kesehatan, serta orang tua juga diperlukan untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan ORI.

Selain meningkatkan pelayanan, ketepatan pendataan menjadi faktor penting agar seluruh dosis yang diberikan dapat tercatat secara benar dan perkembangan cakupan imunisasi dapat dipantau secara akurat.

Hingga 13 Oktober 2026, capaian imunisasi sebesar 98,6 persen menjadi perkembangan positif dalam penanggulangan KLB campak di Kabupaten Manokwari.

Meski demikian, upaya menjangkau anak yang belum mendapatkan imunisasi, memperbaiki ketidaksesuaian data, dan meningkatkan cakupan di 80 kampung serta kelurahan yang belum mencapai target tetap menjadi pekerjaan penting hingga pelaksanaan ORI berakhir pada 17 Oktober 2026.(*)

 

Facebook Comments Box

Penulis : Dominikus Lokobal

Editor : Julianus Sorabut

Sumber Berita: https//:Garudapost.id

Berita Terkait

Darurat Asap dan Kesehatan, Aktivis Desak Pemprov Papua Pegunungan Bentuk Satgas Kebakaran Hutan
Cakupan Imunisasi Campak Manokwari Capai 91 Persen, Tujuh Puskesmas Lampaui Target
Wisuda 20030 Mahasiswa, Rektor UNAIM Yapis Wamena Dorong Lulusan Ciptakan Lapangan Kerja
UNAIM Yapis Wamena Wisuda 20030 Lulusan, Dorong SDM Papua Pegunungan Berakar pada Budaya
Kepala K2BPT Apner Itlay Ucapkan Terima Kasih kepada Gubernur Papua Barat
DPD KP2IT Papua Barat, Pilatus Langowan Sampaikan Terima Kasih kepada Gubernur atas Bantuan untuk Mahasiswa Yahukimo
Empat Hari di Gereja GIDI Misia, Mahasiswa Yahukimo Bongkar Posko dan Kembali ke Kontrakan
Mandacan dan Pahabol Turun Tangan, Mahasiswa Yahukimo Kembali ke Kontrakan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:43

Darurat Asap dan Kesehatan, Aktivis Desak Pemprov Papua Pegunungan Bentuk Satgas Kebakaran Hutan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:22

Cakupan Imunisasi Campak di Manokwari Capai 98,6 Persen, 80 Wilayah Belum Penuhi Target

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:31

Cakupan Imunisasi Campak Manokwari Capai 91 Persen, Tujuh Puskesmas Lampaui Target

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:31

Wisuda 20030 Mahasiswa, Rektor UNAIM Yapis Wamena Dorong Lulusan Ciptakan Lapangan Kerja

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:17

UNAIM Yapis Wamena Wisuda 20030 Lulusan, Dorong SDM Papua Pegunungan Berakar pada Budaya

Berita Terbaru