Dinkes Manokwari Dorong Respons Cepat Hadapi KLB Campak, 70 Kasus Suspek Terdeteksi

Rabu, 30 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MANOKWARI, Garudapost.id—Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Mince Wilil, SKM., M.Kes., menekankan pentingnya respons cepat, pelaporan kasus, dan keterlibatan masyarakat dalam menghadapi Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di Kabupaten Manokwari.

Hal tersebut disampaikan Mince saat memberikan sosialisasi Campak Rubella dan penanggulangan KLB Campak Tahun 2026 di Puskesmas Macuan, Distrik Masni Utara, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti Kepala Puskesmas Macuan Maria Gorety, S.Kep., tenaga kesehatan, perwakilan Kampung Sibuni, guru, pengelola PAUD, kader, serta tim surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pemaparannya, Mince menjelaskan bahwa penanganan KLB Campak tidak cukup hanya dilakukan setelah anak mengalami sakit. Deteksi dini, pelaporan, pemeriksaan, pemantauan, serta langkah imunisasi menjadi bagian penting dalam upaya memutus potensi penyebaran penyakit di masyarakat.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rangkaian sosialisasi, terdapat 70 kasus suspek Campak di delapan wilayah kerja puskesmas di Kabupaten Manokwari. Dari jumlah tersebut, tiga kasus telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.

Dari keseluruhan kasus suspek tersebut, sebanyak 47 kasus atau sekitar 67 persen merupakan balita, sementara 49 kasus atau sekitar 70 persen tidak memiliki bukti imunisasi.

Mince juga menekankan pentingnya kemampuan masyarakat dalam mengenali gejala Campak dan Rubella. Ketika ditemukan anak dengan kondisi yang dicurigai, informasi perlu segera disampaikan kepada petugas kesehatan agar dapat dilakukan pemeriksaan dan tindak lanjut.

Menurut materi yang disampaikan, salah satu wilayah yang mendapat perhatian adalah Kampung Susweni, wilayah kerja Puskesmas Amban, dengan 13 pasien yang ditemukan dalam kurun waktu sekitar 20 hari.

Kondisi tersebut menjadi bagian dari perhatian surveilans dalam memperkuat pengendalian dan pemantauan kasus di lapangan.Sebagai bagian dari respons terha(*)

Facebook Comments Box

Penulis : Dominikus Lokobal

Editor : Julianus Sorabut

Sumber Berita: https//:Garudapost.id

Berita Terkait

Manokwari Perkuat Respons KLB Campak, ORI Sasar Anak Usia 9 Bulan hingga 5 Tahun
Fahutan UNIPA Jadi Tuan Rumah Webinar Internasional Bahas Pengelolaan Kebakaran Terpadu
Pakar Indonesia–Australia Bahas Pengelolaan Kebakaran Terpadu untuk Ketahanan Iklim Papua
RS Sitti Khadijah Adalah Amal Usaha Aisyiah–Muhammadiyah
56 Tahun Kiprah RSIA Sitti Khadijah Asyiah Kota Gorontalo, Bersiap Bertransformasi Menjadi RSU
HUT ke-14 Sekolah Minggu GIDI Misia Manokwari, Anak-anak Diajak Terus Bertumbuh dalam Iman
Pemkab Manokwari Gelar Konsultasi Publik KLHS RDTR Perkotaan 2026–2031
IMPT Cup Resmi Dibuka, Jadi Ajang Silaturahmi dan Kaderisasi Mahasiswa Pegunungan Tengah
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 22:25

Dinkes Manokwari Dorong Respons Cepat Hadapi KLB Campak, 70 Kasus Suspek Terdeteksi

Rabu, 30 September 2026 - 22:18

Manokwari Perkuat Respons KLB Campak, ORI Sasar Anak Usia 9 Bulan hingga 5 Tahun

Rabu, 30 September 2026 - 22:04

Pakar Indonesia–Australia Bahas Pengelolaan Kebakaran Terpadu untuk Ketahanan Iklim Papua

Senin, 28 September 2026 - 08:36

RS Sitti Khadijah Adalah Amal Usaha Aisyiah–Muhammadiyah

Sabtu, 26 September 2026 - 16:50

56 Tahun Kiprah RSIA Sitti Khadijah Asyiah Kota Gorontalo, Bersiap Bertransformasi Menjadi RSU

Berita Terbaru