
garudapost.id MANOKWARI, PAPUA BARAT Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KP2IT Provinsi Papua Barat menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, M.Si., atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo yang sedang menghadapi persoalan tempat tinggal di Kota Studi Manokwari.
Ucapan tersebut disampaikan Ketua DPD KP2IT Papua Barat, Pilatus Langowan, S.Hut., setelah Gubernur Papua Barat memberikan bantuan berupa Rp100 juta dan 50 paket bahan makanan (bama) kepada mahasiswa Yahukimo, Rabu (7/10/2026).
Bantuan tersebut diberikan ketika lebih dari 100 mahasiswa Yahukimo sebelumnya harus meninggalkan tempat kontrakan akibat persoalan pembayaran sewa. Para mahasiswa kemudian bertahan sementara di lingkungan Gereja GIDI Misia, Amban, Manokwari.
Kondisi tersebut membuat persoalan mahasiswa berkembang dari sekadar masalah kontrakan menjadi persoalan kebutuhan dasar. Tempat tinggal, makanan, minuman, serta kenyamanan untuk menjalani aktivitas perkuliahan menjadi kebutuhan yang harus segera mendapatkan perhatian.
Bagi DPD KP2IT Papua Barat, kehadiran dan bantuan Gubernur Papua Barat menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap mahasiswa yang sedang berada dalam situasi sulit.
“DPD KP2IT Papua Barat menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur Papua Barat atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada mahasiswa Yahukimo. Bantuan ini sangat berarti bagi mereka dalam menghadapi kondisi yang sedang terjadi,” ujar Pilatus Langowan.
Selain bantuan uang tunai, 50 paket bahan makanan juga dinilai membantu memenuhi kebutuhan pangan mahasiswa selama berada dalam kondisi sementara.
Namun, DPD KP2IT Papua Barat menilai persoalan tersebut tidak boleh berhenti pada bantuan darurat. Kepastian tempat tinggal mahasiswa perlu menjadi perhatian jangka panjang agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
Karena itu, DPD KP2IT Papua Barat mendorong adanya pembahasan mengenai penyediaan lahan dan pembangunan asrama permanen mahasiswa Yahukimo di Manokwari.
Asrama permanen tidak hanya dibutuhkan sebagai tempat tinggal. Keberadaannya dapat menjadi ruang belajar, tempat pembinaan mahasiswa, pusat kegiatan organisasi, sekaligus tempat membangun kebersamaan mahasiswa Yahukimo selama menempuh pendidikan di Kota Studi Manokwari.
Menurut Pilatus, kepastian hunian penting agar mahasiswa dapat menjalani proses pendidikan dengan lebih tenang dan tidak kembali dibayangi persoalan kontrakan.
“Harapan kami, bantuan ini menjadi awal dari perhatian yang lebih berkelanjutan. Mahasiswa membutuhkan tempat tinggal yang layak dan pasti agar mereka dapat fokus menyelesaikan pendidikan,” katanya.
DPD KP2IT Papua Barat juga mengajak mahasiswa Yahukimo untuk tetap menjaga persatuan, menghormati masyarakat di Kota Manokwari serta menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama.
Organisasi tersebut menilai mahasiswa merupakan bagian penting dari masa depan Papua. Karena itu, dukungan terhadap mereka tidak cukup hanya diberikan ketika persoalan muncul, tetapi juga perlu diwujudkan melalui pembinaan, pendampingan dan penyediaan lingkungan pendidikan yang layak.
Persoalan yang terjadi di Manokwari menjadi pengingat bahwa mahasiswa dari daerah yang menempuh pendidikan jauh dari kampung halaman membutuhkan kepastian hunian dan sistem dukungan yang berkelanjutan.
DPD KP2IT Papua Barat kembali menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Papua Barat atas bantuan yang diberikan kepada mahasiswa Yahukimo. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan mahasiswa sekaligus membuka ruang bagi penyelesaian persoalan tempat tinggal secara lebih permanen.
Penulis: Domlok


















