DPW APPI SUMUT SAKSIKAN JFC PIALA GUBSU DI SIMALUNGUN BERSAMA KETUA BONAR SUMUT

Minggu, 29 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudapost.id

Simalungun, I Sumut – Guna ikut menyemarakkan olahraga Fighting di Sumatera Utara, maka BONAR (Bobby Nasution Ranger) Sumut yang dipimpin oleh Octo G.M Simangunsong S.H pada Sabtu (28/3/2026) menghadiri acara nonton bareng Jawara Fighting Championship (JFC) Seasion 2 yang diadakan di Kota Perdagangan Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara yang turut dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Simalungun ini berlangsung dari 24 Maret dan puncaknya di tanggal 28 Maret ini. Tampak hadir Bupati Simalungun H. Anton Ahmad Saragih, Kapolres Simalungun AKBP. Marganda Aritonang dan Wakapolresnya Kompol. Imam Alriyuddin serta beberapa kepala dinas Kabupaten Simalungun.

 

Acara yang digelar oleh Fighter andalan Indonesia yang sudah Go Internasional sekaligus Ketua BONAR Kabupaten Simalungun Jeka Saragih ini bertambah semarak dengan kehadiran seluruh pengurus DPW APPI Sumut dan juga DPC APPI se Sumatera Utara atas undangan khusus dari Ketua BONAR Sumut Octo G.M Simangunsong S.H yang juga tokoh pemuda Sumut yang sudah cukup familiar.

 

Adapun dari APPI Sumut yang hadir dipagelaran acara seni bela diri itu antara lain : Penasehat APPI Sumut Henry Pakpahan S.H Ketua DPW APPI Sumut Hardep S.H, Wakil Ketua Roy Nasution, Juan Juntak, Jhon Purba, Wakil Sekretaris Iren Sinaga S.H, Ahmad Anugrah S.H M.H, Bendahara Cici Anna, Sari Wahyuni Lubis S.H, Louis Siahaan, Ketua DPC APPI Kota Medan, serta Ketua DPC APPI Deli Serdang.

 

 

Dalam pertunjukan seni bela diri Fighting itu, Roy Nasution selaku Wakil Ketua DPW APPI Sumut mengatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat bagus dilaksanakan untuk mencari bibit – bibit petarung dari Indonesia yang nantinya bisa dibawa bermain di Amerika Serikat seperti Jeka Saragih yang sudah Go Internasional. Apalagi acara ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur Sumatera Utara M. Bobby Afif Nasution dan juga Forkopimda Simalungun terutama Bupati H. Anton Ahmad Saragih. Dengan adanya kegiatan seperti ini, semoga para anak muda di Indonesia dapat hidup sehat tanpa narkoba menuju Indonesia Hebat 2045 dan dapat menjadi petarung dunia nantinya seperti yang telah ditunjukkan oleh Bung Jeka Saragih ini, ujarnya.

 

Pertarungan Jawara Fighting Championship (JFC) Seasion 2 ini sendiri menghadirkan petarung – petarung yang hanya bukan dari Indonesia namun dari Negara Tetangga Malaysia dan juga petarung wanita seperti Nabila vs Rere juga Gita vs Flora. Semoga nanti di Seasion ketiga DPW APPI kembali mendapat kehormatan untuk menyaksikan acara tersebut.

 

Penulis : (Tim)

Editor : Armend

Berita Terkait

Bunda Literasi Toba Ajak Masyarakat Terus Berkarya Kampanyekan Budaya Literasi
Ancam Polisi Dengan Cangkul, Pria 51 Tahun di Balige Diamankan Bersama 6,29 Gram Sabu
Pemkab Toba Perkuat Peran Tim Pembina Posyandu, Dorong Layanan Kesehatan Terintegrasi
Bandar Lama Inisial PS Diduga Masih Kendalikan Togel Humbahas, Warga Tagih Janji Kapolres
Polantas Karib Edukasi Keselamatan Berkendara kepada Masyarakat Toba
Polres Langkat Musnahkan Barang Bukti Narkotika Sabu, Pil Extasi dan Ganja
Terbukti Penyalahgunaan Narkotika, Briptu MF Polres Toba Dianjurkan PTDH
Kendalikan Harga Pangan, Bupati Toba Salurkan Bantuan Beras Tahap III untuk 24.713 Keluarga Penerima Manfaat
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:43

Bunda Literasi Toba Ajak Masyarakat Terus Berkarya Kampanyekan Budaya Literasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:23

Ancam Polisi Dengan Cangkul, Pria 51 Tahun di Balige Diamankan Bersama 6,29 Gram Sabu

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:59

Pemkab Toba Perkuat Peran Tim Pembina Posyandu, Dorong Layanan Kesehatan Terintegrasi

Senin, 28 September 2026 - 20:14

Bandar Lama Inisial PS Diduga Masih Kendalikan Togel Humbahas, Warga Tagih Janji Kapolres

Kamis, 24 September 2026 - 14:31

Polantas Karib Edukasi Keselamatan Berkendara kepada Masyarakat Toba

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:59