Jurnalis bukan semata corong kepentingan , PRES tetap harus INDEPENDENT Dan di lindungi Undang – Undang

Senin, 25 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang , -Jateng. || garudapost. Id

Di tengah derasnya arus informasi serta tekanan berbagai kepentingan yang mulai mencoba mengendalikan arah pemberitaan, keberadaan jurnalis dan media independen menjadi benteng terakhir demokrasi. Media bukan alat penguasa, bukan alat tekanan kelompok tertentu, dan bukan pula corong alih fungsi kepentingan pribadi maupun golongan tertentu.

Jurnalis adalah penyampai fakta. Tugas utama media adalah menyuarakan kebenaran kepada publik tanpa takut ditekan, dibungkam, diintimidasi, ataupun diarahkan oleh pihak manapun. Ketika media mulai bisa diatur dan dikendalikan, maka saat itulah independensi mati dan kepercayaan masyarakat perlahan runtuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pers sejati harus berdiri di kaki sendiri. Tidak tunduk pada tekanan, tidak silau terhadap kekuasaan, dan tidak bisa dibeli oleh kepentingan tertentu. Sebab fungsi utama pers adalah mengawasi, mengkritisi, memberikan kontrol sosial, serta menyampaikan fakta apa adanya kepada masyarakat.

Kebebasan pers bukan sekadar slogan, melainkan amanah besar yang harus dijaga oleh seluruh insan jurnalistik. Wartawan bukan boneka yang bisa dikendalikan sesuka hati. Jurnalis memiliki kode etik, integritas, dan tanggung jawab moral terhadap publik, bukan terhadap kepentingan pihak tertentu.

Fenomena adanya upaya mengarahkan media menjadi alat pembenaran, alat propaganda, ataupun alat penggiring opini merupakan ancaman serius terhadap demokrasi. Jika media kehilangan independensinya, maka masyarakat akan kehilangan sumber kebenaran dan kehilangan hak mendapatkan informasi yang objektif.

Dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, secara tegas disebutkan bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara.
Pasal 4 ayat (1) UU Pers menyatakan:

“Kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara.”
Kemudian Pasal 4 ayat (2) menegaskan:

“Terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan, atau pelarangan penyiaran.”

Ketentuan tersebut menjadi bukti bahwa negara memberikan perlindungan terhadap kerja jurnalistik selama dijalankan sesuai kode etik dan ketentuan hukum yang berlaku.

Tidak hanya itu, wartawan juga memiliki hak imunitas atau perlindungan hukum dalam menjalankan tugas jurnalistiknya. Perlindungan tersebut melekat ketika jurnalis melakukan peliputan, investigasi, konfirmasi, serta menyampaikan informasi untuk kepentingan publik secara profesional.

Hal tersebut ditegaskan dalam Pasal 8 UU Pers:

“Dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum.”

Artinya, wartawan tidak boleh diintimidasi, dihalangi, diancam, ataupun dikriminalisasi hanya karena menjalankan tugas jurnalistik. Perlindungan hukum tersebut merupakan bentuk pengakuan negara terhadap pentingnya peran pers dalam menjaga demokrasi dan mengawal kepentingan masyarakat.

Selain itu, hak tolak wartawan juga diatur dalam Pasal 4 ayat (4) UU Pers yang menyebutkan bahwa pers memiliki hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan serta informasi. Dalam praktik jurnalistik, wartawan juga berhak melindungi identitas narasumber demi keselamatan sumber informasi dan kepentingan pemberitaan.

Pers yang kuat adalah pers yang berani. Berani mengungkap fakta, berani melawan tekanan, dan berani tetap tegak meski dihadapkan pada berbagai kepentingan. Karena sejatinya, media bukan corong kekuasaan, melainkan corong rakyat.

Ketika ada pihak yang mencoba mengatur arah pemberitaan, menekan media, atau membatasi kerja jurnalistik, maka tindakan tersebut bukan hanya mencederai profesi wartawan, tetapi juga melukai demokrasi itu sendiri.

Sudah saatnya seluruh insan pers menjaga marwah jurnalistik dengan tetap profesional, kritis, dan independen. Sebab hanya media yang bebas, berintegritas, dan tidak bisa diatur oleh siapapunlah yang mampu menjadi pilar keadilan serta suara masyarakat yang sebenarnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Agus.

Editor : Red jateng

Berita Terkait

Bupati Eman Lantik Direktur Baru Perumdam, Pelayanan Air Bersih Jadi Prioritas
JPO Alun-Alun Majalengka Mulai Dibangun, Bupati Eman: Bukan Sekadar Tempat Menyeberang, Tapi Ikon Baru Kota.
Kasat Lantas Polresta Karawang Kompol Triyono Raharja Ucapkan Selamat Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71
Genap 50 Tahun! Plt. Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja Dapat Ucapan dan Doa dari Pemkab Bekasi
Dewan Pers Gelar Doa Bersama Untuk 5 Jurnalis Hilang Saat Bertugas, Pencarian Fisik Dihentikan Solidaritas Terus Mengalir
KPK Mendesak Pemkab Bolmut Untuk Segera Membenahi Sektor Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ)
Aditya Pontoh Resmi Jabat Plt Bupati Bolmut Gantikan Sirajudin Lasena
Komitmen Sapu Bersih Narkoba, Lapas Jombang Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine Warga Binaan
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 14:26

JPO Alun-Alun Majalengka Mulai Dibangun, Bupati Eman: Bukan Sekadar Tempat Menyeberang, Tapi Ikon Baru Kota.

Rabu, 23 September 2026 - 23:12

Kasat Lantas Polresta Karawang Kompol Triyono Raharja Ucapkan Selamat Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71

Rabu, 23 September 2026 - 22:56

Genap 50 Tahun! Plt. Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja Dapat Ucapan dan Doa dari Pemkab Bekasi

Rabu, 23 September 2026 - 22:42

Dewan Pers Gelar Doa Bersama Untuk 5 Jurnalis Hilang Saat Bertugas, Pencarian Fisik Dihentikan Solidaritas Terus Mengalir

Rabu, 23 September 2026 - 19:05

KPK Mendesak Pemkab Bolmut Untuk Segera Membenahi Sektor Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ)

Berita Terbaru