Majalengka, Garudapost.id – Kebakaran di kamar rumah warga di Desa Sindangwangi, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Senin (12/10/2026), merenggut nyawa seorang lansia berusia 86 tahun. Korban bernama Nenek Harimah meninggal dunia setelah kasur yang digunakannya terbakar dan asap memenuhi ruangan.
Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WIB di rumah milik Mursidi (60). Berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga dipicu puntung rokok yang masih menyala hingga menyambar kasur Dan badan korban.
Camat Sindangwangi, Veni Victoruddien, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa korban memiliki keterbatasan fisik akibatkan sudah Lansia dan sehari-hari lebih banyak berbaring di kasur karena sudah tidak mampu Untuk berjalan.
Berdasarkan keterangan keluarga korban, api pertama kali diketahui oleh cucu korban Yang perempuan ketika hendak menjemput anak sekolah. Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada anak korban (ibu Dari cucu korban), yang selanjutnya memanggil Jaja jahuri (kaka Dari cucu perempuan) untuk membantu memadamkan api Dengan menggunakan peralatan seadanya.

Saat keluarga tiba di kamar, kondisi ruangan sudah dipenuhi asap dan api masih menyala, kemudian Jaja jahuri Dan keluarga berupaya melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan. Namun, Harimah tidak dapat diselamatkan dan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut akibat Luka bakar di sekujur tubuhnya.
Dugaan awal menunjukkan kebakaran bermula dari puntung rokok yang masih menyala setelah korban merokok. Bara tersebut diduga membakar kasur hingga api menyambar ke tubuh korban di dalam kamar tersebut.
Penanganan kejadian melibatkan unsur Kecamatan Sindangwangi, petugas ketenteraman dan ketertiban umum, Polsek Sindangwangi, Babinsa, pemerintah desa, tim inafis polres Majalengka, serta warga setempat. Hingga laporan awal disusun, total kerugian akibat kebakaran tersebut belum diketahui.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan rumah, terutama akibat bara rokok yang belum benar-benar padam. Pengawasan terhadap lansia dengan keterbatasan mobilitas juga perlu menjadi perhatian keluarga untuk meminimalkan risiko kejadian serupa.
Penulis : (M.Nur.R)
Editor : Redaksi Jabar


















