Garudapost.id, WAMENA– Ketua Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekrafs) Provinsi Papua Pegunungan, Yoyo Iwik Sriyoto, menyampaikan kritik tegas terhadap pernyataan Said Didu yang dinilai merugikan dan melecehkan pelaku ekonomi kreatif, khususnya di sektor event organizer (EO).
Pernyataan tersebut disampaikan Yoyo pada Selasa (07/04/2026) di Wamena, menyikapi anggapan yang menyebut kegiatan event organizer sebagai sarana korupsi.
Yoyo menilai pernyataan tersebut tidak hanya keliru, tetapi juga berpotensi mematikan semangat generasi muda Papua dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif yang saat ini sedang tumbuh di wilayah Papua Pegunungan.
Menurut Yoyo, event organizer merupakan bagian dari ekosistem bisnis kreatif yang sah dan memiliki kontribusi nyata dalam menggerakkan perekonomian lokal. Ia menegaskan bahwa aktivitas tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari penyedia panggung, musik, perlengkapan acara, hingga tenaga kerja kreatif lainnya.
“Event organizer adalah sebuah bisnis yang jelas. Di dalamnya ada penyedia jasa panggung, musik, perlengkapan, hingga artis. Ini adalah ruang kerja bagi pelaku ekonomi kreatif,” ujarnya.
Ia menilai, pelabelan sepihak yang menyebut sektor tersebut sebagai sarana korupsi merupakan bentuk generalisasi yang tidak berdasar dan dapat merusak citra pelaku usaha kreatif.
Lebih lanjut, Yoyo menjelaskan bahwa kerja sama antara event organizer dengan pemerintah maupun pihak swasta merupakan hal yang lazim, selama dilakukan secara transparan dan sesuai dengan mekanisme kontrak serta proposal yang disepakati kedua belah pihak.
“Jika ada kerja sama yang tidak sesuai, tentu bisa dibatalkan. Namun tidak tepat jika langsung digeneralisasi sebagai praktik korupsi. Itu justru menutup ruang bagi anak-anak muda untuk berkembang,” tegasnya.
Yoyo juga menyoroti pentingnya membuka ruang bagi generasi muda Papua Pegunungan untuk berinovasi dan berkarya, khususnya di sektor ekonomi kreatif yang dinilai memiliki potensi besar di delapan kabupaten/kota di wilayah tersebut.
Ia mengingatkan agar pola pikir yang selama ini hanya berorientasi pada pekerjaan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai diubah, dengan memberikan peluang lebih luas pada sektor usaha kreatif.
“Anak-anak Papua, khususnya di Lembah Baliem, memiliki kreativitas dan potensi besar. Mereka harus didorong menjadi pelaku usaha, bukan hanya bergantung pada status ASN,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Yoyo meminta agar pernyataan yang dapat menghambat perkembangan ekonomi kreatif di Papua Pegunungan dihentikan, serta mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendukung kemajuan generasi muda.
“Kami berharap tidak ada lagi pernyataan yang mematikan semangat anak-anak Papua dalam berkarya. Saatnya kita dorong mereka menjadi pelaku utama ekonomi kreatif di daerahnya sendiri,” pungkasnya.
Penulis : (Nelson surabut)
Editor : Julianus Sorabut
Sumber Berita: https//:Garudapost.id


























