MANOKWARI, Garudapost.id—Mahasiswa Program Studi S1 Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Papua (UNIPA), resmi membentuk Himpunan Mahasiswa Program Studi Kehutanan (Himaku) di Manokwari, Sabtu (3/10/2026).
Pembentukan Himaku menjadi langkah awal mahasiswa Kehutanan UNIPA untuk memiliki ruang bersama dalam mengembangkan kapasitas, memperkuat komunikasi antarmahasiswa, membangun kepemimpinan, serta memperluas jejaring dengan alumni dan berbagai pihak yang berkaitan dengan kehutanan dan lingkungan.
Koordinator Program Studi S1 Kehutanan Fakultas Kehutanan UNIPA, Descarlo Worabai, mengatakan keberadaan organisasi mahasiswa tidak cukup hanya dengan membentuk struktur kepengurusan. Menurutnya, organisasi akan berjalan apabila seluruh anggota memiliki kemauan untuk terlibat dan menghidupkan kegiatan bersama.
“Hutan kuat bukan karena satu pohon berdiri sendiri, melainkan karena banyak pohon tumbuh bersama, saling menguatkan. Begitu pula organisasi, bukan organisasi yang menghidupkan kita, melainkan kitalah yang menghidupkannya,” ujar Worabai.
Pesan tersebut menjadi penekanan bahwa Himaku membutuhkan keterlibatan seluruh mahasiswa, bukan hanya pengurus. Soliditas menjadi salah satu fondasi penting agar organisasi mampu menjalankan program secara berkelanjutan sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa.
Ketua Terpilih Himaku S1 Kehutanan UNIPA, Kristian M. Pawa, mengatakan Himaku diharapkan menjadi tempat mahasiswa untuk bertukar gagasan, belajar berorganisasi, serta membangun kemampuan kepemimpinan.
“Ini merupakan wadah untuk kita saling tukar pikiran dan belajar berorganisasi serta kepemimpinan. Kami ingin memastikan budaya soliditas mahasiswa kehutanan tetap terjaga dan makin kuat,” kata Kristian.
Untuk satu tahun kepengurusan, Himaku menyiapkan sejumlah agenda yang diarahkan pada pengembangan kapasitas mahasiswa, kegiatan lingkungan, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan hubungan dengan alumni.
Sejumlah program yang direncanakan antara lain pelatihan, seminar, praktikum lapangan, jelajah alam, serta penanaman mangrove bersama masyarakat lokal.
Program tersebut diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman di luar kegiatan akademik sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Pengurus Himaku juga merencanakan kegiatan ramah tamah bersama alumni sebagai bagian dari upaya membangun jejaring. Hubungan antara mahasiswa dan alumni dinilai penting untuk membuka ruang pertukaran pengalaman, informasi, serta pengembangan jaringan di bidang kehutanan dan lingkungan.
Pembentukan Himaku juga membawa tantangan baru bagi mahasiswa. Setelah organisasi resmi berdiri, keberhasilan tidak hanya diukur dari banyaknya program yang direncanakan, tetapi juga dari kemampuan pengurus dan anggota menjalankan program secara konsisten serta menjaga komunikasi internal.
Karena itu, Himaku diharapkan tidak berhenti sebagai organisasi administratif, tetapi berkembang menjadi ruang pembelajaran mahasiswa Kehutanan UNIPA dalam membangun kepemimpinan, kerja sama, kepedulian lingkungan, dan jejaring profesional.
Pembentukan Himaku S1 Kehutanan UNIPA menjadi awal dari proses yang lebih panjang. Struktur organisasi telah dibentuk, sementara keberlangsungannya akan ditentukan oleh keterlibatan mahasiswa dalam menghidupkan setiap program serta menjaga semangat kebersamaan yang menjadi dasar pembentukannya.
(*)
Penulis : Dominikus Lokobal
Editor : Julianus Sorabut
Sumber Berita: https//:Garudapost.id



















