MANOKWARI, Garudapost.id—Lebih dari 100 mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo yang sedang menempuh pendidikan di Kota Manokwari menghadapi persoalan tempat tinggal setelah mereka diminta mengosongkan kontrakan milik Pemerintah Kabupaten Yahukimo di Kelurahan Amban, Manokwari, pada ( 3 /September/2026).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIT. Berdasarkan keterangan mahasiswa, mereka menerima penyampaian melalui komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Yahukimo agar mengosongkan kontrakan yang selama ini digunakan sebagai tempat tinggal mahasiswa.
Sekitar pukul 11.00 WIT, mahasiswa meninggalkan lokasi dengan berjalan kaki dan mencari tempat untuk berlindung. Sekitar pukul 12.00 WIT, mereka tiba di gedung Gereja GIDI Manokwari dan berkomunikasi dengan Pdt. Nonit Bahabol.
Pihak gereja kemudian menerima mahasiswa untuk sementara waktu meskipun kondisi tempat tinggal yang tersedia sangat terbatas.
Ketua Korwil, Ima Siep, mengatakan mahasiswa tidak lagi memiliki tempat lain untuk dituju sehingga memilih mendatangi gereja untuk meminta perlindungan sementara.
“Kami sudah tidak punya tempat lagi yang bisa kami harapkan. Maka kami datang kepada Bapak Pendeta sebagai tempat berlindung. Puji Tuhan, saat ini kami diterima oleh Bapak Pendeta dan kami akan tinggal di sini sampai pemerintah merespons kembali terkait kondisi ini,” ujar Ima Siep.
Pdt. Nonit Bahabol yang juga merupakan pembina mahasiswa Yahukimo mengatakan pihak gereja menerima mahasiswa dalam kondisi yang serba terbatas.
Menurutnya, gedung gereja merupakan tempat ibadah, sementara fasilitas pastori hanya memiliki dua kamar. Namun, karena mahasiswa tidak memiliki tempat tinggal, pihak gereja berupaya menyesuaikan keadaan dengan memasang terpal agar mahasiswa dapat berteduh sementara di lingkungan gereja.
Pdt. Nonit juga meminta Pemerintah Kabupaten Yahukimo memberikan perhatian serius terhadap kondisi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Manokwari.
Ia mengatakan telah diutus untuk mendampingi mahasiswa Yahukimo di tempat tersebut selama kurang lebih 19 tahun. Menurutnya, gedung gereja tersebut juga memiliki sejarah pembangunan yang berkaitan dengan masa pemerintahan Ones Bahabol di Kabupaten Yahukimo.
Sementara itu, Roy Ulunggi selaku penasihat organisasi mahasiswa Yahukimo meminta Pemerintah Kabupaten Yahukimo segera memberikan perhatian terhadap kondisi yang dihadapi mahasiswa.
Menurutnya, persoalan tempat tinggal mahasiswa membutuhkan penyelesaian yang jelas agar tidak mengganggu keberlangsungan pendidikan.
Mahasiswa juga menyampaikan adanya persoalan terkait dukungan dan bantuan bagi mahasiswa Yahukimo di Manokwari. Mereka menyebut terdapat penghentian atau penyegelan terhadap sejumlah bentuk bantuan dengan alasan yang dikaitkan dengan persoalan pencemaran nama baik.
Mahasiswa mengaku telah beberapa kali melakukan pendekatan dan menyampaikan permohonan maaf. Namun, hingga saat ini mereka menyatakan belum menerima informasi resmi mengenai langkah penyelesaian dari Pemerintah Kabupaten Yahukimo.
Jumlah mahasiswa yang terdampak diperkirakan lebih dari 100 orang. Mereka terdiri atas mahasiswa aktif, mahasiswa yang masih menjalani proses pendidikan, serta mahasiswa yang telah menyelesaikan wisuda pada Agustus 2026.
Saat ini, mahasiswa mendirikan terpal di depan gedung Gereja GIDI Manokwari sebagai tempat berteduh sementara.
Atas kondisi tersebut, mahasiswa Yahukimo di Manokwari menyampaikan sejumlah tuntutan dan harapan kepada Pemerintah Kabupaten Yahukimo, yakni:
1. Pemerintah Kabupaten Yahukimo segera merespons kondisi mahasiswa Yahukimo di Manokwari.
2. Pemerintah segera menyediakan tempat tinggal atau lokasi penampungan yang layak bagi mahasiswa yang kehilangan tempat tinggal.
3. Pemerintah memberikan kejelasan mengenai keberlanjutan bantuan dan dukungan bagi mahasiswa Yahukimo di Manokwari.
4. Pemerintah membuka ruang komunikasi dan dialog bersama mahasiswa untuk mencari penyelesaian secara baik dan bermartabat.
5. Pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan mahasiswa Yahukimo yang sedang menempuh pendidikan di Kota Manokwari.
Mahasiswa menegaskan bahwa mereka tidak memiliki tempat lain untuk dituju. Karena itu, mereka meminta Pemerintah Kabupaten Yahukimo segera mengambil langkah nyata agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut dan tidak mengganggu keberlangsungan pendidikan.
Hingga rilis pers ini dibuat, belum terdapat keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Yahukimo mengenai langkah yang akan diambil untuk merespons kondisi mahasiswa Yahukimo yang sementara mengungsi di lingkungan Gereja GIDI Manokwari.
(*)
Penulis : Dominikus Lokobal
Editor : Julianus Sorabut
Sumber Berita: https//:Garudapost.id



















