Makam Balita 17 Bulan Dibongkar Polisi, Dugaan Penganiayaan Gegerkan Warga Cibuaya

Minggu, 10 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Garudapost.id — Kasus dugaan kekerasan terhadap anak kembali mengguncang Kabupaten Karawang. Seorang balita berusia 17 bulan asal Desa Pajaten, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, diduga menjadi korban penganiayaan hingga meninggal dunia.

Setelah 24 hari dimakamkan, makam korban akhirnya dibongkar oleh pihak kepolisian untuk kepentingan penyelidikan, Sabtu (9/5/2026).

Dunia memang konsisten memberi bukti bahwa sebagian manusia belum pantas diberi tanggung jawab memelihara tanaman, apalagi anak kecil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Proses pembongkaran makam atau ekshumasi dilakukan di lokasi pemakaman keluarga yang berada di Dusun Cikuda RT 01 RW 01, Desa Sukasari, Kecamatan Cibuaya. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh jajaran kepolisian bersama tim kedokteran forensik dari Bidokkes Polda Jawa Barat.

 

Informasi yang dihimpun, sebelum meninggal dunia korban sempat dibawa ke sebuah klinik kesehatan dalam kondisi kritis. Pihak klinik kemudian menyarankan agar korban segera dirujuk ke Rumah Sakit Hastien Karawang untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

 

Namun sesampainya di rumah sakit, nyawa balita tersebut tidak berhasil diselamatkan oleh tim medis.

Kasatres PPA dan PPO Polres Karawang, AKP Herwit Yuanita, menjelaskan bahwa kegiatan ekshumasi merupakan bagian dari rangkaian proses penyidikan guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.

 

“Upaya atau kegiatan ekshumasi ini merupakan rangkaian dari proses penyidikan. Hari ini kami bersama kedokteran forensik dari Bidokkes Polda Jawa Barat melaksanakan ekshumasi atau gali kubur terkait pelaksanaan autopsi terhadap anak korban tersebut,” ujarnya saat diwawancarai awak media.

 

Ia juga menerangkan, setelah korban meninggal dunia, pihak keluarga sempat langsung memakamkan anak tersebut. Namun dua hari setelah pemakaman, kedua orang tua korban melaporkan dugaan tindak kekerasan itu kepada pihak kepolisian.

 

“Setelah laporan polisi diterbitkan, kami melakukan proses penyelidikan dan saat ini sudah masuk tahap penyidikan. Karena korban telah dimakamkan, maka diperlukan tindakan ekshumasi atau gali kubur untuk kepentingan autopsi,” tambahnya.

 

Hingga kini pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut dan mengumpulkan sejumlah keterangan serta alat bukti untuk mengungkap dugaan penganiayaan terhadap balita malang itu. Warga sekitar pun tampak memadati area pemakaman saat proses pembongkaran makam berlangsung. Karena di negeri ini, kabar duka selalu lebih cepat menyebar dibanding bantuan nyata bagi anak-anak yang seharusnya dilindungi.

Facebook Comments Box

Penulis : Asep Dadang

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Cakupan Imunisasi Campak di Manokwari Capai 98,6 Persen, 80 Wilayah Belum Penuhi Target
Kebakaran Kamar Akibat Puntung Rokok Di Desa Sindangwangi Renggut Nyawa Lansia
TOHA — TULUS, OPTIMIS, HARMONIS, AMANAH: SIAP WUJUDKAN DESA AMANSARI MAJU, ADIL, DAN SEJAHTERA PERIODE 2026-2034
Razia Lalu Lintas Atau Kejar Setoran? Ketika Negosiasi Dan ANGKA RATUSAN RIBU MENJADI PERTANYAAN PUBLIK
KPM di Limau Gadang Mengaku Takut dan Bingung, Dugaan Persoalan Bansos PKH hingga Ancaman Penghapusan Berita Jadi Sorotan
Balai Karantina Maluku Sambut Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI, Perkuat Sinergi Pengawasan Satwa Komisi IV DPR RI Dalam Rangka Satwa Liar
PJT II dan BBWS Citarum Normalisasi Irigasi di Jayakerta
Angka Di Kertas, Bangunan Di Lapangan , Siapa Yang Memastikan RP600 JUTA TEPAT SASARAN?
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:22

Cakupan Imunisasi Campak di Manokwari Capai 98,6 Persen, 80 Wilayah Belum Penuhi Target

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:02

Kebakaran Kamar Akibat Puntung Rokok Di Desa Sindangwangi Renggut Nyawa Lansia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:44

TOHA — TULUS, OPTIMIS, HARMONIS, AMANAH: SIAP WUJUDKAN DESA AMANSARI MAJU, ADIL, DAN SEJAHTERA PERIODE 2026-2034

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:40

Razia Lalu Lintas Atau Kejar Setoran? Ketika Negosiasi Dan ANGKA RATUSAN RIBU MENJADI PERTANYAAN PUBLIK

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:32

KPM di Limau Gadang Mengaku Takut dan Bingung, Dugaan Persoalan Bansos PKH hingga Ancaman Penghapusan Berita Jadi Sorotan

Berita Terbaru

BOLMONG UTARA

Ardiansyah Mansyur Ditunjuk Sebagai Pjs Ketua FORKI Bolmut

Rabu, 14 Okt 2026 - 12:13