MANOKWARI, Garudapost.id—Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di Kabupaten Manokwari diperkuat melalui sosialisasi Campak dan Campak Rubella di Puskesmas Macuan, Distrik Masni Utara, Rabu (30/9/2026).
Pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) menjadi salah satu perhatian utama dalam kegiatan tersebut, dengan sasaran anak usia 9 bulan hingga kurang dari 5 tahun dan target cakupan imunisasi sebesar 95 persen.
Sosialisasi yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIT tersebut dibuka oleh perwakilan Distrik Masni Utara, Yustinus Pinder. Kegiatan melibatkan Kepala Puskesmas Macuan bersama staf, perwakilan Kepala Kampung Sibuni, guru, kepala sekolah PAUD, kader, serta Penanggung Jawab Surveilans dan staf Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari.
Dua narasumber memberikan materi dalam kegiatan tersebut, yakni Kepala Puskesmas Macuan Maria Gorety, S.Kep., dan Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari Mince Wilil, SKM., M.Kes.
Materi yang disampaikan mencakup penanganan KLB dari sisi pelayanan kesehatan, surveilans, pengenalan Campak dan Rubella, serta respons imunisasi di masyarakat.
Maria Gorety menjelaskan pentingnya peran puskesmas dalam merespons KLB Campak, termasuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah distrik, pemerintah kampung, sekolah, kader, dan masyarakat.
Koordinasi tersebut diperlukan agar informasi mengenai pencegahan, penemuan kasus, serta pelayanan kesehatan dapat diterima masyarakat secara cepat dan tepat.
Sementara itu, Mince Wilil memberikan pemahaman mengenai Campak dan Rubella serta mekanisme ORI sebagai bagian dari respons terhadap KLB.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali kondisi yang dicurigai sebagai Campak dan segera melaporkannya kepada petugas kesehatan untuk mendapatkan tindak lanjut sesuai prosedur.
Pelaksanaan ORI di Kabupaten Manokwari dijadwalkan pada 5–17 Oktober 2026. Sasaran program adalah anak usia 9 bulan hingga kurang dari 5 tahun dengan target cakupan imunisasi sebesar 95 persen.
Di tingkat lapangan, pencapaian target tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Orang tua menjadi bagian penting dalam memastikan anak yang menjadi sasaran mendapatkan pelayanan imunisasi.
Sementara kader, guru, pemerintah kampung, tenaga kesehatan, dan unsur distrik berperan membantu penyampaian informasi serta menjangkau keluarga yang menjadi sasaran program.
Tim Penanggung Jawab Surveilans bersama staf Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari turut mendukung kegiatan tersebut. Penguatan surveilans dan pelaporan diperlukan untuk membantu petugas mengenali kasus yang dicurigai serta menentukan tindak lanjut sesuai prosedur kesehatan.
Sosialisasi di Puskesmas Macuan sekaligus mempertemukan unsur kesehatan dengan sektor pemerintahan, pendidikan, dan masyarakat. Keterlibatan lintas sektor menjadi penting karena respons terhadap KLB tidak hanya berlangsung di fasilitas kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan tempat anak beraktivitas.
Sebagai tindak lanjut, unsur yang hadir menyatakan komitmen bersama untuk mendukung pelaksanaan ORI dengan target cakupan 95 persen. Komitmen tersebut diarahkan pada kesiapan pendataan sasaran, penyebaran informasi, koordinasi, dan pelaksanaan pelayanan imunisasi di lapangan.
Dengan pelaksanaan ORI yang dijadwalkan pada Oktober 2026, sosialisasi di Macuan menjadi bagian dari persiapan daerah dalam merespons KLB Campak.
Fokus berikutnya adalah memastikan informasi mengenai ORI sampai kepada masyarakat serta memastikan anak yang masuk dalam kelompok sasaran dapat terjangkau pelayanan imunisasi.(*)
Penulis : Dominikus Lokobal
Editor : Julianus Sorabut
Sumber Berita: https//:Garudapost.id



















