Garudapost.id – Bone Bolango – Harga kebutuhan pangan yang masih tinggi di pasar menjadi salah satu alasan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango menghadirkan Pasar Murah Bersubsidi di Kecamatan Bulango Selatan. Sebanyak 500 paket didistribusikan untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih ringan.
Pasar murah tersebut dibuka Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, didampingi Sekretaris Daerah Iwan Mustapa di Lapangan Kantor Camat Bulango Selatan, Senin (28/9/2026).
Untuk beras kemasan 5 kilogram yang sebelumnya dibanderol Rp82.500, masyarakat cukup membayar Rp25.000 setelah mendapatkan subsidi. Sementara cabai merah sebanyak 0,50 kilogram yang semula seharga Rp70.000, setelah subsidi dapat diperoleh dengan harga Rp20.000.
Besarnya subsidi tersebut membuat selisih harga yang ditanggung masyarakat cukup signifikan. Beras 5 kilogram misalnya, mendapat subsidi Rp57.500 per paket, sedangkan cabai merah 0,50 kilogram mendapat subsidi Rp50.000. Intervensi harga itu menjadi semakin relevan jika dibandingkan dengan kondisi harga pangan di pasar. Cabai rawit merah masih menjadi komoditas dengan harga tertinggi di antara bahan pangan segar, yakni mencapai Rp140.000 per kilogram. Sementara cabai merah keriting berada di angka Rp80.000 per kilogram.
Untuk komoditas bawang, harga bawang merah tercatat Rp37.667 per kilogram, bawang putih Honan Rp38.667 per kilogram, sedangkan bawang bombai Rp45.000 per kilogram. Pada komoditas beras, Beras Cap IR 64 medium dijual Rp15.000 per kilogram dan beras SPHP Bulog Rp12.000 per kilogram. Sementara harga Beras Cap Pulen, Cap Dua Putri premium dan Cap Sania premium tidak tercatat dalam laporan pemantauan.
Komoditas minyak goreng juga menunjukkan variasi harga. Minyak goreng curah dijual Rp19.000 per liter, minyak goreng kemasan premium Rp24.000 per liter dan Minyakita Rp15.700 per liter. Gula pasir curah berada di angka Rp19.000 per kilogram, tepung terigu Rp13.000 per kilogram dan garam halus Rp11.000 per kilogram.
Untuk kebutuhan protein, harga daging sapi paha belakang mencapai Rp150.000 per kilogram. Daging ayam ras karkas dijual Rp33.500 per kilogram, telur ayam ras Rp30.767 per kilogram, sementara ayam kampung utuh berada di angka Rp65.000 per ekor. Harga hasil laut juga masih cukup tinggi. Ikan teri tercatat Rp110.000 per kilogram, udang basah Rp65.000 per kilogram dan ikan tongkol Rp35.000 per kilogram.
Sementara itu, harga sejumlah sayuran relatif lebih rendah. Tomat berada di angka Rp8.000 per kilogram, kentang sedang Rp22.000, sawi hijau Rp15.000, sedangkan kangkung, ketimun, kacang panjang dan ketela pohon masing-masing Rp10.000 per kilogram. Untuk buah, pisang lokal dijual Rp10.000 per kilogram dan jeruk lokal Rp15.000 per kilogram. Tempe bungkus Rp20.000 per kilogram, tahu putih Rp10.000, kacang hijau Rp35.000 dan kacang tanah Rp45.000 per kilogram.
Sedangkan mie instan tercatat Rp3.500 per bungkus dan susu kental manis kemasan 370 gram Rp13.000. Di tengah variasi harga tersebut, Ismet menegaskan pasar murah merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk membantu masyarakat, khususnya mereka yang masih menghadapi keterbatasan ekonomi.
“Kalau ibu-ibu tidak mengalami kekurangan, tidak akan berada di tempat ini. Karena ibu-ibu punya kekurangan, itu saya bantu,” kata Ismet.
Menurutnya, arah pembangunan daerah tidak hanya berbicara mengenai pertumbuhan, tetapi harus bermuara pada stabilitas dan kesejahteraan masyarakat. “Kalau daerah stabil, maka seluruh program akan jalan. Kedua adalah kesejahteraan,” tandasnya.



















