Pedagang Boboko Keliling Asal Majalengka Berangkat Haji, Bukti Keteguhan dan Disiplin Menabung.

Jumat, 24 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAJALENGKA, GarudaPost.id ~ Dengan kesabaran, keteguhan hidup sederhana, serta disiplin dalam menabung, Eye Sunarya (54), pedagang boboko keliling asal Blok Minggu dusun Cisampih Desa Tarikolot, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, akhirnya mampu mewujudkan impiannya menunaikan ibadah haji pada musim haji 2026.

 

Pria yang akrab disapa Wa Mumu itu akan berangkat ke Tanah Suci bersama sang istri, Siti Mariah (48), sebagai bagian dari calon jemaah haji kloter 06 asal Majalengka. Keduanya dijadwalkan berangkat pada Minggu, 26 April 2026 melalui Bandara Internasional Kertajati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Perjalanan hidup Wa Mumu menjadi perhatian warga karena penuh perjuangan. Sejak lulus Sekolah Dasar pada tahun 1981, ia telah menekuni profesi sebagai pedagang boboko dan berbagai kerajinan berbahan bambu dengan berkeliling sambil dipikul.

 

Di tengah perkembangan zaman, saat banyak pedagang beralih menggunakan kendaraan bermotor, Wa Mumu tetap jualan “ditang’gung” (dipikul) untuk menjajakan dagangannya dari kampung ke kampung di wilayah Palasah hingga Leuwimunding.

 

“Setiap hari saya berkeliling membawa boboko dan anyaman dari bambu. Saya ambil dari saudara yang menjadi pengrajin, lalu saya jual ke kampung-kampung,” ujarnya saat ditemui di rumahnya Kamis (23/4/2026).

 

Setelah sekitar lima tahun berjualan di kampung halaman, Wa Mumu kemudian merantau ke wilayah Purwakarta dan melanjutkan usahanya hingga sekarang bersama sang istri.

 

Keinginan untuk menunaikan ibadah haji sudah tertanam sejak lama. Pada tahun 2013, di tengah keterbatasan ekonomi, Wa Mumu memberanikan diri mendaftarkan diri bersama istrinya sebagai calon jemaah haji.

 

Saat itu, penghasilannya hanya sekitar Rp30.000 per hari. Namun dengan tekad kuat, ia tetap disiplin menyisihkan Rp10.000 setiap hari untuk tabungan haji.

 

Ia memegang teguh prinsip hidup sederhana sebagaimana nasihat orang tuanya. Separuh dari penghasilannya ditabung, sementara sisanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

 

Perjuangan panjang itu akhirnya membuahkan hasil. Setelah bertahun-tahun menabung, Wa Mumu dan istri kini siap berangkat ke Tanah Suci.

Kisahnya pun mengundang rasa haru dan bangga dari warga sekitar. Salah seorang tetangga, H.Rega (57), mengaku tidak heran dengan keberhasilan Wa Mumu.

 

“Pak Mumu itu orangnya sabar dan ulet. Dari dulu memang sudah punya niat kuat untuk berhaji. Kami ikut bangga akhirnya bisa terwujud,” ujarnya.

 

Hal senada disampaikan Ibu Wiwi (50) yang menyebut Wa Mumu sebagai sosok pekerja keras dan disiplin.

 

“Setiap hari keliling , tetap semangat. Ini jadi contoh bagi kami semua bahwa kerja keras dan konsistensi itu penting,” katanya.

 

Sementara itu, kerabatnya, Pepeh (38), menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari kedisiplinan Wa Mumu dalam mengelola keuangan.

 

“Penghasilannya memang tidak besar, tapi beliau konsisten menabung. Itu yang membuat kami kagum,” ungkapnya.

 

Warga pun mendoakan agar pasangan tersebut diberikan kelancaran selama menjalankan ibadah haji serta kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.

 

Kisah Wa Mumu menjadi inspirasi bahwa dengan kesabaran, kerja keras, dan hidup sederhana, impian besar dapat terwujud, termasuk menunaikan rukun Islam kelima.

Facebook Comments Box

Penulis : (M.Nur.R)

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Kebakaran Kamar Akibat Puntung Rokok Di Desa Sindangwangi Renggut Nyawa Lansia
TOHA — TULUS, OPTIMIS, HARMONIS, AMANAH: SIAP WUJUDKAN DESA AMANSARI MAJU, ADIL, DAN SEJAHTERA PERIODE 2026-2034
KPM di Limau Gadang Mengaku Takut dan Bingung, Dugaan Persoalan Bansos PKH hingga Ancaman Penghapusan Berita Jadi Sorotan
Balai Karantina Maluku Sambut Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI, Perkuat Sinergi Pengawasan Satwa Komisi IV DPR RI Dalam Rangka Satwa Liar
PJT II dan BBWS Citarum Normalisasi Irigasi di Jayakerta
Transparan Tanpa Intervensi! 210 Bakal Calon Kades di Karawang Jalani Tes CAT di Unsika
Perumdam Tirta Tarum Ucapkan Dirgahayu TNI ke-81: Bersama Rakyat, Jaga Persatuan dan Kedaulatan NKRI
Kecelakaan Maut di Purwasari Karawang, Tiga Pelajar Tewas Tabrak Tronton
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:02

Kebakaran Kamar Akibat Puntung Rokok Di Desa Sindangwangi Renggut Nyawa Lansia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:44

TOHA — TULUS, OPTIMIS, HARMONIS, AMANAH: SIAP WUJUDKAN DESA AMANSARI MAJU, ADIL, DAN SEJAHTERA PERIODE 2026-2034

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:32

KPM di Limau Gadang Mengaku Takut dan Bingung, Dugaan Persoalan Bansos PKH hingga Ancaman Penghapusan Berita Jadi Sorotan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:04

Balai Karantina Maluku Sambut Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI, Perkuat Sinergi Pengawasan Satwa Komisi IV DPR RI Dalam Rangka Satwa Liar

Minggu, 11 Oktober 2026 - 02:36

PJT II dan BBWS Citarum Normalisasi Irigasi di Jayakerta

Berita Terbaru