Pelepasan dan Pentas Seni SDN 10 Tanjung Raya

Minggu, 31 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MESUJI,garudapost.id  – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 10 Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji, menggelar acara pentas seni sekaligus pelepasan siswa-siswi kelas 6 tahun ajaran 2026. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi siswa serta wahana pengembangan karakter bagi seluruh peserta didik di SDN 10 Tanjung Raya.

Acara tersebut berlangsung di halaman SDN 10 Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji, pada Sabtu (30/05/2026).

Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Pengawas Sekolah SDN Tanjung Raya, Kepala SPPG Gedung Ram 2, para kepala sekolah se-Kecamatan Tanjung Raya, Kepala Desa Sinar Laga, Kapolsek Brabasan, Kepala Sekolah TK IT Desa Sinar Laga, Ketua PKK Desa Sinar Laga, Kepala Sekolah SDN 10 Tanjung Raya beserta dewan guru, Manajer PT APM Sinar Laga, para donatur, Ketua Komite SDN 10 Tanjung Raya beserta anggota, para wali murid, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Sekolah SDN 10 Tanjung Raya, Dino Krama Wijaya, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa pentas seni kali ini merupakan ajang unjuk bakat dan kreativitas siswa. Berbagai pertunjukan ditampilkan, mulai dari seni musik, tari Jao-Jao, drama, hingga pembacaan puisi.

“Diselenggarakannya pentas seni ini memiliki peran penting dalam lingkungan pendidikan, yakni untuk pengembangan karakter serta melatih rasa percaya diri, kreativitas, dan kerja sama tim para siswa. Kegiatan ini juga menjadi wadah pelestarian seni tradisional maupun kreasi seni modern, serta sebagai pelepas penat dan hiburan bagi seluruh warga sekolah setelah menjalani kegiatan akademik,” jelas Dino.

Ia menambahkan bahwa tujuan diadakannya pentas seni adalah untuk menggali bakat, minat, dan daya cipta siswa. Seni pertunjukan yang ditampilkan terdiri dari musik, puisi, tari Jao-Jao, dan teater. Menurutnya, pentas seni telah menjadi tradisi penting dalam dunia pendidikan di Indonesia.

“Selain pentas seni, acara ini juga merupakan momen purna tugas bagi dua guru yang telah lama mengabdi untuk mencerdaskan anak didik di sekolah ini,” imbuh Dino.

Dino berharap kegiatan positif ini dapat terus dilaksanakan di masa mendatang karena sangat bermanfaat bagi perkembangan peserta didik. Hal ini sejalan dengan tema yang diangkat, yaitu “Mandiri Berwirausaha,” yang diharapkan menjadi bekal bagi anak-anak ke depannya.

“Kita harapkan ke depannya anak-anak didik ini dapat terus mengembangkan serta menyalurkan bakatnya melalui pentas seni. Karena seni dapat membentuk karakter anak tersebut di masa depan,” pungkasnya.

(Juari)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

PWLB dan AJP Pererat Silaturahmi, Sepakat Perkuat Soliditas Insan Pers di Lampung Barat
Peringati Hari Batik Nasional 2026, Perumda Tirta Tarum Ajak Lestarikan Warisan Budaya Bangsa
Yogi Mandala Putra Apresiasi Program Seragam Gratis: Lampung Barat Berkembang Selangkah Demi Selangkah
Program Seragam Gratis Berlanjut, Bambang Irawan Dorong Semangat Belajar Siswa
Alfi Yulizon Bantuan Beras 30 Kg Per KK Tersalurkan Merata ke 580 Keluarga Sukananti
Dukung Imbauan Kapolres Lampung Barat, PWLB Minta Rekan Media Tidak Memaksakan Peliputan di Lapangan
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Karyamulya Jadi Momentum Pererat Silaturahmi
Ketua Umum PWLB Apresiasi Program Seragam Sekolah Gratis Pemkab Lampung Barat
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:50

PWLB dan AJP Pererat Silaturahmi, Sepakat Perkuat Soliditas Insan Pers di Lampung Barat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:51

Peringati Hari Batik Nasional 2026, Perumda Tirta Tarum Ajak Lestarikan Warisan Budaya Bangsa

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:30

Yogi Mandala Putra Apresiasi Program Seragam Gratis: Lampung Barat Berkembang Selangkah Demi Selangkah

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:34

Program Seragam Gratis Berlanjut, Bambang Irawan Dorong Semangat Belajar Siswa

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:38

Alfi Yulizon Bantuan Beras 30 Kg Per KK Tersalurkan Merata ke 580 Keluarga Sukananti

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:59