Pelindo Regional 1 Belawan Dorong Peningkatan Layanan Pelabuhan melalui Kolaborasi Stakeholder

Jumat, 16 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUDAPOST.ID SUMUT

MEDAN – Kelancaran arus barang di Pelabuhan Belawan tidak hanya bergantung pada kesiapan fasilitas dan aktivitas bongkar muat, tetapi juga pada keterhubungan proses pelayanan yang melibatkan berbagai pihak. Hal ini menjadi perhatian PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Belawan dalam mendorong penguatan koordinasi dengan para pemangku kepentingan di lingkungan pelabuhan.

Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui partisipasi Pelindo Regional 1 Belawan dalam Focus Group Discussion (FGD) “Percepatan Operasional Nonpetikemas Pelabuhan Belawan” yang diselenggarakan PT Pelindo Multi Terminal di Grha Pelindo Medan, Selasa (13/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Executive General Manager Pelindo Regional 1 Belawan, Yusrizal, yang memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut, menyoroti pentingnya membangun pemahaman bersama mengenai kebutuhan pelayanan dan tantangan yang dihadapi dalam aktivitas kepelabuhanan.

“Pelabuhan merupakan ekosistem yang melibatkan banyak pihak dengan tugas dan kewenangan masing-masing. Karena itu, peningkatan pelayanan tidak dapat dilakukan secara terpisah. Dibutuhkan komunikasi yang terbuka agar setiap kendala dapat dipahami bersama dan dicarikan langkah penyelesaian sesuai dengan peran masing-masing,” ujar Yusrizal.

Menurutnya, forum yang mempertemukan regulator, operator terminal, asosiasi, dan pelaku usaha memiliki nilai penting karena memberikan ruang bagi setiap pihak untuk menyampaikan perspektif serta kebutuhan pelayanan secara langsung.

Salah satu fokus utama dalam FGD tersebut adalah upaya peningkatan dan percepatan layanan jasa kepelabuhanan, khususnya pada kegiatan operasional nonpetikemas di Pelabuhan Belawan. Diskusi juga membahas berbagai kendala yang dihadapi dalam proses pelayanan, termasuk aspek operasional terminal, ketentuan kepabeanan, serta koordinasi antarpihak yang terlibat dalam arus barang. Melalui pembahasan tersebut, para pemangku kepentingan dapat mengidentifikasi hambatan sekaligus mendiskusikan langkah-langkah perbaikan untuk mendukung pelayanan yang lebih efektif dan efisien.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Kantor Bea Cukai Belawan, Agus Sujendro, Direktur Operasi dan Teknik Pelindo Multi Terminal, Wahyu Pradityo, serta perwakilan KSOP Utama Belawan, INSA, ALFI/ILFA, ISAA, dan Asosiasi Tangki Timbun dan Pemompaan Belawan.

Bagi Pelindo Regional 1 Belawan, masukan dari para pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam memahami dinamika pelayanan di lapangan. Komunikasi yang terbangun diharapkan dapat membantu memperlancar koordinasi serta mendukung upaya perbaikan layanan secara berkelanjutan.

“Yang terpenting adalah bagaimana komunikasi yang terbangun melalui forum seperti ini dapat terus berlanjut. Dengan koordinasi yang baik, kita berharap proses pelayanan di Pelabuhan Belawan semakin efektif dan mampu menjawab kebutuhan pengguna jasa,” tambah Yusrizal.

Pelindo Regional 1 Belawan memandang hubungan yang baik dengan regulator, operator, dan pengguna jasa sebagai bagian penting dalam mendukung kelancaran aktivitas kepelabuhanan, sekaligus menjaga peran Pelabuhan Belawan sebagai salah satu simpul logistik utama di Sumatera Utara.

Facebook Comments Box

Penulis : MAPIT

Editor : S Tarigan

Berita Terkait

Pelindo Regional 1 Dukung Pembangunan SMP di Belawan, Perkuat Akses Pendidikan bagi Generasi Muda
17 Siswa SDN 060870 Medan Timur Diduga Keracunan MBG, Tiga Dirawat Serius
Kapolda Sumut Sonny Irawan Resmi Mulai Bertugas, Tekankan Pelayanan Publik dan Soliditas
Polda Sumut Kejar Bos Nextplay88 hingga Jakarta, Dua Tersangka Diamankan
Polisi Buru Dua Pemasok Usai Amankan DJ dan Kurir Pod Getar di Medan
Lom Lom Suwondo Apresiasi Dandim Lama, Sambut Komandan 0201/Medan yang Baru
Nama Meninggal Masih Terdaftar, DPRD Sumut Sorot Pendataan Bansos
Dilempari Batu Saat Penggerebekan, Polsek Medan Timur Tetap Amankan Pengedar Narkoba
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 01:22

Pelindo Regional 1 Dukung Pembangunan SMP di Belawan, Perkuat Akses Pendidikan bagi Generasi Muda

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:22

Pelindo Regional 1 Belawan Dorong Peningkatan Layanan Pelabuhan melalui Kolaborasi Stakeholder

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:38

17 Siswa SDN 060870 Medan Timur Diduga Keracunan MBG, Tiga Dirawat Serius

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:29

Kapolda Sumut Sonny Irawan Resmi Mulai Bertugas, Tekankan Pelayanan Publik dan Soliditas

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:07

Polda Sumut Kejar Bos Nextplay88 hingga Jakarta, Dua Tersangka Diamankan

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:59