GARUDAPOST.ID PALEMBANG,-Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) meyakini pembangunan dan pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat akan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan. Proyek tersebut dinilai memiliki posisi strategis karena masuk dalam proyek nasional dan membutuhkan berbagai tahapan persiapan sebelum pelaksanaannya berjalan optimal, dilaksanakan di ruang karang anyar Swarna Dwipa Palembang.
“Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sumsel, Dr. H. Apriyadi, M.Si., mengatakan keberadaan Pelabuhan Tanjung Carat diharapkan mampu memberikan dampak besar terhadap perekonomian Sumsel, terutama setelah proyek tersebut mulai direalisasikan,kamis (24/09/2026).
“Yang diwawancarai oleh awak media Insyaallah ke depan ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan di Sumatera Selatan, manakala Pelabuhan Tanjung Carat ini sudah mulai dilaksanakan,” ujar Apriyadi.
“Menurutnya, pembangunan pelabuhan tersebut merupakan proyek besar yang juga berkaitan dengan kepentingan nasional. Karena itu, prosesnya membutuhkan persiapan matang, baik dari sisi regulasi, kerja sama maupun tahapan pelaksanaan di lapangan.
“Ini proyek besar dan termasuk proyek strategis nasional. Artinya, memerlukan tahapan-tahapan dan persiapan yang harus dilakukan, baik dari sisi aturan maupun kerja sama,” katanya.
“Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumsel, H. Affandi Udji, S.E., M.M., mengatakan dunia usaha mendorong agar pertumbuhan ekonomi Sumsel dapat meningkat hingga mencapai 6 persen.
“Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Sumsel saat ini berada di kisaran 5,3 persen. Untuk mendorong peningkatan tersebut, diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, BUMN, dunia usaha dan seluruh pemangku kepentingan di Sumsel.
“Pertumbuhan sekarang sekitar 5,3 persen. Dunia usaha mendorong supaya kita bisa mencapai 6 persen,” ujar Affandi.
“Menurutnya, target tersebut tidak boleh berhenti sebagai slogan. Kadin Sumsel bersama pemerintah dan para pemangku kepentingan akan mendorong sejumlah program kerja yang dapat menjadi instrumen konkret dalam meningkatkan aktivitas ekonomi daerah.
“Ini bukan hanya slogan. Kita bentuk dan kita indikator-kan. Kalau kita bisa berkolaborasi bersama-sama, insyaallah target 6 persen itu bukan sesuatu yang mustahil,” katanya.
“Affandi menjelaskan, sejumlah program kerja Kadin Sumsel nantinya juga akan didorong untuk menjadi program nasional sehingga dapat memperoleh dukungan dari pemerintah pusat.
“Selain itu, Kadin Sumsel akan membawa sejumlah isu strategis yang dinilai berkaitan langsung dengan penguatan perekonomian daerah, termasuk pengembangan investasi dan proyek yang melibatkan pemerintah maupun sektor swasta.
“Ia juga menyoroti persoalan perizinan yang selama ini dinilai masih menjadi salah satu tantangan bagi pelaku usaha. Menurutnya, sejumlah kewenangan perizinan yang dapat ditangani di daerah perlu didorong agar kembali lebih dekat dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha.
“Perizinan yang selama ini seharusnya bisa diselesaikan di daerah, akan kita dorong agar bisa kembali ke daerah. Ini supaya lebih mudah bagi pelaku usaha,” jelasnya.
“Affandi menilai penyederhanaan regulasi dan kemudahan perizinan akan memberikan dampak terhadap iklim investasi serta mempercepat realisasi kegiatan usaha di Sumsel.
“Karena itu, Kadin Sumsel akan melakukan kajian berdasarkan persoalan yang ditemukan di lapangan untuk kemudian dibahas bersama pemerintah dan pemangku kepentingan terkait.
“Kalau semuanya bisa berjalan, apalagi kepastian hukum juga bisa berjalan, bukan hal yang mustahil bagi kita untuk mencapai pertumbuhan 6 persen,” tegasnya.
“Ia menambahkan, dunia usaha pada dasarnya berbicara dengan indikator dan angka. Karena itu, dukungan pemerintah melalui penyederhanaan regulasi, percepatan perizinan dan kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi Sumsel.
“Dengan adanya sinergi antara pemerintah, BUMN, dunia usaha dan berbagai elemen masyarakat, target pertumbuhan ekonomi Sumsel sebesar 6 persen diharapkan dapat diwujudkan melalui program yang terukur dan berkelanjutan.
Penulis : Kurnia
Editor : Ahmad


























