Ratusan Peserta Penuhi Aula, Wagub Idah Syahidah Hadiri Rembug Utama KTNA 2026

Jumat, 19 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LIMBOTO,Garudapost.id – Suasana khidmat dan penuh perhatian terlihat jelas di Aula Universitas Gorontalo pada Jumat (19/6/2026). Ratusan peserta dari berbagai daerah memadati ruangan untuk mengikuti kegiatan Rembug Utama Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Tahun 2026.

Foto dokumentasi menunjukkan barisan depan (VIP) yang diisi oleh sejumlah tokoh penting. Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, tampak duduk di tengah mengenakan busana putih dan hijab senada, dengan gestur tangan yang menunjukkan sikap menyimak secara serius. Di sebelah kirinya duduk seorang pejabat berbatik biru, sementara di sebelah kanannya terdapat perwakilan organisasi petani/nelayan berseragam lengkap serta pejabat instansi terkait.

Di belakang barisan utama, ratusan delegasi KTNA dari seluruh Indonesia tampak fokus mengikuti jalannya acara. Mayoritas peserta mengenakan seragam batik khas organisasi atau pakaian resmi, mencerminkan keseriusan forum musyawarah tertinggi ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kehadiran massa yang masif ini menegaskan antusiasme pelaku sektor pertanian dan perikanan terhadap agenda PENAS XVII. Dalam forum ini, para peserta tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi juga aktif merumuskan rekomendasi strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan menentukan arah kebijakan KTNA ke depan, termasuk penentuan tuan rumah PENAS XVIII tahun 2029.

Acara ini menjadi bukti bahwa Gorontalo siap menjadi tuan rumah yang baik, dengan dukungan penuh dari elemen masyarakat tani dan nelayan across the nation.

RK

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Penetapan Calon Kades dan Pengundian Nomor Urut di Desa Dukuhkarya Berlangsung Kondusif
Pengundian Nomor Urut Calon Kades Amansari Selesai, Panitia Imbau Semua Pihak Jaga Kondusivitas
Gelar Adat Pulanga Bupati Gorontalo Disiarkan Langsung TVRI, Pemkab Berikan Apresiasi
Di Tengah Kabut Asap, Ada Cerita Manis dari Lapangan Bukikgombak
Semangat Pacu Kuda Tak Surutkan Perhatian Camat, Kesehatan Warga Tetap Prioritas
Anto K.Mahfudin, S.E Kandidat No.(3) Usung Program Pro-Rakyat Untuk KARANGJAYA 
Kuwu Apud Dapat Nomor Urut 2,di Pilkades Kertasari Warga nyatakan Dukungannya.
Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:32

Penetapan Calon Kades dan Pengundian Nomor Urut di Desa Dukuhkarya Berlangsung Kondusif

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:16

Pengundian Nomor Urut Calon Kades Amansari Selesai, Panitia Imbau Semua Pihak Jaga Kondusivitas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:19

Gelar Adat Pulanga Bupati Gorontalo Disiarkan Langsung TVRI, Pemkab Berikan Apresiasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:16

Di Tengah Kabut Asap, Ada Cerita Manis dari Lapangan Bukikgombak

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:52

Semangat Pacu Kuda Tak Surutkan Perhatian Camat, Kesehatan Warga Tetap Prioritas

Berita Terbaru