Garudapost.id, Kota Gorontalo – RS Sitti Khadijah merupakan salah satu amal usaha Aisyiah–Muhammadiyah di Kota Gorontalo yang tidak hanya bergerak dalam pelayanan kesehatan, tetapi juga memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dakwah, dan pengembangan amal usaha lainnya.
Direktur Utama RS Sitti Khadijah, dr. Rusli A. Katili, MARS, menjelaskan bahwa sesuai dengan ketentuan PP Muhammadiyah, keberadaan RS Sitti Khadijah tidak hanya diarahkan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, tetapi juga menjalankan fungsi sebagai lembaga amal Muhammadiyah dan pusat dakwah amar ma’ruf nahi munkar.
Hal tersebut menjadi bagian dari peran RS Sitti Khadijah sebagai amal usaha Aisyiah–Muhammadiyah dalam menjalankan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendukung misi sosial dan dakwah organisasi.
Sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai keislaman dan ideologi Muhammadiyah, seluruh karyawan RS Sitti Khadijah diwajibkan mengikuti dan lulus pengkaderan Baitul Arqam. Pengkaderan tersebut menjadi salah satu upaya untuk membentuk pemahaman, komitmen, dan integritas karyawan dalam menjalankan tugas pelayanan sesuai dengan nilai-nilai Muhammadiyah.
Dalam menjalankan peran tersebut, pendapatan yang diperoleh dari pelayanan rumah sakit tidak dibagikan kepada pemilik maupun pengurus organisasi Aisyiah sebagai pendiri dan pengelola. Pendapatan tersebut kembali digunakan untuk pengembangan rumah sakit serta mendukung berbagai kegiatan yang berada di lingkungan Aisyiah dan Muhammadiyah.
Hal tersebut disampaikan dr. Rusli saat ditemui awak media dalam wawancara lanjutan mengenai perjalanan dan kiprah RS Sitti Khadijah di Kota Gorontalo.
Menurut dr. Rusli, pendapatan rumah sakit tidak dibagikan kepada pemilik, termasuk dalam bentuk dividen atau saham. Dana yang diperoleh dari pelayanan rumah sakit diarahkan kembali untuk memenuhi kebutuhan dan menunjang pengembangan RS Sitti Khadijah.
“Pendapatan dari hasil RSIA tidak dibagi kepada pemilik, misalnya dalam bentuk dividen atau saham, tetapi digunakan untuk mengembangkan RSIA,” jelas dr. Rusli A. Katili, MARS.
Selain untuk pengembangan rumah sakit, sebagian pendapatan RS Sitti Khadijah juga digunakan untuk mendukung kegiatan sosial dan pendidikan. Salah satunya melalui bantuan pembayaran gaji guru-guru TK Aisyiah Busthanul Athfal (ABA).
TK ABA tersebut merupakan milik Pimpinan Daerah Aisyiah (PDA) Kota Gorontalo. Menurut dr. Rusli, sekitar 40 guru mengajar di 10 TK ABA. Setiap bulan, RS Sitti Khadijah turut membantu pembayaran gaji para guru tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan pendidikan Aisyiah di Kota Gorontalo.
Salah satu dari 10 TK tersebut adalah TK ABA I yang berada di lantai 1 Masjid Darul Arqam.
Dukungan RS Sitti Khadijah tidak hanya diberikan di bidang pendidikan. Rumah sakit juga turut berkontribusi dalam berbagai aktivitas dakwah dan kegiatan organisasi Muhammadiyah serta Aisyiah.
Di lingkungan Muhammadiyah, dukungan diberikan terhadap aktivitas dakwah yang dilaksanakan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), termasuk berbagai organisasi otonom seperti Pemuda Muhammadiyah, Tapak Suci, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), dan Nasyiatul Aisyiah.
Kontribusi tersebut antara lain digunakan untuk kegiatan pengkaderan maupun perjalanan dalam rangka mengikuti pertemuan dan kegiatan organisasi di luar daerah.
RS Sitti Khadijah juga turut membantu pengembangan amal usaha lainnya. Di antaranya pengembangan produk air minum milik PWM, Q-Mas, bantuan untuk Panti Asuhan Aisyiah Limboto, serta TK ABA Bone Bolango. Dukungan juga diberikan pada tahap awal pendirian Pondok Pesantren Attanwir.
Sementara itu, kepada Aisyiah Wilayah, RS Sitti Khadijah turut memberikan kontribusi untuk mendukung pendanaan berbagai aktivitas organisasi dan dakwah Aisyiah di tingkat wilayah.
Dengan pola tersebut, pendapatan RS Sitti Khadijah tidak hanya digunakan untuk kebutuhan internal dan pengembangan rumah sakit, tetapi juga dialokasikan untuk mendukung kegiatan sosial, pendidikan, dakwah, serta pengembangan amal usaha di lingkungan Muhammadiyah dan Aisyiah.
Pengelolaan tersebut menjadi bagian dari kiprah RS Sitti Khadijah sebagai amal usaha Aisyiah–Muhammadiyah dalam menjalankan pelayanan kesehatan sekaligus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dakwah, dan pengembangan amal usaha di Kota Gorontalo.
Humas
wartawan/reporter:
Penulis : Ruslan
Editor : Ruslan
Sumber Berita: dr. Rusli A. Katili



















