TANAH DATAR, garudapos.id — Cahaya transparansi kini menyinari pengelolaan anggaran pendidikan di Kabupaten Tanah Datar. Tak ada lagi yang tersembunyi dari pandangan publik. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan secara resmi membuka rincian pengelolaan Dana Pengembalian Transfer Keuangan Daerah (TKD) dalam pemaparan terbuka yang berlangsung penuh keterbukaan di Aula Disdikbud Tanah Datar, Jumat (23/10/2026).
Langkah ini bukan sekadar prosedur biasa. Ini adalah bukti nyata bahwa uang rakyat harus diketahui, diawasi, dan dipertanggungjawabkan kepada rakyat. Setiap Organisasi Perangkat Daerah yang menerima dana TKD kini wajib memaparkan secara terbuka, berapa yang diterima, untuk apa digunakan, dan sejauh mana penyerapannya — di hadapan media dan masyarakat luas.
Sekretaris Disdikbud Tanah Datar, Mulkhairi, memaparkan dengan jelas: “Kami menerima Dana TKD di DPA Induk sebesar ±Rp2,80 miliar. Dan melalui perubahan anggaran, bertambah lagi ±Rp600 juta. Total mendekati Rp3,4 miliar.” Anggaran utamanya telah mengalir nyata ke lokasi-lokasi sekolah yang terdampak bencana, untuk perbaikan fisik yang sangat dibutuhkan warga sekolah.
Artinya: bukan angka di atas kertas semata. Rp2,8 miliar dari DPA induk sudah berwujud pekerjaan fisik yang terlihat di lapangan, menambal kerusakan, memperbaiki ruang kelas, memulihkan tempat belajar yang sempat terganggu. Sisa Rp600 juta dari perubahan anggaran akan menyusul untuk melengkapi kebutuhan yang belum terpenuhi.
Kepala Dinas Kominfo Tanah Datar, Dedy Triwidono, menegaskan: “Keterbukaan bukan pilihan, tapi keharusan. Seluruh OPD wajib terbuka kepada awak media, agar informasi yang sampai ke tangan masyarakat adalah data yang akurat, utuh, dan dapat dipercaya.” Pesan sederhana namun bermakna dalam: publik berhak tahu setiap rupiah yang keluar dari kas daerah.
Inilah wajib pemerintahan yang sehat, di mana kepercayaan dibangun di atas kejujuran, dan anggaran dipublikasikan tanpa ragu. Semoga semangat terbuka ini terus dijunjung tinggi, sehingga masyarakat Tanah Datar dapat melihat dengan jelas: ke mana dana pergi, dan apa yang telah dihasilkan untuk mereka.***
Penulis : Roni Leriang

















