UNAIM Wamena Buka PMB 2026, Terapkan Tes Langsung dan Peluang Beasiswa bagi Putra-Putri Papua

Rabu, 15 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAMENA, Garudapost.id – Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Ahmad Rizali Pawane menyatakan Universitas Amal Ilmiah (UNAIM) Wamena membuka pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) sejak 1 April hingga 7 Agustus 2026, dengan sistem seleksi langsung di hari yang sama. Hal itu disampaikan dalam keterangannya kepada media di Wamena, pada  Rabu (15/04/2026).

Dalam keterangannya, Ahmad Rizali Pawane menjelaskan bahwa pelayanan pendaftaran dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIT di kampus Universitas Amal Ilmiah Wamena.

Ia menegaskan, sistem pelayanan yang diterapkan memudahkan calon mahasiswa baru, di mana pendaftar yang datang langsung ke kampus akan mengikuti tes pada hari yang sama dan dapat langsung mengetahui hasilnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Proses seleksi meliputi tes tertulis, tes komputer, dan wawancara. Jika dinilai layak oleh tim seleksi, calon mahasiswa bisa langsung diarahkan untuk mendapatkan beasiswa,” ujarnya.

UNAIM juga menegaskan bahwa pendaftaran hanya dibuka satu gelombang tanpa ada gelombang kedua. Kebijakan ini, menurutnya, mempertimbangkan kondisi geografis Papua, di mana banyak calon mahasiswa berasal dari daerah terpencil.

“Kami memahami saudara-saudara yang datang dari kampung jauh, sehingga pelayanan dibuat cepat agar tidak perlu bolak-balik,” tambahnya.

Selain layanan langsung, UNAIM juga menyediakan sistem pendaftaran online. Calon mahasiswa yang tidak sempat datang ke kampus tetap dapat mendaftar, mengikuti tes, hingga melakukan pembayaran secara daring melalui website resmi PMB UNAIM.

Dalam PMB tahun ini, UNAIM membuka berbagai program studi, mulai dari Diploma IV (D4) seperti Manajemen Keuangan Publik, program Sarjana (S1) dengan delapan program studi, hingga program Magister (S2).

Pihak kampus juga menargetkan tidak hanya lulusan SMA, tetapi juga Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai OPD, hingga aparatur kampung untuk melanjutkan pendidikan, khususnya pada jenjang S2.

Salah satu program unggulan yang ditawarkan adalah program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang memungkinkan calon mahasiswa dengan pengalaman kerja atau riwayat pendidikan sebelumnya untuk mengonversi pengalaman tersebut menjadi mata kuliah.

“Melalui program RPL, mahasiswa bisa menyelesaikan studi lebih cepat, bahkan dalam jangka waktu dua tahun,” jelasnya.

Adapun persyaratan pendaftaran meliputi ijazah, kartu keluarga, KTP, serta biaya administrasi sebesar Rp300 ribu. Bagi calon mahasiswa yang belum memiliki ijazah, dapat melampirkan surat keterangan lulus dari sekolah.

UNAIM juga membuka peluang luas bagi putra-putri asli Papua untuk mendapatkan beasiswa. Namun, pihak kampus mengingatkan adanya kendala administratif yang kerap terjadi, seperti Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang tidak terdaftar atau ketidaksesuaian data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan sistem pendidikan tinggi.

“Kami berharap hal-hal administratif seperti NISN dan NIK dapat diperhatikan dengan baik agar tidak menghambat proses penerimaan beasiswa,” tutupnya.

Sebagai informasi, kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dijadwalkan berlangsung pada 11 hingga 14 Agustus 2026.(*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BP3OKP PAPUA PRODUKTIF DAN DINAS KOPERASI-UKM PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN SINKRONKAN PROGRAM STRATEGIS UNTUK PERKUAT EKONOMI DAN TEKAN KEMISKINAN EKSTREM
Darurat Asap dan Kesehatan, Aktivis Desak Pemprov Papua Pegunungan Bentuk Satgas Kebakaran Hutan
Cakupan Imunisasi Campak di Manokwari Capai 98,6 Persen, 80 Wilayah Belum Penuhi Target
60% Sekolah Dikunjungi Bermasalah Administrasi, Kadisdis Tanah Datar Ungkap Kendala Dana BOSP
Wisuda 20030 Mahasiswa, Rektor UNAIM Yapis Wamena Dorong Lulusan Ciptakan Lapangan Kerja
UNAIM Yapis Wamena Wisuda 20030 Lulusan, Dorong SDM Papua Pegunungan Berakar pada Budaya
Kecelakaan Maut di Purwasari Karawang, Tiga Pelajar Tewas Tabrak Tronton
PMKRI Jayawijaya Salurkan Bantuan dan Soroti Kekurangan Fasilitas Panti Asuhan
Berita ini 77 kali dibaca

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:49

BP3OKP PAPUA PRODUKTIF DAN DINAS KOPERASI-UKM PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN SINKRONKAN PROGRAM STRATEGIS UNTUK PERKUAT EKONOMI DAN TEKAN KEMISKINAN EKSTREM

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:43

Darurat Asap dan Kesehatan, Aktivis Desak Pemprov Papua Pegunungan Bentuk Satgas Kebakaran Hutan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:22

Cakupan Imunisasi Campak di Manokwari Capai 98,6 Persen, 80 Wilayah Belum Penuhi Target

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:26

60% Sekolah Dikunjungi Bermasalah Administrasi, Kadisdis Tanah Datar Ungkap Kendala Dana BOSP

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:31

Wisuda 20030 Mahasiswa, Rektor UNAIM Yapis Wamena Dorong Lulusan Ciptakan Lapangan Kerja

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:59