GARUDAPOST.ID, MANOKWARI – Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Papua Barat menggelar seleksi tahap pertama untuk menjaring talenta muda menuju tim nasional, pada Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Futsal Logam Sport, Manokwari, dan diikuti ratusan pemain dari berbagai daerah, baik dari dalam maupun luar Papua Barat.
Peserta seleksi tidak hanya berasal dari Kabupaten Manokwari, tetapi juga dari sejumlah wilayah lain seperti Kabupaten Teluk Wondama, serta dari Papua Tengah yakni Kabupaten Paniai dan Dogiyai.
Sekretaris AFP Papua Barat, Ignatius Ever, mengatakan seleksi tahap pertama ini merupakan bagian awal dari proses penjaringan pemain sebelum masuk ke tahap berikutnya bersama pelatih tim nasional.
“Seleksi hari ini adalah tahap pertama untuk menjaring pemain menuju seleksi tahap kedua. Kami ingin saat pelatih timnas datang, para pemain sudah siap,” ujarnya.
Ia menjelaskan, langkah perampingan jumlah pemain dilakukan agar pelatih timnas tidak mengalami kesulitan dalam melakukan penilaian.
“Jadi memang kita sengaja merampingkan pemain, supaya ketika coach datang tidak terlalu sulit dalam melihat potensi yang ada,” katanya.
Sebanyak 150 pemain muda ambil bagian dalam seleksi ini. Dari jumlah tersebut, nantinya akan disaring menjadi 40 pemain terbaik yang akan mengikuti tahap seleksi lanjutan bersama pelatih tim nasional.
Ignatius juga menyebutkan bahwa komunikasi dengan pelatih timnas terus dilakukan. Saat ini, pelatih kepala timnas futsal Indonesia, Hector Souto, diketahui tengah berada di Papua Tengah dan dijadwalkan tiba di Manokwari pada 23 April 2026.
“Rencana tanggal 23 siang beliau sudah tiba di Manokwari untuk memantau langsung seleksi lanjutan,” jelasnya.
Ia berharap melalui seleksi tahap pertama ini, AFP Papua Barat dapat menjaring pemain-pemain potensial yang sesuai dengan kebutuhan timnas, mengingat persaingan sangat ketat dengan peserta dari 38 provinsi di Indonesia.
Sementara itu, Ketua AFP Papua Barat, Aloysius Paulus Siep, menegaskan bahwa seleksi ini menjadi ruang bagi para pemain muda untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka secara sportif.
“Ini ruang bagi mereka untuk bersaing secara sehat dan menunjukkan bakat-bakat terpendam ke tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Ia juga berharap dari proses seleksi ini akan lahir pemain berbakat yang mampu mewakili Papua Barat di kancah yang lebih tinggi.(*)
(Penulis :Viki Itlay)








