Pemalang – Jateng || garudapost. Id
Sosrokartono dikenal sebagai kakak kandung Raden Ajeng Kartini, kiprahnya dalam dunia pendidikan tak kalah besar, dengan adiknya Kartini, Pahlawan Nasional yang hari lahirnya di peringati setiap tanggal 21 April, bahkan Sosro Kartono tercatat sebagai orang Indonesia pertama yang berhasil meraih gelar sarjana di salah satu perguruan tinggi bergensi di Eropa yaitu negara Belanda.
Kariernya di Eropa terus menanjak pada saat itu,Sosrokartono kemudian bekerja sebagai *wartawan perang* dan meliput berbagai peristiwa internasional untuk media di Belanda hingga Amerika Serikat
Saat Perang Dunia pertama pecah pada 1914-1918, ia dipercaya menjadi juru bicara bagi negara-negara Sekutu. Berkat kemampuannya menguasai banyak bahasa seperti Inggris, Belanda, Prancis, Jerman, hingga Rusia, dia dijuluki *The Genius from east* Si Jenius dari Timur.
Namun, kecemerlangan itu tak berjalan mulus ketika dia kembali ke tanah air nya Indonesia ( Dikutip dari Tanah Air Bahasa: Seratus Jejak Pers Indonesia 2007 )
Sosrokartono justru dijauhi pemerintah Hindia Belanda karena dianggap tidak kooperatif. Dia menolak bekerja sama dengan pemerintah kolonial dan lebih memilih mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Akibatnya, ruang geraknya dipersempit. Sosrokartono kesulitan mendapatkan pekerjaan dan kerap menjadi sasaran fitnah. Tekanan yang datang bertubi-tubi perlahan menggerus kondisi fisiknya.
Pada 8 Februari 1952, setelah bertahun-tahun hidup dalam kepayahan, Raden Mas Panji Sosrokartono wafat dalam usia 74 tahun. Sosok yang pernah sukses besar dan dihormati di Eropa itu pun perlahan dilupakan di negara sendiri. *( Inyong dudu sapa -sapa)*
Penulis : Ragil
Editor : Red jateng

















