Garudapost.id-Ambon/Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon kembali menegaskan komitmen kuatnya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui berbagai kegiatan produktif di sektor pertanian. Salah satu capaian nyata yang baru saja terlaksana adalah kegiatan panen sayur selada yang berhasil dibudidayakan di lahan kawasan pembinaan kemandirian lembaga tersebut. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh semangat pada Selasa (05/05), menjadi bukti keseriusan institusi dalam mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk tujuan yang bermanfaat.
Upaya yang dilakukan Rutan Ambon ini sejalan penuh dengan kebijakan pemerintah pusat yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan di seluruh daerah. Selain itu, kegiatan pertanian ini juga merupakan bentuk implementasi nyata dari 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas). Program tersebut secara khusus menekankan pentingnya pembinaan kemandirian bagi warga binaan, di mana mereka tidak hanya dibina secara kepribadian, tetapi juga dibekali keterampilan melalui kegiatan yang produktif, berdaya guna, dan memiliki nilai ekonomi maupun manfaat sosial.
Panen selada kali ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan ruang dan lahan bukanlah penghalang bagi warga binaan untuk tetap berkarya dan berkontribusi positif. Di bawah bimbingan para petugas, warga binaan mampu mengelola lahan yang tersedia secara sangat optimal dan efisien. Hasilnya, tanaman selada yang dipanen kali ini terlihat segar, tumbuh subur, serta memiliki kualitas yang baik, membuktikan bahwa keterampilan bertani yang mereka pelajari dapat diterapkan dengan hasil yang memuaskan meski dalam lingkungan terbatas.
Pihak Rutan Kelas IIA Ambon menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif dan semangat kerja keras yang ditunjukkan oleh seluruh warga binaan serta petugas pendamping dalam kegiatan ini. Keberhasilan panen ini diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan beragam jenis tanaman lain dan memperluas skala usaha pertanian ke depannya. Langkah ini tidak hanya mendukung program pemerintah, tetapi juga membekali warga binaan dengan keahlian bertani yang berguna sebagai bekal kemandirian saat mereka nanti kembali bermasyarakat.

























