Pemalang-Jateng||garudapost.id Terbatasnya ruang gerak tidak menjadi penghalang bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pemalang untuk terus menimba ilmu.
Buktinya, Rutan yang barada di dekat Alun -alun Pemalang ini, resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Agung Nugraha guna menghadirkan program penyetaraan pendidikan.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Aula Rutan setempat dilakukan oleh Karutan Pemalang bersama ketua PKBM Agung Nugraha,Hal ini menandai babak baru bagi puluhan warga binaan yang kini siap kembali membuka lembaran buku dan belajar di dalam rutan.
Mereka diberikan kesempatan emas untuk merampungkan pendidikan yang sempat tertunda melalui program Kejar Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA).
Kepala Rutan Nur Febriyanto menegaskan, bahwa pendidikan adalah hak dasar yang melekat pada setiap individu, termasuk bagi mereka yang tengah menjalani masa pidana.
Menurutnya, program ini bukan sekadar rutinitas, melainkan investasi masa depan agar para warga binaan memiliki modal ijazah resmi dan kualitas diri yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat.
“Melalui kerja sama dengan PKBM ini, kami berupaya memberikan akses pendidikan yang lebih luas bagi narapidana dan anak binaan,” ujar Febry, pada Rabu ( 24/6)
Masih menurutnya, Program pembinaan pendidikan bagi WBP sangat diperlukan guna membentuk karakter positif serta peningkatan kualitas sumber daya manusia,
“Pendidikan menjadi bagian penting dalam proses pembinaan karena mampu membentuk karakter, meningkatkan pengetahuan, serta memberikan bekal yang bermanfaat ketika mereka kembali dan berintegrasi dengan masyarakat,Kami berharap program ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh peserta didik di Rutan Pemalang,” tutupnya.
Langkah progresif ini, menunjukkan komitmen Rutan Pemalang untuk memberikan layanan pendidikan yang inklusif dan berkualitas bagi seluruh peserta didik di dalam Rutan.
Salah satu ruangan yang dulunya terasa sepi kini disulap menjadi ruang belajar yang penuh semangat. Para tutor dari PKBM akan datang secara berkala untuk membimbing warga binaan, menghapus stigma bahwa jeruji besi adalah akhir dari segalanya.
Kini, di balik dinding tembok Rutan Pemalang, harapan-harapan baru terus dirajut. Buku-buku pelajaran seolah menjadi jendela dunia yang baru, membuktikan bahwa proses pemasyarakatan yang hakiki adalah saat seseorang tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga memperbaiki masa depannya.
Penulis : Ragil
Editor : Red jateng

















