Saat Hujan Lama Tak Tiba, Warga Gelar Ritual Boneka Brendung Pemanggil Hujan

Jumat, 31 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang -Jateng||garudapost.id

Di tengah musim kemarau panjang yang menyebabkan krisis air bersih dan keringnya lahan pertanian, warga Desa Sarwodadi, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, menggelar tradisi sakral pemanggilan hujan menggunakan boneka Brendung

Ritual tradisional ini dipusatkan di balai desa setempat dengan dihadiri oleh puluhan warga yang membawa berbagai perlengkapan dapur. Boneka Brendung yang dibuat dari tempurung kelapa (cumplung) berkerangka bambu, diberi pakaian, serta dihias kembang telon, diletakkan di tengah ruangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prosesi dimulai dengan alunan musik klothekan tetabuhan ritmis menggunakan alat-alat rumah tangga seperti ember, nampan, dan boyong yang dipadu dengan kidung serta lantunan mantra kejawen oleh seorang pawang.

Saat tetabuhan dan nyanyian mengalun, boneka tersebut dipegang oleh dua orang warga hingga tampak bergerak atau menari secara mistis di luar nalar.

“Kesenian Brendung bukan sekadar tontonan magis, melainkan bentuk ikhtiar batin masyarakat agraris kepada Sang Pencipta saat kemarau ekstrim melanda,” ujar
Prakoso salah seorang perangkat desa sekaligus sebagai ketua paguyuban seni brendung desa sarwodadi , kecamatan comal, Selasa ( 28/7 ).

Kesenian brendung sendiri merupakan kesenian dalam bentuk boneka yang terbuat dari tempurung kelapa untuk bagian kepala boneka, sedangkan tubuh’ boneka terbuat dari bambu.

Boneka di rias sedemikian rupa, termasuk di kasih baju, sehingga menyerupai wanita cantik, lalu di tancapkan pada alas tampah atau penampi, menurut si pembuat brendung boneka cantik tersebut di ibaratkan bidadati atau menurut istilah setempat di sebut dengan brendung.

Prakoso menambahkan, bahwa tradisi ini juga berfungsi sebagai sarana mempererat kebersamaan warga.

“Dahulu fungsinya mengumpulkan warga untuk berdoa bersama memohon hujan, sekaligus wujud rasa syukur atas berkah bumi yang telah diberikan kepada kita,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Ragil

Editor : Red jateng

Berita Terkait

Polantas Menyapa: Satpas SIM Polresta Denpasar Berikan Pendampingan Humanis Saat Ujian Teori
Musdes Tri Eka Buana,Bhabinkamtibmas Turut Hadir dalam Membahas Rencana Kerja
Laksanakan Pos Sore, Satlantas Polres Karangasem Laksanakan Pengaturan di Pasar Senggol Jalan Gajah Mada Amlapura
Patroli Dialogis Polsek Sidemen, Jaga Kamtibmas dan Kelancaran Arus Lalu Lintas
Pembinaan Lapas Cipinang Tampil di President University, Bangun Harapan dan Kesempatan Kedua
Lapas Kendal Fasilitasi Peninjauan Ruang Sidang Daring oleh PN Kendal
Jalani Pemeriksaan Panjang di Polres Pemalang Begini Nasib Kepala Disdikpora Supa,at*
OTT KPK Guncang Pemalang, Bupati, Istri, Sekda hingga Pejabat Pemkab Diamankan, Uang Rp2 Miliar Disita
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:15

Polantas Menyapa: Satpas SIM Polresta Denpasar Berikan Pendampingan Humanis Saat Ujian Teori

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:58

Musdes Tri Eka Buana,Bhabinkamtibmas Turut Hadir dalam Membahas Rencana Kerja

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:53

Laksanakan Pos Sore, Satlantas Polres Karangasem Laksanakan Pengaturan di Pasar Senggol Jalan Gajah Mada Amlapura

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:49

Patroli Dialogis Polsek Sidemen, Jaga Kamtibmas dan Kelancaran Arus Lalu Lintas

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:51

Pembinaan Lapas Cipinang Tampil di President University, Bangun Harapan dan Kesempatan Kedua

Berita Terbaru