Garudapost.id-Saumlaki/Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saumlaki, Agung Wibowo, memberikan apresiasi kepada warga binaan atas keberhasilan Lapas Saumlaki meraih predikat Terbaik III Program Ketahanan Pangan se-Maluku. Kamis (6/8). Capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara petugas dan warga binaan dalam mengembangkan pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian.
Apresiasi disampaikan Kepala Lapas Saumlaki kepada warga binaan yang terlibat dalam program ketahanan pangan usai pelaksanaan apel pagi. Menurut Agung, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan yang dijalankan secara konsisten mampu menghasilkan manfaat nyata sekaligus mendorong peningkatan kualitas pembinaan di Lapas.
“Raihan ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi seluruh petugas serta warga binaan. Saya mengapresiasi semangat dan kedisiplinan yang telah ditunjukkan. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan produktivitas dan mempertahankan hasil yang telah dicapai,” ujar Agung.
Penanggung Jawab Pertanian Lapas Kelas III Saumlaki, Abdul K. Ohorella, menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan, hingga panen.
“Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja sama dan komitmen seluruh pihak. Kami akan terus meningkatkan pengelolaan pertanian agar hasilnya semakin optimal sekaligus menjadi sarana pembelajaran yang bermanfaat bagi warga binaan,” jelas Abdul.
Sementara itu, Kasubsi Pembinaan Lapas Kelas III Saumlaki, David Philippus, menegaskan bahwa program ketahanan pangan merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan, etos kerja, dan rasa tanggung jawab sebagai bekal saat kembali ke masyarakat.
“Program ini tidak hanya menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga membentuk karakter dan keterampilan warga binaan agar lebih siap menjalani kehidupan yang produktif setelah bebas,” tutur David.
Salah seorang warga binaan berinisial , MM, mengaku bangga dapat berkontribusi dalam capaian tersebut. Menurutnya, keterlibatan dalam program ketahanan pangan memberikan pengalaman sekaligus keterampilan yang bermanfaat untuk masa depan.
“Saya merasa bangga dapat ikut berkontribusi hingga Lapas Saumlaki meraih prestasi ini. Selama mengikuti program pertanian, kami tidak hanya belajar cara bercocok tanam, tetapi juga belajar disiplin, bekerja sama, dan bertanggung jawab. Semoga ilmu yang kami peroleh dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Di tempat terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, mengapresiasi prestasi Lapas Saumlaki yang berhasil meraih Terbaik III Program Ketahanan Pangan se-Maluku. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa program pembinaan yang dijalankan di satuan kerja telah memberikan hasil yang nyata.
“Saya mengapresiasi dedikasi seluruh jajaran Lapas Saumlaki dalam mengembangkan program ketahanan pangan. Prestasi ini hendaknya menjadi motivasi untuk terus berinovasi, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan sehingga dapat menjadi contoh bagi satuan kerja lainnya di lingkungan Kanwil Ditjenpas Maluku,” ujar Ricky.
Keberhasilan tersebut semakin mempertegas komitmen Lapas Kelas III Saumlaki dalam mengembangkan program pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Melalui optimalisasi program ketahanan pangan, Lapas Saumlaki akan terus meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian, memperkuat keterampilan warga binaan, serta memaksimalkan pemanfaatan lahan pertanian sebagai wujud dukungan terhadap program akselerasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan ketahanan pangan nasional.

















