Garudapost.id-Saumlaki/Dalam mendukung Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saumlaki kembali memanen sawi hasil program ketahanan pangan yang dikelola bersama warga binaan, Jumat (07/08). Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang membekali warga binaan dengan keterampilan di bidang pertanian sekaligus memperkuat pelaksanaan program ketahanan pangan di lingkungan Pemasyarakatan.
Panen kali ini menghasilkan 26 kilogram sawi. Sebagian besar hasil panen dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas, sedangkan sisanya dipasarkan kepada masyarakat. Keberhasilan tersebut mencerminkan optimalisasi lahan pembinaan sekaligus menjadi bukti nyata bahwa pembinaan kemandirian mampu memberikan manfaat bagi warga binaan maupun mendukung kebutuhan Lapas.
Kepala Lapas Saumlaki, Agung Wibowo, mengatakan bahwa kegiatan pertanian merupakan salah satu bentuk pembinaan yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan dan pengalaman kerja sebagai bekal saat kembali ke masyarakat.
“Melalui pembinaan kemandirian di bidang pertanian, warga binaan tidak hanya menghasilkan produk yang bermanfaat, tetapi juga belajar disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama. Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat menjadi modal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas,” ujar Agung.
Kasubsi Pembinaan Lapas Kelas III Saumlaki, David Philippus, menambahkan bahwa pembinaan pertanian akan terus dioptimalkan sebagai sarana meningkatkan produktivitas warga binaan sekaligus mendukung ketahanan pangan di lingkungan Lapas.
“Kegiatan ini menjadi media pembelajaran yang memberikan pengalaman kerja nyata bagi warga binaan. Harapannya, keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk menciptakan peluang usaha dan meningkatkan kemandirian setelah kembali ke masyarakat,” jelas David.
Salah seorang warga binaan, inisial MK, mengaku bersyukur dapat mengikuti program tersebut karena memberikan pengalaman baru dalam bercocok tanam serta menambah keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal setelah selesai menjalani masa pidana.
Di tempat terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, mengapresiasi konsistensi Lapas Saumlaki dalam mendukung Program Akselerasi Menteri melalui pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan.
“Program ketahanan pangan merupakan implementasi pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. Saya berharap seluruh UPT Pemasyarakatan di Maluku terus berinovasi mengembangkan potensi yang dimiliki sehingga pembinaan yang diberikan semakin berkualitas, produktif, dan berdampak,” tegas Ricky.
Melalui program ketahanan pangan yang berkelanjutan, Lapas Kelas III Saumlaki berkomitmen untuk terus menghadirkan pembinaan yang produktif, meningkatkan keterampilan warga binaan, serta mendukung terwujudnya Pemasyarakatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

















