Tanggung jawab sosial dan lingkungan generasi emas sumatera selatan merdeka dari stunting

Selasa, 18 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUDAPOST.ID Palembang,-Di tengah hangatnya pemandangan kota, sebersit asa untuk masa depan anak-anak Sumatera Selatan kembali dipupuk. Selasa (18/8/2026), Aula Kantor Kecamatan Alang-Alang Lebar, Kota Palembang, menjadi saksi bisu atas langkah nyata PT Tirta Sriwijaya Maju (PT TSM) dalam menyalurkan bantuan penanganan serta pencegahan stunting bagi 30 keluarga penerima manfaat, dilaksanakan di aula kantor camat alang-alang lebar Palembang.

“Inisiatif ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sebentuk wujud komitmen berkelanjutan dalam mengawal program strategis pemerintah. PT TSM berikhtiar melapangkan jalan lahirnya generasi emas Sumatera Selatan yang sehat, berdaya, dan sepenuhnya terbebas dari ancaman stunting,Selasa (18/08/2026).

“yang diwawancarai oleh awak media Direktur Utama PT Tirta Sriwijaya Maju, Adib Ubaidillah, S.E., M.M., menegaskan bahwa aksi kepedulian ini memuat marwah dan nilai dasar kepemimpinan perusahaan untuk senantiasa bertumbuh seiring dengan besarnya manfaat yang dirasakan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“PT TSM lahir membawa amanah untuk tumbuh dan memberikan manfaat bagi Provinsi Sumatera Selatan. Insya Allah cita-cita ini selalu mewarnai kegiatan kami setiap hari, dengan semangat generasi emas Sumatera Selatan merdeka dari stunting,” ujar Adib Ubaidillah, S.E., M.M., selaku Dirut PT TSM.

“Pada fase awal ini, jangkauan kepedulian dialokasikan bagi keluarga yang tersebar di Kelurahan Talang Kelapa, Kelurahan Sriwijaya, Kelurahan Karya Baru, serta area Kecamatan Alang-Alang Lebar. Paket bantuan nutrisi yang disalurkan mencakup 5 kilogram beras, satu kotak susu formula, biskuit kaya gizi, kacang hijau, hingga gula merah.

“Keberlanjutan program menjadi salah satu pilar utama intervensi ini. Rangkaian penyaluran bantuan diproyeksikan terus bergulir pada September dan Oktober 2026, yang diselaraskan dengan pendampingan ketat dari para medis.

“Bantuan ini diharapkan digunakan dengan baik dan disertai pemantauan pertumbuhan anak oleh tenaga kesehatan,” katanya.

“Langkah humanis ini sesungguhnya merupakan akumulasi dari rekam jejak keberhasilan tahun sebelumnya. Pada periode terdahulu, PT TSM mengawal pendampingan intensif selama tiga bulan bagi tiga anak. Hasilnya membawa angin segar: dua anak berhasil mencatatkan peningkatan berat badan yang signifikan, sementara satu anak lainnya terus mendapatkan evaluasi pendampingan medis yang optimal.

“Guna memastikan efektivitas intervensi, PT TSM bersama tim Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berkomitmen untuk mengawal proses tumbuh kembang para balita secara berkala dan berkesinambungan.

“Di akhir perjumpaan, apresiasi hangat disampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan—mulai dari jajaran pemegang saham, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, tim TJSL, jajaran Kecamatan Alang-Alang Lebar, Dinas Kesehatan, kader Posyandu, hingga insan pers yang menjadi jembatan informasi.

“Semoga bantuan ini bermanfaat bagi kesehatan dan pertumbuhan anak-anak kita. Mari kita bergotong royong mewujudkan anak sehat, keluarga kuat dan Sumatera Selatan yang semakin maju,” pungkasoptimal

Facebook Comments Box

Penulis : Kurnia

Editor : Ahmad

Berita Terkait

pembukaan kadin sumsel expo ke-4 dan ifbex (international franchise & business exchange expo) 2026
pembukaan kadin sumsel expo ke-4 dan ifbex (international franchise & business exchange expo) 2026
Sat Reskrim Polres Ogan Ilir Gagalkan Pengangkutan 4.200 Liter BBM Olahan
Tragedi Berdarah di Ogan Ilir: Lerai Pertikaian, Seorang Ayah Tewas Ditangan Anak Kandung Usai Tusuk Kepala Desa
Oknum Polisi PALI Cuma Dihukum 7 Hari, Keluarga Korban Murka: “Kami Minta Keadilan
Pembukaan Kejuaraan Tinju Pengurus Besar Tinju Indonesia (PERBATI) Sumsel tahun 2026
Pembagian paket sekolah anak Indonesia tahap 1 oleh keluarga besar purna Adhyaksa tahun 2026
permohonaan warga berharap pemerintah kota Lubuklinggau berklapikasi terhadap laporan isi hati seorang keluhan warga pada hak layak menerimah bantuan 
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:42

pembukaan kadin sumsel expo ke-4 dan ifbex (international franchise & business exchange expo) 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:37

pembukaan kadin sumsel expo ke-4 dan ifbex (international franchise & business exchange expo) 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:07

Sat Reskrim Polres Ogan Ilir Gagalkan Pengangkutan 4.200 Liter BBM Olahan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:38

Tragedi Berdarah di Ogan Ilir: Lerai Pertikaian, Seorang Ayah Tewas Ditangan Anak Kandung Usai Tusuk Kepala Desa

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:03

Oknum Polisi PALI Cuma Dihukum 7 Hari, Keluarga Korban Murka: “Kami Minta Keadilan

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:59