Jakarta||garudapost.id
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Jakarta Pusat menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang dipusatkan di Masjid At-Taubah, Kamis (27/8). Kegiatan kerohanian ini berlangsung khusyuk dan penuh makna sebagai momentum refleksi diri bagi para Warga Binaan untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW. Selain mengundang KH Syahroni, S.Ag (Pimpinan Majelis Dzikir Al-Khodhiriyah), para Santri juga menampilkan Seni Hadrah dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan kerohanian ini diikuti oleh ratusan Warga Binaan yang memadati area Masjid dengan khusyuk, serta dihadiri langsung oleh Kepala Rutan beserta jajaran. Kepala Rutan Kelas I Jakarta Pusat, Sumaryo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari program pembinaan kepribadian dan kerohanian bagi para Warga Binaan.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini bukan semata-mata seremoni tahunan, melainkan momentum berharga bagi kita semua, khususnya saudara-saudara Warga Binaan, untuk melakukan refleksi diri,” ujar Sumaryo.
Pada kesempatan yang sama, Sumaryo juga berharap, nilai-nilai keteladanan, kesabaran, dan akhlak mulia Rasulullah SAW dapat diterapkan oleh para Warga Binaan, sehingga menjadi bekal positif dan semangat perubahan agar mereka menjadi individu yang lebih baik saat kembali ke masyarakat kelak.
Puncak acara peringatan Maulid Nabi 1448 H ini diisi dengan tausiah agama dan zikir bersama yang dipimpin oleh Al Ustadz K.H. Syahroni, S.Ag., selaku Pimpinan Majelis Dzikir Al-Khodhiriyah. Dalam tausiahnya, K.H. Syahroni menyentuh hati para jemaah dengan menekankan bahwa pintu ampunan Allah selalu terbuka luas bagi siapa saja yang mau bertaubat, sebagaimana kasih sayang yang selalu diajarkan oleh Rasulullah SAW.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu bukti nyata komitmen Rutan Kelas I Jakarta Pusat dalam menjalankan fungsi pembinaan kepribadian. Melalui program-program keagamaan di Masjid At-Taubah dan Pesantren At-Tawwabin, diharapkan para Warga Binaan mendapatkan bekal keimanan yang kuat sebagai fondasi untuk kembali menjadi anggota masyarakat yang taat hukum dan berakhlak mulia.
Penulis : Ragil
Editor : Red jateng

























