WAMENA, Garudapost.id—Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Santo Fransiskus Asisi Jayawijaya resmi membuka kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) dan Masa Bimbingan (MABIM) tahun 2026.
Pembukaan kegiatan berlangsung di Aula Soska, Kawasan Misi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Senin (21/9/2026).
Kegiatan MPAB dan MABIM tahun ini mengusung tema “Melahirkan Kader yang Solider, Berintelektual, dan Berjiwa Sosial.”
Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 11.34 WIT tersebut dibuka secara resmi oleh Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Asisten III. Pembukaan turut dihadiri pemuda Katolik, okp cypa, senior dan alumni PMKRI, 12 ketua BEM se-Jayawijaya, serta puluhan tamu undangan.
Ketua Presidium PMKRI Cabang Jayawijaya, Konius Doga, mengatakan MPAB dan MABIM merupakan bagian dari proses kaderisasi organisasi yang telah dipersiapkan sejak beberapa bulan sebelumnya.
Menurut Konius, pada tahap awal terdapat sekitar 120 calon peserta yang mendaftarkan diri. Setelah melalui proses verifikasi dan seleksi administrasi, sebanyak 87 peserta dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti tahapan MPAB dan MABIM.
“Kami dari PHC telah memberikan surat keputusan kepada panitia sejak Mei 2026 untuk mempersiapkan dan menyukseskan kegiatan MPAB dan MABIM,” ujar Konius.
Ia menjelaskan, dalam proses persiapan, panitia menghadapi berbagai tantangan, baik secara internal maupun eksternal. Namun, kondisi tersebut menjadi bagian dari dinamika organisasi yang dihadapi bersama.
“Kerja-kerja panitia sudah dilakukan meskipun banyak tantangan dengan kondisi saat ini. Namun, semangat panitia tetap luar biasa,” katanya.
Konius mengatakan, pembiayaan kegiatan diperoleh melalui kegiatan bazar, sumbangan sukarela dari senior dan alumni, serta dukungan para donatur dalam bentuk bahan makanan (bama) maupun bantuan dana.
Setelah pembukaan, rangkaian kegiatan MPAB dan MABIM dilanjutkan dengan pemberian materi yang dipusatkan di Aula Silimo Siloam. Seluruh rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung selama enam hari, mulai 21 hingga 26 September 2026.
Ia menjelaskan, MPAB dan MABIM memiliki proses pembinaan yang berbeda. Materi MPAB akan disampaikan oleh Presidium Harian Cabang (PHC) sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing, sedangkan materi MABIM akan diberikan oleh senior dan alumni PMKRI.
“Karena ini dua kegiatan yang berbeda, untuk MPAB materi akan dibawakan oleh PHC sesuai tupoksi masing-masing. Sedangkan MABIM akan dibawakan oleh senior dan alumni,” jelasnya.
Konius menambahkan, MPAB dan MABIM merupakan agenda rutin organisasi yang dilaksanakan dari masa ke masa sesuai dengan kebutuhan organisasi dan perkembangan kader di PMKRI Cabang Jayawijaya.
Ia berharap seluruh peserta tidak hanya menyelesaikan tahapan kegiatan, tetapi juga terus mengikuti proses pembinaan dan penguatan kader setelah kegiatan berakhir.
“Kami menargetkan setelah mengikuti kegiatan ini dari awal hingga akhir, para peserta akan terus dibina dan mendapatkan penguatan sebagai kader,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu pendiri sekaligus tokoh senior PMKRI Jayawijaya, Yosep Lokobal, menyampaikan apresiasi kepada Ketua Presidium dan jajaran DPC PMKRI Cabang Jayawijaya yang telah melaksanakan kegiatan MPAB dan MABIM.
Menurut Yosep, kegiatan tersebut merupakan salah satu program rutin organisasi yang memiliki peran dalam mempersiapkan dan membentuk sumber daya manusia mahasiswa.
“Kami juga lahir dari wadah ini. Karena itu, kami tetap mendukung kegiatan adik-adik. Meskipun dari sisi finansial terbatas, dari sisi kehadiran dan semangat kami tetap memberikan dukungan,” ujar Yosep.
Ia berharap seluruh 87 peserta mengikuti seluruh tahapan kegiatan secara serius dan maksimal, mulai dari pembukaan hingga berakhirnya proses MPAB dan MABIM.
“Kami berharap panitia, PHC, dan seluruh peserta mengikuti proses pembinaan ini semaksimal mungkin. Jangan setengah-setengah. Calon peserta harus betul-betul mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir serta mengikuti kegiatan pembinaan berikutnya,” katanya.
Yosep menegaskan, proses kaderisasi melalui organisasi kemahasiswaan menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas diri di luar pendidikan formal.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi, tetapi juga perlu mengembangkan kemampuan kepemimpinan, organisasi, komunikasi, serta kepedulian sosial melalui aktivitas kemahasiswaan.
“Untuk pengembangan SDM Jayawijaya ke depan, mahasiswa harus sukses dalam pendidikan formal. Namun, di luar pendidikan formal, PMKRI menjadi salah satu wadah untuk mengembangkan diri,” ujarnya.
Ia juga mendorong para kader untuk membangun jejaring dan kolaborasi dengan organisasi kepemudaan serta organisasi kemahasiswaan lainnya.
“Banyak ilmu yang ada dalam wadah PMKRI. Tinggal bagaimana setiap kader mengembangkan potensi diri dan menekuninya. Kolaborasi dengan organisasi lain juga penting untuk mengembangkan kemampuan,” katanya.
Di akhir penyampaiannya, Yosep berpesan agar para kader tetap mengutamakan pendidikan formal dan menyelesaikan kuliah sesuai target.
“Kami sebagai senior berharap para kader menyelesaikan kuliah dengan baik. Pendidikan formal harus tetap menjadi prioritas,” pungkasnya.(*)
Penulis : Julianus surabut
Editor : Admin
Sumber Berita: https//:Garudapost.id


























