Garudapost.id-Geser/Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser terus meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan. Upaya ini diwujudkan melalui kolaborasi strategis dengan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Seram Timur dalam menyelenggarakan ibadah sholat Jum’at berjamaah perdana di Mushola At-Taqwa Lapas Geser, Jum’at (25/9).
Kegiatan keagamaan yang berlangsung khidmat dengan pengamanan ketat petugas dan tetap humanis sesuai SOP ini, dihadiri langsung oleh jajaran pejabat struktural, pegawai, peserta magang Lapas Geser, para dosen STAI Seram Timur, Khairul Saleh Sinjai, dan Ahmad Kelimodar, serta mahasiswa STAI Seram Timur, warga binaan, serta masyarakat yang tinggal di sekitar area Lapas.
Kasubsi Pembinaan Lapas Geser, Junaidi Laisouw, menjelaskan bahwa kolaborasi lintas sektor ini merupakan bagian dari inovasi strategis institusi untuk memperkuat fondasi nilai spiritual di lingkungan Lapas.
“Hari Jumat ini menjadi momentum sinergi yang sengaja kami inisiasi dengan menggandeng pihak Kampus STAI Seram Timur guna memperkaya program pembinaan spiritual di lingkungan Lapas. Ini merupakan sholat Jumat perdana di Lapas Geser. Mengingat jumlah warga binaan dan petugas muslim belum mencukupi syarat minimal jamaah (40 orang), kami merangkul STAI Seram Timur dan warga sekitar agar hak ibadah di lingkungan Lapas dapat terpenuhi. Dengan kehadiran institusi akademisi keagamaan dan juga warga sekitar, kami berharap warga binaan mendapatkan perspektif keagamaan yang lebih luas dan aplikatif sekaligus dukungan moral, sehingga proses reintegrasi sosial mereka dapat berjalan dengan bekal iman yang kuat,” ujar Junaidi.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan dosen STAI Seram Timur, Khairul Saleh Sinjai, bertindak langsung sebagai khatib sholat Ju’mat. Dalam khutbahnya, Khairul menyampaikan pesan keagamaan yang menyejukkan sekaligus memotivasi seluruh jamaah untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta meninggalkan kebiasaan buruk dengan bertobat nasuha.
Usai ibadah, mewakili pihak STAI Seram Timur, Khairul mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas keterbukaan pihak Lapas dalam memfasilitasi kegiatan kolaboratif ini.
“Kami sangat mengapresiasi langkah progresif Lapas Geser. Kegiatan ini menjadi ruang pengabdian masyarakat yang sangat berarti bagi kami di STAI Seram Timur. Melalui khotbah tadi, kami ingin mengingatkan bahwa setiap manusia berhak menjadi pribadi yang lebih baik dengan bertobat dan terus meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Swt. Momentum di dalam Lapas adalah waktu terbaik untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta,” ungkap Khairul.
Inisiatif positif ini disambut hangat oleh warga binaan maupun warga sekitar. AR, salah seorang warga binaan yang mengikuti ibadah dengan khusyuk, mengaku sangat bersyukur atas terselenggaranya program ini. “Kegiatan keagamaan seperti ini memberikan ketenangan spiritual sekaligus motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar AR.
Senada dengan hal tersebut, Yusuf Kamala, warga sekitar yang turut hadir, menyampaikan apresiasinya atas kehangatan dan keterbukaan pihak Lapas Geser.
“Kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik langkah Lapas Geser yang membuka pintu bagi warga sekitar untuk melaksanakan sholat jumat perdana. Ini merupakan bentuk pendekatan sosial dan inklusif yang sangat baik antara penegak hukum dan warga. Kami mendukung langkah Lapas Geser dalam menghadirkan pembinaan yang optimal, serta mendukung penuh terciptanya situasi aman di lingkungan sekitar Lapas,” ungkap Yusuf.
Menanggapi keberhasilan dan antusiasme yang tinggi terhadap kegiatan tersebut, Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan penuh dari civitas akademika STAI Seram Timur. Nober menegaskan bahwa pembinaan spiritual yang matang merupakan kunci keberhasilan pemasyarakatan.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada STAI Seram Timur atas kolabroasi yang luar biasa ini. Pembinaan spiritual bukan sekadar pemenuhan kewajiban ibadah, melainkan pilar utama dalam menyentuh hati nurani warga binaan agar mereka menyadari kekeliruan masa lalu dan berkomitmen untuk berubah. Sinergi seperti ini akan terus kita gaungkan agar program pembinaan di Lapas Geser semakin berdampak nyata,” tegas Nober Hasanda.
Melalui sinergi keagamaan ini, hubungan lintas instansi dan masyarakat diharapkan dapat terus berjalan secara konsisten. Langkah ini menjadi fondasi kuat dalam menghadirkan program pembinaan kepribadian yang transformatif demi mendorong perubahan perilaku warga binaan ke arah yang lebih baik dan produktif.


























