LIMBOTO, Garudapost.Id— Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Gorontalo terus menunjukkan komitmen nyata dalam mengakselerasi penurunan angka stunting sekaligus mewujudkan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Komitmen tersebut dibuktikan melalui penilaian dan verifikasi lapangan terhadap inovasi unggulan “Koin Stunting” oleh Tim Penilai Nasional (TPN) Kemenpan-RB bersama Kemendukbangga/BKKBN pada Jumat (25/9).
Rangkaian verifikasi diawali dengan peninjauan langsung ke lokasi intervensi stunting di Kelurahan Bongohulawa, Kecamatan Limboto. Agenda kemudian dilanjutkan dengan sesi wawancara mendalam oleh TPN Kemenpan-RB di Balai Penyuluhan KB Kecamatan Limboto.
Tim Penilai Nasional Kemenpan-RB diwakili oleh Nyoman Bagus Bayu Pradnyana dan Widaryati Hestiarsi. Sementara itu, Tim Evaluasi Mandiri Kemendukbangga/BKKBN RI dihadiri oleh Della Regita Adriana dan Elok Rizki Pamula.
Proses penilaian ini mendapat pengawalan penuh dari Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) yang disambut langsung oleh Kepala Dinas DP3AP2KB, Ismail Akaseh.
Ismail Akaseh menyampaikan apresiasi tinggi atas verifikasi ini dan menegaskan komitmen Pemkab Gorontalo untuk mendukung penuh keberlanjutan serta perluasan program Koin Stunting. Menurutnya, inovasi ini tidak hanya menyelesaikan persoalan kesehatan, tetapi juga melambungkan citra daerah.
“Keberhasilan program ini mempertegas reputasi Kabupaten Gorontalo sebagai daerah yang proaktif, inovatif, dan transparan dalam tata kelola pelayanan publik serta penanganan isu kesehatan nasional,” ujar Ismail.
Ia menambahkan, bagi masyarakat luas, gerakan berbasis partisipasi publik ini berhasil memperkuat kepedulian sosial, memupuk semangat gotong royong, dan meningkatkan public trust terhadap kinerja pemerintah daerah.
Uang Koin Jadi Solusi Konkret
Inovasi Koin Stunting merupakan gerakan penggalangan dana partisipatif yang menghimpun koin pecahan kecil yang kerap terabaikan di rumah tangga, sekolah, hingga kantor kelurahan untuk dikelola secara transparan dan akuntabel.
Hasil penghimpunan dana tersebut disalurkan secara terukur untuk empat intervensi utama, pemenuhan nutrisi, pembangunan fasilitas air bersih, pembuatan jamban/sanitasi keluarga, serta kegiatan edukasi kesehatan.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo, Tenny Calvenny Soriton, menegaskan bahwa meraih predikat WBK membutuhkan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan sekadar pemenuhan administrasi.
“Inovasi Koin Stunting yang diprakarsai oleh Koordinator Wilayah Penyuluh KB Kecamatan Limboto, menjadi bukti konkret. Program ini terbukti memberikan multiplier effect dan menyentuh kebutuhan paling dasar masyarakat dalam pencegahan stunting,” ungkap Tenny.
Senada dengan hal tersebut, Korwil PKB Kecamatan Limboto, Abdurahman Nango, S.Ag, menggarisbawahi pentingnya partisipasi swadaya masyarakat dari hal-hal kecil di tingkat tapak.
“Gerakan Koin Stunting ini berawal dari kesadaran sederhana bahwa uang koin pecahan kecil yang kerap terabaikan di rumah atau meja kerja memiliki daya ubah luar biasa jika dihimpun dan dikelola secara transparan. Kami ingin membuktikan dari Limboto bahwa percepatan penurunan stunting tidak selalu harus menunggu anggaran besar, melainkan bisa diakselerasi melalui kepedulian sosial dan semangat gotong royong masyarakat,” ujar Abdurahman.
Berdasarkan data realisasi intervensi periode 2024–2026, program Koin Stunting telah menyalurkan 111 bantuan fisik dan kegiatan, dengan rincian:
* Intervensi Nutrisi: 97 penerima manfaat (27 bantuan pada 2024, 11 pada 2025, dan 59 pada 2026).
* Sanitasi/Jamban Layak: 3 unit (2 unit pada 2025 dan 1 unit pada 2026).
* Sarana Air Bersih: 10 titik lokasi (3 titik pada 2025 dan 7 titik pada 2026).
* Edukasi & Penyuluhan: 1 kegiatan intensif pada 2025
Penerapan program ini memberikan dampak kuantitatif yang signifikan. Persentase Keluarga Berisiko Stunting (KRS) di Kecamatan Limboto berhasil ditekan secara drastis dari 27,11% pada 2023 menjadi 15,71% pada 2025. Capaian ini menjadi pendorong utama tren penurunan stunting di Provinsi Gorontalo secara keseluruhan.
Peninjauan di lapangan mencatat respons amat positif dari warga penerima manfaat. Keluarga yang sebelumnya tak memiliki akses air bersih dan fasilitas MCK layak kini dapat menikmati sanitasi yang sehat dan higienis.
Melihat efektivitas gerakan ini, BKKBN Gorontalo bersama Pemkab Gorontalo optimistis untuk mereplikasi inovasi Koin Stunting secara masif di seluruh wilayah kabupaten.
“Kami berharap semakin banyak mitra kerja dan stakeholder yang terlibat aktif. Uang koin yang tadinya terabaikan kini terbukti menjadi daya dukung nyata demi menyelamatkan dan melahirkan generasi masa depan Gorontalo yang sehat, cerdas, dan bebas stunting,” pungkas Tenny.


























