GARUDAPOST.ID
TALUN KENAS – Perwiritan Kaum Ibu Talun Kenas menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Raya Al-Amal Talun Kenas. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Dengan Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Mari Tingkatkan Kecintaan kepada Muhammad SAW.”
Peringatan Maulid Nabi tersebut turut dihadiri Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, Mustafa Kamal Sembiring, ST, perwakilan Muspika, masyarakat sekitar, serta jamaah dan anggota Perwiritan Kaum Ibu Talun Kenas.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan khidmat. Tausiah disampaikan Al Ustadz Ferry Saptadiputra, S.Pd., yang membawakan ceramah dengan gaya komunikatif, diselingi canda dan tawa, namun tetap mengedepankan pesan serta makna penting dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Dalam ceramahnya, Ustadz Ferry mengajak jamaah untuk memahami setidaknya tiga hal penting dalam memperingati Maulid Nabi, yakni apa tujuan memperingatinya, apa manfaat yang dapat diperoleh, serta apa yang dapat dibawa pulang setelah mengikuti kegiatan tersebut.
Menurutnya, Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk kembali mengingat dan meneladani akhlak, perjuangan, kepemimpinan serta keteladanan Nabi Muhammad SAW.
Nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah, seperti kejujuran, amanah, kesabaran, kepedulian, kasih sayang dan menghargai sesama, diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang paling penting bukan hanya kita hadir dalam peringatan Maulid, tetapi bagaimana setelah pulang dari sini ada perubahan dalam diri kita. Kecintaan kepada Rasulullah harus diwujudkan melalui akhlak dan perbuatan,” demikian inti pesan yang disampaikan dalam tausiah tersebut.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Raya Al-Amal Talun Kenas diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan umat kepada Rasulullah SAW sekaligus meningkatkan kualitas akhlak dan perilaku dalam kehidupan bermasyarakat.
Semangat keteladanan Rasulullah SAW juga diharapkan mampu mendorong setiap jamaah untuk menjadi pribadi yang jujur, amanah, bertanggung jawab dan senantiasa memberikan manfaat bagi keluarga, lingkungan maupun masyarakat.
Dengan demikian, hikmah Maulid Nabi tidak berhenti ketika kegiatan selesai, tetapi dapat terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap dan perbuatan yang mencerminkan keteladanan Rasulullah SAW.
Penulis : S Tarigan
Editor : S Tarigan

























